Pemeriksaan Laboratorium untuk Stroke: Jenis Tes dan Interpretasi Hasil yang Harus Diketahui
INFOLABMED.COM - Stroke merupakan kondisi gawat darurat medis yang memerlukan diagnosis cepat dan tepat.
Selain pemeriksaan imaging seperti CT scan atau MRI, pemeriksaan laboratorium memegang peranan penting dalam penegakan diagnosis, menentukan penyebab, dan memantau kondisi pasien stroke.
Baca Juga: Mendeteksi Gangguan Saraf Melalui Evoked Potential Studies: Pemeriksaan Respons Otak terhadap Rangsangan Sensorik
Peran Pemeriksaan Laboratorium dalam Stroke
Pemeriksaan lab membantu:
✔ Membedakan stroke iskemik dan hemoragik
✔ Mengidentifikasi faktor risiko dan penyebab stroke
✔ Memantau komplikasi pasca stroke
✔ Menilai kondisi umum pasien
Jenis-Jenis Pemeriksaan Laboratorium untuk Stroke
1. Tes Darah Rutin
Hematologi Lengkap:
- Menilai kadar hemoglobin, leukosit, dan trombosit
- Leukositosis dapat menunjukkan infeksi atau respons inflamasi
Kimia Darah:
- Gula darah (hiperglikemia memperburuk prognosis)
- Elektrolit (natrium, kalium)
- Fungsi ginjal (ureum, kreatinin)
- Profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL)
2. Tes Koagulasi
PT, aPTT, INR:
- Mengevaluasi fungsi pembekuan darah
- Penting untuk pasien yang menggunakan antikoagulan
D-Dimer:
- Meningkat pada trombosis vena dalam dan emboli
3. Biomarker Stroke
Troponin:
- Membedakan stroke dengan serangan jantung
- Peningkatan troponin dapat menunjukkan kerusakan jantung bersamaan
Protein S100B:
- Penanda kerusakan sel otak
GFAP (Glial Fibrillary Acidic Protein):
- Membedakan stroke iskemik dan hemoragik
4. Pemeriksaan Khusus
CRP dan LDH:
- Menilai inflamasi dan kerusakan jaringan
Toksikologi:
- Untuk pasien dengan dugaan stroke akibat obat atau zat tertentu
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
Stroke Iskemik:
- D-Dimer mungkin meningkat
- Biomarker kerusakan otak (S100B, GFAP) bisa positif
Stroke Hemoragik:
- Trombosit mungkin rendah
- PT/aPTT memanjang pada gangguan koagulasi
Pemeriksaan Lanjutan untuk Faktor Risiko
Baca Juga: Mengenal Carotid Artery Duplex Scan: Pemeriksaan Noninvasif untuk Mendeteksi Penyumbatan Arteri Karotis
- Tes ANA dan Anti-dsDNA (untuk autoimun)
- Homosistein (faktor risiko stroke)
- Tes Genetik (untuk kondisi seperti CADASIL)
Follow Media Sosial Infolabmed.com di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Dukung kami dengan Donasi via DANA.

Post a Comment