APA ITU TUBERKULOSIS KUTIS VERUCOSA

Table of Contents

Tuberkulosis Kutis Verukosa:

 

 



1.  Penyebab & Etiologi

Tuberkulosis Kutis Verukosa disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk secara eksogen (melalui luka kecil atau abrasi kulit) pada individu yang sudah pernah sensitisasi (terinfeksi sebelumnya). Jadi ini hasil reinfeksi langsung pada kulit, biasanya terjadi pada orang dengan imunitas yang relatif baik.


2. Gambaran Klinis & Tanda-tanda

- Lesi berbentuk plak kasar, “wart-like” (kutil) di atas dasar eritematous keunguan atau livide.  

- Biasanya muncul di lokasi yang sering mengalami trauma seperti kaki, tungkai bawah, bokong.  

- Lesi bisa membesar secara perlahan, menyerupai kuku-kuku kasar, tanpa nyeri dan tanpa gejala sistemik.  

- Bentuk lesi bisa serpiginosa (menyebar seperti bulan sabit).  


3. Diagnosis  

- Berdasarkan gambaran klinis khas dan riwayat terpapar.  

- Pemeriksaan histopatologi menunjukkan hiperplasia epitelium dan granuloma tuberkulosis.  

- Pemeriksaan laboratorium dengan kultur bakteri, PCR Mycobacterium, dan tes tuberkulin membantu konfirmasi.  

- Kadang bakteri tahan asam sulit ditemukan pada lesi, jadi pengamatan klinis penting.  


4. Prognosis

- Dengan pengobatan antituberkulosis yang tepat (biasanya 6 bulan dengan obat standar seperti Isoniazid, Rifampisin, Etambutol), lesi bisa sembuh total.  

- Tanpa pengobatan, lesi bisa kronis dan merusak jaringan kulit sekitar.  


5. Pengobatan

- Terapi standar antituberkulosis seperti pada tuberkulosis paru: Isoniazid, Rifampisin, Etambutol, dan Pyrazinamid selama fase intensif 2 bulan, dilanjutkan fase lanjutan.  

1. Terapi Obat:  
   - Pakai obat antituberkulosis standar: Isoniazid (INH), Rifampisin (RIF), Etambutol (EMB), dan Pyrazinamid (PZA) selama 2 bulan fase intensif.  
   - Lanjutkan dengan INH dan RIF selama 4 bulan fase lanjutan.  
   - Minum obat ini harus rutin dan lengkap supaya infeksi benar-benar hilang dan nggak kambuh.

2. Perawatan Lokal:  
   - Bersihkan dan rawat luka kulit untuk mencegah infeksi sekunder.  
   - Obat topikal antiseptik atau antibiotik bisa dipakai jika ada luka basah atau nanah.

3. Pantauan Dokter:  
   - Perlu kontrol rutin untuk memastikan respons pengobatan dan mencegah resistensi bakteri.  

Kalau pengobatan belum efektif, tanda-tandanya antara lain: 
- Lesi kulit tetap membesar atau makin parah  
- Muncul nanah atau infeksi baru di sekitar lesi  
- Gejala lain seperti demam atau pembengkakan kelenjar getah bening  
- Tidak ada perbaikan setelah beberapa minggu minum obat 
 

Ciri khas tuberkulosis kutis verucosa :
- Lesi kulitnya berupa benjolan kasar, mirip kutil berwarna merah kecokelatan sampai ungu gelap.  
- Biasanya muncul di kaki atau tangan, permukaannya tidak rata dan bisa membesar perlahan.  
- Kadang lesi tampak agak bersisik dan bisa ada nanah kalau infeksi lanjut.  

Tanda lain tuberkulosis kulit tergantung jenisnya, tapi biasanya meliputi:  
1. Lesi kulit seperti benjolan, ulkus, atau plak merah keunguan yang tumbuh lambat dan tidak nyeri  
2. Luka atau borok yang sulit sembuh, kadang mengeluarkan nanah  
3. Pembengkakan atau benjolan di kelenjar getah bening dekat lesi  
4. Gejala umum seperti demam ringan, berat badan turun, kelelahan, dan keringat malam 

Cara mencegah Tuberkulosis Kutis Verukosa:

1. Jaga kebersihan kulit, terutama kalau ada luka atau goresan kecil.  
2. Hindari kontak langsung dengan penderita tuberkulosis aktif tanpa perlindungan.  
3. Segera obati luka kulit yang terbuka supaya tidak jadi pintu masuk bakteri.  
4. Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dan cukup istirahat.  


Fitri Merlia
Fitri Merlia ATLM Sejak 2015 salam edukasi dari saya terus majukan ATLM dari segala sisi.

Post a Comment