Real Time PCR HPV: Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Akurasi Tinggi
INFOLABMED.COM – Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.
Salah satu metode deteksi dini yang direkomendasikan WHO adalah Real Time PCR HPV, sebuah tes molekuler berbasis DNA untuk mengidentifikasi infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi.
Baca juga : Mengenal Infeksi HPV: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan
Apa Itu Tes HPV DNA?
Tes HPV DNA adalah pemeriksaan molekuler yang mendeteksi materi genetik virus HPV dalam sampel serviks.
Sampel diambil melalui swab dengan Viral Transport Medium (VTM), kemudian dianalisis menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) atau NAAT (Nucleic Acid Amplification Test).
Hasil tes berupa HPV positif atau negatif, menunjukkan ada tidaknya infeksi.
Mengapa Real Time PCR HPV Lebih Unggul?
- Sensitivitas Tinggi (90-95%) – Lebih akurat dibanding Pap smear (50-70%).
- Deteksi Dini – Virus HPV bisa terdeteksi sebelum sel serviks berubah abnormal.
- Interval Skrining Lebih Panjang – Cukup dilakukan setiap 5 tahun untuk usia 30-65 tahun.
Interpretasi Hasil Real Time PCR HPV
Berikut panduan interpretasi hasil berdasarkan nilai Ct (Cycle Threshold):
Deteksi HPV16
- Positif: Ct(CY5) < 34 dan Ct(ROX) < 38
- Negatif: Ct(CY5) ≤ 34 dan Ct(ROX) ≥ 38 (tidak ada nilai)
- Dicurigai: Ct(CY5) > 34 atau tidak ada nilai, dan Ct(ROX) ≥ 38
Deteksi HPV18
- Positif: Ct(CY5) < 34 dan Ct(FAM) < 38
- Negatif: Ct(CY5) ≤ 34 dan Ct(FAM) ≥ 38 (tidak ada nilai)
- Dicurigai: Ct(CY5) > 34 atau tidak ada nilai, dan Ct(FAM) ≥ 38
Deteksi HPV Genotipe Lain (31/33/35/39/45/51/52/56/58/59/68)
- Positif: Ct(CY5) < 34 dan Ct(HEX) < 38
- Negatif: Ct(CY5) ≤ 34 dan Ct(HEX) ≥ 38 (tidak ada nilai)
- Dicurigai: Jika fluoresens ARn di bawah 50.000 dengan kurva amplifikasi tidak berbentuk S.
Keunggulan & Keterbatasan Tes HPV DNA
✅ Keunggulan:
- Mengurangi risiko false negative dibanding Pap smear.
- Skrining lebih efisien (setiap 5 tahun).
❌ Keterbatasan:
- Biaya lebih mahal (Rp 500 ribu - 1,5 juta).
- Pada wanita muda, hasil positif belum tentu berkembang jadi kanker (risiko overtreatment).
Kapan Tes HPV DNA Direkomendasikan?
- Wanita 30-65 tahun: Sebagai skrining primer atau kombinasi dengan Pap smear (co-testing).
- Hasil Pap smear abnormal: Memastikan apakah kelainan sel disebabkan HPV risiko tinggi.
- Faktor risiko tinggi:
- Riwayat kanker serviks dalam keluarga.
- Infeksi HIV/immunosupresi.
- Aktivitas seksual dini atau berganti pasangan.
Real Time PCR HPV adalah metode terbaik untuk deteksi dini kanker serviks dengan akurasi tinggi.
Baca juga : HPV DNA Genotyping: Prosedur Deteksi Dini HPV untuk Mencegah Kanker Serviks
Meski biayanya lebih mahal, interval skrining yang lebih panjang membuatnya lebih efisien dalam jangka panjang.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.***

Post a Comment