Hematoma Setelah Ambil Darah: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya
INFOLABMED.COM - Hematoma setelah ambil darah adalah kondisi yang cukup umum terjadi, ditandai dengan memar, bengkak, dan warna kebiruan atau keunguan pada kulit di sekitar lokasi suntikan.
Meski terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar hematoma setelah ambil darah tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya.
Baca Juga: Pungsi Vena: Teknik, Lokasi, dan Tips Pengambilan Darah yang Efektif
Kondisi ini terjadi ketika darah keluar dari pembuluh darah yang tertusuk dan terkumpul di jaringan bawah kulit.
Memahami mengapa hematoma setelah ambil darah bisa terjadi dan bagaimana penanganannya dapat mengurangi kekhawatiran dan membantu proses penyembuhan menjadi lebih cepat.
Penyebab Terjadinya Hematoma Setelah Ambil Darah
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hematoma setelah ambil darah adalah:
- Pembuluh Darah Tertusuk Tembus: Ujung jarum bisa saja menembus kedua dinding pembuluh darah vena, sehingga darah merembes keluar meskipun jarum sudah dicabut.
- Tekanan yang Kurang Tepat Setelah Prosedur: Tidak menekan area bekas suntik dengan cukup kuat atau cukup lama adalah penyebab paling umum. Tekanan membantu proses pembekuan darah dan menutup "lubang" di pembuluh darah.
- Mengangkat Beban Berat Terlalu Cepat: Aktivitas berat dengan lengan yang baru saja diambil darahnya dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah dan memicu perdarahan kecil di bawah kulit.
- Kondisi Pasien: Faktor seperti usia lanjut (kulit dan pembuluh darah lebih rapuh), konsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin atau warfarin), atau gangguan pembekuan darah dapat meningkatkan risiko hematoma setelah ambil darah.
Cara Mengatasi Hematoma di Rumah
Jika Anda mengalami hematoma setelah ambil darah, lakukan langkah-langkah berikut untuk mempercepat penyembuhan:
- Kompres Dingin: Dalam 24 jam pertama, kompres hematoma dengan es yang dibungkus handuk selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Dingin akan menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi perdarahan serta bengkak.
- Kompres Hangat: Setelah 24-48 jam (dan bengkak sudah berkurang), ganti dengan kompres hangat. Suhu hangat melancarkan aliran darah, membantu tubuh menyerap darah yang menggumpal lebih cepat, sehingga memar bisa menghilang.
- Istirahatkan Lengan: Hindari mengangkat beban berat dengan lengan yang terkena selama satu atau dua hari.
- Elevasi: Jika memar di lengan atau tangan, tinggikan lengan lebih tinggi dari jantung saat Anda duduk atau berbaring.
Kapan Harus Ke Dokter?
Meski umumnya tidak berbahaya, waspadai hematoma setelah ambil darah jika disertai dengan:
- Nyeri yang sangat hebat dan bertambah parah.
- Pembengkakan yang terus membesar dengan cepat.
- Tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, terasa panas, dan nanah.
- Mati rasa atau kesemutan di lengan atau jari. Jika mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter.
Tips Mencegah Hematoma Setelah Ambil Darah
Untuk meminimalisir risiko hematoma setelah ambil darah, Anda bisa:
Baca Juga: Flebotomi pada Pasien Pediatrik dan Geriatrik: Perbedaan Teknik dan Tantangannya
- Komunikasikan Riwayat Kesehatan: Beri tahu petugas jika Anda memiliki riwayat mudah memar atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
- Tekan dengan Benar: Setelah jarum dicabut, tekan area tersebut dengan kasa steril selama minimal 2-5 menit tanpa mengintip. Jangan hanya menekuk siku.
- Hindari Aktivitas Berat: Jangan langsung mengangkat tas belanja atau anak dengan lengan yang baru saja diambil darahnya.
Dengan penanganan yang tepat, hematoma setelah ambil darah akan memudar dan hilang sepenuhnya dalam waktu 1-2 minggu.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Post a Comment