Teknik Pewarnaan Albert: Metode Khusus untuk Identifikasi Granula Metakromatik pada Corynebacterium diphtheriae

Table of Contents

 

Teknik Pewarnaan Albert: Metode Khusus untuk Identifikasi Granula Metakromatik pada Corynebacterium diphtheriae

INFOLABMED.COM - Teknik pewarnaan Albert merupakan metode pewarnaan khusus yang digunakan untuk mendemonstrasikan struktur tertentu pada bakteri, khususnya granula metakromatik yang ditemukan pada Corynebacterium diphtheriae. 

Bakteri ini bertanggung jawab atas penyakit difteri, yang menjadi perhatian utama dalam kesehatan masyarakat.

Latar Belakang Corynebacterium diphtheriae

Nama Corynebacterium berasal dari kata Yunani "Coryne," yang mengacu pada bentuk seperti tongkat dari bakteri ini yang terlihat pada kultur lama. 

Granula penyimpanan dalam bakteri ini disebut granula metakromatik karena memiliki sifat metakromasia, yaitu granula tersebut tampak berwarna berbeda dari warna pewarna yang digunakan. 

Saat diwarnai dengan polikrom metilen biru, granula ini tampak ungu, sementara sisa bacillus berwarna biru. 

Granula ini terdiri dari polimetafosfat dan dikenal dengan berbagai nama lain seperti badan volutin, granula Babe-Ernst, atau badan polar.

Bakteri ini menghasilkan granula dalam jumlah banyak ketika ditumbuhkan pada media kaya nutrisi seperti serum Loeffler.

Prosedur Pewarnaan Albert

Saat diwarnai dengan pewarna Albert, bacillus berwarna hijau sedangkan granula berwarna hitam kebiruan.

 Proses pewarnaan Albert melibatkan dua larutan: larutan Albert A dan larutan Albert B.

 Larutan Albert A terdiri dari toluidin biru, malachite hijau, asam asetat glasial, dan etil alkohol. 

Larutan Albert B mengandung yodium dan kalium iodida dalam air.

Berikut adalah langkah-langkah dalam prosedur pewarnaan Albert:

  1. Persiapan Bahan dan Alat:

    • Kaca objek dengan smear
    • Rak pewarnaan
    • Larutan Albert A
    • Larutan Albert B
    • Kertas hisap
    • Minyak imersi
    • Mikroskop
  2. Proses Pewarnaan:

    • Letakkan kaca objek pada rak pewarnaan dengan smear menghadap ke atas.
    • Tutupi smear dengan larutan Albert A dan biarkan selama 7 menit.
    • Tuangkan larutan dan bilas kaca objek dalam larutan Albert B (tidak dengan air keran).
    • Letakkan kembali kaca objek pada rak dan tutupi smear dengan larutan Albert B selama dua menit.
    • Tuangkan larutan dan bilas kaca objek dengan air keran.
    • Keringkan kaca objek menggunakan kertas hisap.
    • Letakkan setetes minyak imersi pada smear dan amati di bawah mikroskop dengan lensa imersi.
  3. Observasi:

    • Bakteri berbentuk batang berwarna hijau yang tersusun pada sudut tertentu menyerupai huruf 'L', 'V', atau pola huruf Cina.
    • Granula metakromatik berwarna hitam kebiruan terlihat pada kutub bakteri.

Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa smear yang diberikan mengandung bakteri yang morfologinya menyerupai Corynebacterium diphtheriae. 

Hasil ini menegaskan pentingnya teknik pewarnaan Albert dalam identifikasi dan diagnosis infeksi difteri.

Pentingnya Teknik Pewarnaan Albert

Pewarnaan Albert merupakan alat diagnostik yang vital dalam mikrobiologi klinis, khususnya untuk mendeteksi dan mengidentifikasi Corynebacterium diphtheriae. 

Dengan metode ini, laboratorium kesehatan dapat dengan cepat dan akurat mengidentifikasi bakteri penyebab difteri, sehingga langkah-langkah penanganan yang tepat dapat segera diambil untuk mencegah penyebaran penyakit ini.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment