Jaundice: Penyebab, Gejala, dan Penanganan Kuning pada Kulit dan Mata

Table of Contents

 

Jaundice: Penyebab, Gejala, dan Penanganan Kuning pada Kulit dan Mata

INFOLABMED.COM – Jaundice (atau ikterus) adalah kondisi medis yang menyebabkan kulit, mata, dan selaput lendir berwarna kuning akibat penumpukan bilirubin dalam darah. 

Kondisi ini bisa terjadi pada bayi baru lahir hingga orang dewasa dengan berbagai penyebab. 

Baca Juga: Memahami Bilirubin: Tes Penting untuk Kesehatan Hati Anda

Apa saja yang perlu Anda ketahui tentang jaundice? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Jaundice?

Jaundice adalah perubahan warna kuning pada tubuh yang terjadi ketika kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah melebihi normal (≥2 mg/dL). 

Bilirubin diproduksi dari pemecahan sel darah merah dan seharusnya diproses oleh hati sebelum dibuang melalui tinja.

3 Jenis Jaundice Berdasarkan Penyebabnya

  1. Jaundice Hepatoseluler

    • Kerusakan sel hati (hepatitis, sirosis)
    • Gejala: Kuning + mual, lemas, nyeri perut kanan
  2. Jaundice Obstruktif

    • Sumbatan saluran empedu (batu empedu, tumor)
    • Gejala: Kuning + gatal, urine gelap, tinja pucat
  3. Jaundice Hemolitik

    • Pemecahan sel darah merah berlebihan (malaria, thalassemia)
    • Gejala: Kuning + anemia, limpa membesar

Penyebab Jaundice Berdasarkan Usia

✔ Bayi Baru Lahir:

  • Fisiologis (normal, muncul hari ke-2-4)
  • ASI jaundice
  • Inkompatibilitas Rhesus

✔ Anak & Dewasa:

  • Hepatitis A/B/C
  • Batu empedu
  • Kanker pankreas/hati
  • Efek obat tertentu

Gejala Jaundice yang Perlu Diwaspadai

✓ Kulit & bagian putih mata menguning
✓ Warna urine seperti teh
✓ Tinja pucat atau berwarna dempul
✓ Gatal-gatal di seluruh tubuh
✓ Nyeri perut bagian kanan atas

Pemeriksaan untuk Diagnosa Jaundice

  1. Tes Darah:

    • Kadar bilirubin total & direk
    • Fungsi hati (SGOT/SGPT, ALP)
    • Hitung darah lengkap
  2. Pencitraan:

    • USG abdomen
    • CT Scan/MRI jika dicurigai tumor
  3. Biopsi Hati (jika diperlukan)

Penanganan Jaundice

1. Pada Bayi:

  • Fototerapi (sinar biru khusus)
  • Transfusi tukar (kasus berat)
  • Monitoring ketat

2. Pada Dewasa:

  • Terapi sesuai penyebab:
    • Obat antivirus (untuk hepatitis)
    • ERCP (untuk batu empedu)
    • Operasi (jika ada tumor)
  • Diet rendah lemak

Komplikasi Jaundice yang Berbahaya

• Kernikterus (pada bayi): Kerusakan otak akibat bilirubin sangat tinggi
• Gagal hati akut
• Sepsis

Pencegahan Jaundice

Baca Juga: Inovasi Alat Pemeriksaan Bilirubin In Vitro/POCT: Deteksi Cepat untuk Penanganan Hiperbilirubinemia​

• Imunisasi hepatitis B
• Hindari konsumsi alkohol berlebihan
• Penggunaan obat sesuai resep
• Skrining bayi baru lahir

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, atau Twitter/X. Dukung perkembangan konten kesehatan kami via Donasi DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment