Keracunan Hiu di Kalbar: Pakar Ungkap Bahaya Daging Hiu Bagi Kesehatan

Table of Contents

Pakar Ingatkan Bahaya Makan Daging Hiu, Picu Siswa Keracunan MBG di Kalbar


Kasus keracunan makanan yang melibatkan konsumsi daging hiu goreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya makanan laut. Insiden ini, yang menimpa siswa dan guru di SD Negeri 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, mendorong para ahli untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi daging hiu.

Kronologi Keracunan di Ketapang

Sebanyak 24 siswa dan 1 guru dari SD Negeri 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu hiu goreng yang merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini memicu kekhawatiran akan keamanan pangan dan mendorong penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut.

Respons Pakar Kesehatan: Menyoroti Bahaya Daging Hiu

Menanggapi insiden ini, Pakar Kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Dede Nasrullah, memberikan penjelasan mendalam mengenai bahaya yang terkandung dalam daging hiu. Dede menekankan bahwa daging hiu menyimpan berbagai senyawa berbahaya yang dapat berdampak serius pada kesehatan manusia, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Kandungan Metilmerkuri: Racun yang Mengintai

Salah satu senyawa berbahaya utama yang ditemukan dalam daging hiu adalah metilmerkuri. Senyawa ini merupakan racun yang terbentuk dari akumulasi polutan industri di laut. Metilmerkuri dikenal sebagai salah satu racun paling aktif secara biologis dan memiliki kemampuan untuk menumpuk dalam tubuh manusia seiring waktu.

Dede, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, menjelaskan bahwa kadar merkuri dalam daging hiu bisa mencapai 14 ppm, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lainnya. Paparan metilmerkuri dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kerusakan sistem saraf pusat, penyakit kardiovaskular, penurunan kesuburan pada pria, dan bahkan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Arsenik: Racun yang Mengintai dalam Makanan Laut

Selain merkuri, daging hiu juga mengandung arsenik. Senyawa ini berasal dari mangsa yang dimakan hiu dan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Dede mengungkapkan bahwa arsenik dapat merusak paru-paru dan kulit, serta memicu pertumbuhan sel kanker jika masuk ke aliran darah. Bahkan, bagian sirip hiu, yang sering dianggap sebagai makanan istimewa, memiliki kandungan arsenik tertinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Southern Cross University, Australia, juga menemukan kadar arsenik pada berbagai spesies hiu yang melebihi batas aman konsumsi. Rekomendasi dari penelitian tersebut sangat jelas: hindari konsumsi daging hiu sebisa mungkin.

Urea: Senyawa yang Tidak Layak Konsumsi

Daging hiu juga mengandung urea dalam jumlah tinggi. Urea adalah limbah nitrogen yang dikeluarkan melalui kulit hiu untuk menjaga keseimbangan tubuh mereka di air asin. Meskipun tidak bersifat toksik pada kadar tertentu, tingginya kadar urea dalam daging hiu membuatnya kurang layak untuk dikonsumsi.

Timbal: Ancaman Tersembunyi dalam Daging Hiu

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Tropical Conservation Science pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa daging hiu juga mengandung kadar timbal yang tinggi. Penelitian terhadap berbagai spesies hiu di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa semua spesimen yang diuji terkontaminasi timbal. Paparan timbal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari sakit kepala dan kejang hingga kematian.

Dede menambahkan bahwa semakin besar dan tua seekor hiu, semakin tinggi akumulasi timbal dalam tubuhnya. Oleh karena itu, konsumsi daging hiu, terutama dari spesies besar atau bagian organ dalamnya, sangat berisiko bagi kesehatan manusia.

Kesimpulan: Kewaspadaan dan Pencegahan

Kasus keracunan di Kalimantan Barat menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang terkait dengan konsumsi daging hiu. Dengan memahami kandungan berbahaya dalam daging hiu, diharapkan masyarakat, terutama orang tua dan pengelola program makanan, dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan memastikan keamanan pangan.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Reagen Golongan Darah

Nama Produk: REAGEN GOLONGAN DARAH REIGED DIAGNOSTICS (1 SET LENGKAP ANTI-A, ANTI-B, ANTI-AB, ANTI-D + KARTU GOLONGAN DARAH)

Harga: Rp 430.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Post a Comment