Keton Darah: Penanda Bahaya Ketoasidosis Diabetik yang Perlu Diwaspadai

Table of Contents

Keton Darah: Penanda Bahaya Ketoasidosis Diabetik yang Perlu Diwaspadai

INFOLABMED.COM - Keton darah merupakan senyawa asam yang diproduksi oleh hati ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga terpaksa memecah lemak dalam jumlah besar. 

Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita diabetes dan dapat berujung pada ketoasidosis diabetik (KAD), sebuah komplikasi serius yang mengancam jiwa. 

Baca juga : Blood Ketones: Pentingnya Tes Ketona Darah untuk Deteksi Dini Ketoasidosis

Memantau kadar keton darah sangat penting untuk mencegah keadaan darurat medis ini, terutama pada diabetes tipe 1.

Apa Itu Keton Darah?

Keton darah (atau badan keton) adalah tiga senyawa kimia yang diproduksi sebagai hasil sampingan dari metabolisme lemak yang berlebihan. Ketiga senyawa tersebut adalah:

  1. Asam Asetoasetat
  2. Asam Beta-Hidroksibutirat (merupakan keton utama dalam KAD)
  3. Aseton

Dalam keadaan normal, tubuh hanya memproduksi keton dalam jumlah sangat kecil. Namun, ketika tubuh kekurangan insulin dan tidak dapat menggunakan glukosa, ia akan membakar lemak secara intensif, menyebabkan produksi keton meningkat drastis dan menumpuk dalam darah, sehingga menyebabkan darah menjadi asam (asidosis).

Mengapa Pemeriksaan Keton Darah Sangat Penting?

Pemeriksaan kadar keton dalam darah adalah tindakan krusial untuk:

  1. Mencegah Ketoasidosis Diabetik (KAD): KAD adalah komplikasi diabetes yang mengancam nyawa akibat penumpukan keton yang ekstrem.
  2. Monitoring Diabetes yang Tidak Terkontrol: Terutama ketika gula darah terus-menerus tinggi (>240 mg/dL).
  3. Evaluasi Selama Sakit: Saat mengalami infeksi, flu, atau penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
  4. Memantau Efektivitas Insulin: Memastikan dosis insulin yang diberikan sudah cukup.
  5. Untuk Mereka yang Menjalani Diet Ketogenik: Memantau kadar keton untuk memastikan tubuh berada dalam状态 ketosis yang aman dan terkontrol, bukan asidosis.

Penyebab Peningkatan Keton Darah

Beberapa kondisi yang dapat memicu peningkatan produksi keton:

  • Kekurangan Insulin: Lupa menyuntik insulin, pompa insulin yang rusak, atau dosis yang tidak mencukupi.
  • Penyakit atau Infeksi: Demam, flu, pneumonia, atau infeksi saluran kemih.
  • Serangan Jantung atau Stroke.
  • Stres Berat atau Trauma.
  • Konsumsi Alkohol Berlebihan atau Penyalahgunaan Narkoba.
  • Beberapa Obat: Seperti kortikosteroid dan diuretik.

Gejala Keton Darah Tinggi dan Ketoasidosis

Kenali gejala awal yang mengharuskan pengecekan keton:

  • Gejala Awal:

    • Haus berlebihan dan mulut kering
    • Sering buang air kecil
    • Gula darah tinggi yang persisten
    • Kelelahan dan lemas
  • Gejala Ketoasidosis (Darurat Medis):

    • Mual, muntah, atau sakit perut
    • Napas berbau aseton (seperti buah-busuk atau pembersih kuteks)
    • Sesak napas atau napas cepat dan dalam (nafas Kussmaul)
    • Kebingungan, sulit berkonsentrasi, atau disorientasi
    • Kulit kering dan memerah
    • Kehilangan kesadaran (koma)

Cara Memeriksa Keton Darah

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui dua cara:

  1. Tes Darah (Lebih Akurat): Menggunakan meteran glukosa darah yang juga dapat mengukur keton (blood ketone meter). Hasilnya dinyatakan dalam mmol/L.

    • Normal: < 0.6 mmol/L
    • Sedang: 0.6 - 1.5 mmol/L (Perlu waspada dan pantau terus)
    • Tinggi: > 1.5 mmol/L (Berisiko KAD, hubungi dokter)
    • Sangat Tinggi: > 3.0 mmol/L (Kondisi darurat, segera ke UGD)
  2. Tes Urine (Kurang Akurat, Menunjukkan hasil yang tertinggal): Menggunakan strip urine yang berubah warna. Meski lebih murah, tes ini menunjukkan kadar keton beberapa jam sebelumnya, bukan kondisi real-time.

Baca juga : Urinalisis untuk Deteksi Diabetes: Cara Kerja dan Akurasinya dalam Diagnosis

Penanganan dan Pencegahan

  • Jika Kadar Sedang (0.6 - 1.5 mmol/L): Minum banyak air, lanjutkan pemberian insulin sesuai anjuran dokter, dan pantau kadar gula dan keton darah setiap 1-2 jam.
  • Jika Kadar Tinggi (>1.5 mmol/L): SEGERA HUBUNGI DOKTER atau datang ke instalasi gawat darurat. Penanganan biasanya memerlukan insulin kerja cepat dan cairan infus di rumah sakit.

Pencegahan terbaik adalah dengan mengelola diabetes dengan disiplin: menyuntik insulin sesuai dosis, memantau gula darah secara rutin, menjaga pola makan, dan memiliki rencana sakit (sick day plan) bersama dokter.

Follow Media Sosial Infolabmed.com untuk update informasi laboratorium terkini melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Dukung perkembangan website infolabmed.com dengan memberikan DONASI terbaikmu secara mudah melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment