Aplastic: Mengenal Anemia Aplastik dari Diagnosis hingga Tatalaksana yang Menyelamatkan Nyawa
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Anemia aplastik (AA) merupakan kegagalan sumsum tulang yang acquired ditandai dengan pansitopenia dan hiposelularitas sumsum tulang.
Kondisi langka namun serius ini memerlukan penanganan segera karena angka kematian yang tinggi tanpa terapi yang tepat.
Baca juga : Tes Anemia: Jenis Pemeriksaan dan Ragam Jenis Anemia yang Perlu Anda Ketahui
Apa Itu Anemia Aplastik?
Anemia aplastik adalah:
- Kegagalan stem cell hematopoietik
- Mengakibatkan pansitopenia perifer
- Prevalensi: 2-5 kasus per juta penduduk/tahun
- Distribusi bimodal (usia 15-25 dan >60 tahun)
Klasifikasi Beratnya Penyakit
1. AA Non Berat (Non-Severe)
- Netrofil >0.5 × 10⁹/L
- Trombosit >20 × 10⁹/L
- Retikulosit >20 × 10⁹/L
2. AA Berat (Severe)
- Netrofil <0.5 × 10⁹/L
- Trombosit <20 × 10⁹/L
- Retikulosit <20 × 10⁹/L
3. AA Sangat Berat (Very Severe)
- Netrofil <0.2 × 10⁹/L
- Kriteria lain sama dengan AA berat
Etiologi dan Faktor Risiko
1. Idiopatik (70-80% kasus)
- Autoimun mediated stem cell destruction
2. Sekunder
- Obat: kloramfenikol, NSAID, antikonvulsan
- Kimia: benzena, pestisida
- Radiasi
- Infeksi: hepatitis non-A non-B, EBV, HIV
- Kehamilan
- PNH (Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria)
Manifestasi Klinis
Gejala Anemia
- Lelah, lemah, sesak napas
- Pucat, takikardia
Gejala Trombositopenia
- Perdarahan spontan
- Petekie, ekimosis
- Epistaksis, perdarahan gusi
Gejala Neutropenia
- Infeksi berulang
- Ulserasi oral
- Sepsis
Diagnosis Laboratorium
Darah Tepi
- Pansitopenia
- Retikulositopenia
- Sel darah normal morfologi
Aspirasi Sumsum Tulang
- Hiposelularitas (<25% selularitas)
- Hematopoiesis residual minimal
- Limfositosis relatif
Biopsi Sumsum Tulang
- Hiposelularitas (<30% pada usia <60 tahun)
- Peningkatan lemak (>70%)
- Selularitas patchy
Pemeriksaan Penunjang
- Flow cytometry untuk PNH clone
- Kromosom untuk MDS
- Viral serology (hepatitis, EBV, CMV)
- Tes autoantibodi
Diagnosis Banding
- Mielodisplasia
- Leukemia akut
- Anemia megaloblastik
- Hipersplenisme
- Infeksi HIV
Tatalaksana
1. Terapi Suportif
- Transfusi PRC dan trombosit
- Antibiotik spektrum luas
- Faktor pertumbuhan (G-CSF)
2. Terapi Definitif
- Transplantasi Sel Punca (gold standard usia <40 tahun)
- Imunosupresif (ATG + siklosporin)
- Eltrombopag (agonis reseptor trombopoietin)
3. Terapi Emerging
- Haploidentical transplant
- Novel imunosupresan
Prognosis
- Transplantasi: kelangsungan hidup 80-90%
- Imunosupresif: respon 60-70%
- Tanpa terapi: mortalitas 70% dalam 1 tahun
Komplikasi
- Perdarahan massif
- Sepsis
- Transfusion iron overload
- Klonal evolution ke MDS/AML
Baca juga : Klasifikasi Anemia: Jenis, Penyebab, dan Gejala yang Perlu Diketahui di Indonesia
Monitoring Jangka Panjang
- Hitung darah mingguan/bulanan
- Sumsum tulang setiap 6-12 bulan
- Skrining PNH regular
- Evaluasi iron overload
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Dukung pengembangan konten kesehatan via Donasi DANA.
.png)
Post a Comment