Neutrofil Adalah: Fungsi, Nilai Normal, dan Gangguan yang Terkait

Table of Contents
Hematologi,neutrofil adalah, fungsi neutrofil, nilai normal neutrofil, neutropenia, neutrofilia,


INFOLABMED.COM - Neutrofil adalah salah satu jenis sel darah putih (leukosit) yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. 

Sel ini menjadi garis pertahanan pertama melawan infeksi bakteri dan jamur. 

Neutrofil diproduksi di sumsum tulang dan bersirkulasi dalam darah sebelum bermigrasi ke jaringan yang terinfeksi. 

Baca juga : Neutrofil: Fungsi dan Arti Hasil Tes Darahnya

Dalam artikel ini, kita akan membahas fungsi neutrofil, nilai normalnya dalam tubuh, serta gangguan yang dapat terjadi ketika kadarnya tidak seimbang.

Fungsi Neutrofil dalam Tubuh

Neutrofil adalah sel imun yang bekerja dengan cara mengenali, menyerang, dan menghancurkan patogen seperti bakteri dan jamur. 

Proses ini disebut fagositosis, di mana neutrofil menelan mikroorganisme berbahaya dan memecahnya menggunakan enzim khusus. 

Selain itu, neutrofil juga melepaskan zat kimia seperti sitokin untuk memicu peradangan dan menarik sel imun lain ke area infeksi.

Kemampuan neutrofil untuk bergerak cepat ke lokasi infeksi membuatnya sangat efektif dalam melawan penyakit. 

Namun, neutrofil memiliki umur pendek, hanya bertahan beberapa jam hingga beberapa hari di dalam tubuh.

Nilai Normal Neutrofil dalam Darah

Kadar neutrofil dalam darah dapat diukur melalui tes darah lengkap (Complete Blood Count/CBC). 

Nilai normal neutrofil adalah sekitar 40-60% dari total sel darah putih, atau sekitar 1.500-8.000 sel per mikroliter darah.

  • Neutrofilia: Kondisi ketika jumlah neutrofil melebihi batas normal (>8.000/µL), biasanya terjadi karena infeksi bakteri, stres, atau peradangan kronis.
  • Neutropenia: Kondisi ketika jumlah neutrofil di bawah normal (<1.500/µL), meningkatkan risiko infeksi. Penyebabnya meliputi defisiensi vitamin B12, kemoterapi, atau penyakit autoimun.

Gangguan Terkait Neutrofil

1. Neutropenia

Neutropenia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan neutrofil, sehingga rentan terhadap infeksi. Gejalanya meliputi demam, sariawan, dan infeksi berulang. Penyebabnya antara lain:

  • Kelainan sumsum tulang
  • Efek samping obat (kemoterapi, antibiotik)
  • Penyakit autoimun seperti lupus

2. Neutrofilia

Neutrofilia terjadi ketika jumlah neutrofil terlalu tinggi, sering disebabkan oleh:

  • Infeksi bakteri akut
  • Stres fisik atau emosional
  • Penyakit inflamasi seperti rheumatoid arthritis

Neutrofil adalah komponen vital sistem imun yang melindungi tubuh dari infeksi. 

Mempertahankan kadar neutrofil dalam kisaran normal penting untuk kesehatan. 

Baca juga : Memahami Peran Penting Neutrofil dalam Menjaga Benteng Pertahanan Tubuh

Jika Anda mengalami gejala seperti infeksi berulang atau kelelahan ekstrem, konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan memahami peran neutrofil, kita dapat lebih waspada terhadap gangguan imunitas dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment