Alat Laboratorium Klinik : Fungsi dan Cara Perawatannya
Table of Contents
Infolabmed.com - Laboratorium klinik merupakan salah satu bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Sebagian besar diagnosis dan evaluasi pengobatan bergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium. Dalam diagnosis, petugas lab (ATLM) menggunakan beberapa alat yang sangat membantu dalam pemeriksaan. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman mengenai penggunaan alat - alat yang digunakan, termasuk fungsi serta cara perawatannya.
Jenis - Jenis Alat Laboratorium Klinik Secara Umum dan Fungsinya
1. Sentrifus (Centrifuge)
- Fungsi : Memisahkan komponen darah, urin, atau cairan tubuh lainnya berdasarkan densitas.
- Jenis : Centrifuge hematokrit, microcentrifuge, dan refrigenerated centrifuge.
- Penggunaan : Digunakan dalam pemeriksaan hematologi (pemisahan plasma/serum), urin (sedimen), dan mikrobiologi (pelleting bakteri)
2. Mikroskop
- Fungsi : Observasi morfologi sel darah, mikroorganisme, kristal urin, dan pengamatan jaringan.
- Jenis : Monokular, Binokular, Digital
- Penggunaan : Pengamatan pemeriksaan darah tepi, sediaan patologi, uji mikrobiologi, dsb.
3. Spektrofotometer
- Fungsi : Mengukur konsentrasi zat berdasarkan panjang gelombang cahaya.
- Penggunaan : Pemeriksaan kadar glukosa, ureum, kreatinin, kolesterol, dan parameter kimia lainnya.
4. Alat Hitung Sel Otomatis (Hematology Analyzer)
- Fungsi : Menghitung jumlah sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit) secara otomatis.
- Penggunaan : Dapat mempercepat proses analisis dan mengurangi human eror akibat kesalahan menghitung manual.
5. Urine Analyzer
- Fungsi : Menganalisis parameter kimia urin.
- Penggunaan : Memeriksa zat yang terkandung dalam urin seperti glukosa, protein, bilirubin, dan darah dengan metode dipstick otomatis.
6. Inkubator dan Oven Laboratorium
- Fungsi : Menumbuhkan mikroorganisme (inkubator) dan sterilisasi alat (oven).
- Penggunaan : Rentang suhu inkubator (35-37 °C), oven (160-180°C)
7. Water Bath
- Fungsi : Menjaga suhu tetap stabil selama inkubasi reagen atau reaksi enzimatik.
Prinsip Perawatan Dasar Alat Laboratorium :
1. Pastikan alat selalu dibersihkan setelah penggunaan. Alat bisa dibersihkan dengan tisu dan alkohol.
2. Selalu melakukan kalibrasi alat sesuai jadwal (harian, mingguan, bulanan). Alat bisa dikalibrasi dengan penggunaan bahan kontrol. Kalibrasi ini memastikan hasil pemeriksaan oleh alat tetap akurat dan presisi.
3. Penyimpanan dan penempatan alat berada dalam ruangan berventilasi baik. tempatkan alat pada meja datar, kokoh, serta jauh dari sinar matahari.
4. Selalu mengisi logbook untuk mencatat waktu pemakaian,kalibrasi, serta kejadian khusus apabila terdapat kerusakan sistem.
5. Pelaporan dan kerusakan segera apabila terdapat eror.
Post a Comment