RT-PCR: Standar Emas Deteksi Virus di Era Modern

Table of Contents

RT-PCR: Standar Emas Deteksi Virus di Era Modern


INFOLABMED.COM – Dalam dunia diagnostik molekuler, RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) telah menjadi standar emas untuk deteksi virus, termasuk SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Tapi apa yang membuat metode ini begitu istimewa dibanding teknik lainnya?

Baca juga : Masa Depan Diagnostik Molekuler dalam Pengujian HIV

1. Apa Itu RT-PCR?

RT-PCR adalah teknik canggih yang menggabungkan dua proses:

  • Reverse transcription: Mengubah RNA virus menjadi DNA
  • PCR: Memperbanyak DNA target secara eksponensial

Metode ini mampu mendeteksi materi genetik virus bahkan dalam jumlah yang sangat kecil.

2. Keunggulan RT-PCR

Dibanding metode lain seperti tes cepat antigen, RT-PCR memiliki:

  • Sensitivitas 95-99%
  • Spesifisitas mencapai 99%
  • Dapat mendeteksi virus sejak hari pertama infeksi
  • Bisa mengukur viral load (jumlah virus)

3. Proses Pemeriksaan RT-PCR

Pemeriksaan ini melalui beberapa tahap kritis:

  1. Pengambilan sampel (swab nasofaring/orofaring)
  2. Ekstraksi RNA virus
  3. Konversi RNA ke DNA
  4. Amplifikasi DNA target
  5. Deteksi menggunakan probe fluoresens

Seluruh proses membutuhkan 4-8 jam di laboratorium modern.

4. Aplikasi Klinis RT-PCR

Selain untuk COVID-19, RT-PCR digunakan untuk:

  • Diagnosis HIV, Hepatitis B dan C
  • Deteksi virus dengue, influenza
  • Skrining penyakit genetik
  • Penelitian virologi

5. Tantangan dan Inovasi Terkini

Meski akurat, RT-PCR memiliki beberapa keterbatasan:

  • Biaya relatif tinggi – membutuhkan reagen khusus dan alat yang harganya tidak murah.
  • Butuh fasilitas laboratorium memadai – termasuk ruangan terpisah, biosafety, dan alat pendukung.
  • Waktu pengerjaan – meskipun cepat dibanding metode konvensional, tetap memerlukan beberapa jam untuk hasil.
  • Risiko kontaminasi – karena sensitif, sedikit saja kontaminasi bisa menyebabkan hasil false positive.
  • Deteksi terbatas pada saat pengambilan sampel – jika jumlah virus rendah atau pengambilan sampel kurang optimal, bisa menghasilkan false negative.

Inovasi terbaru seperti PCR digital dan PCR portabel sedang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan ini.

Baca juga : Tes PCR: Metode Andalan untuk Deteksi Virus, Termasuk COVID-19

RT-PCR tetap menjadi pilihan utama untuk diagnosa infeksi virus karena keakuratan dan keandalannya. Meskipun muncul metode baru seperti tes antigen cepat atau CRISPR-based detection, RT-PCR masih dianggap sebagai standar referensi.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, dan Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Salsabilla Zahra Isthifa
Salsabilla Zahra Isthifa Halo, terima kasih sudah singgah. Dari meja laboratorium untuk siapa saja yang ingin tahu lebih dekat dunia medis. Semoga tulisan ini bisa menjadi jendela kecil untuk memahami laboratorium dari sisi yang lebih dekat dan hangat.

Post a Comment