Prosedur Heel Stick pada Bayi Baru Lahir: Teknik Minim Invasif untuk Pengambilan Darah

Table of Contents

 

Prosedur Heel Stick pada Bayi Baru Lahir Teknik Minim Invasif untuk Pengambilan Darah
Foto : healthjade.net

INFOLABMED.COM Heel stick pada bayi baru lahir adalah prosedur minimal invasif yang sering digunakan untuk mengambil darah kapiler dari tumit bayi.

 Teknik  Heel stick pada bayi baru lahir sangat umum digunakan dalam berbagai tes laboratorium, terutama untuk skrining bayi baru lahir dan pengukuran kadar glukosa. 

Di unit perawatan intensif neonatal (NICU), heel stick menjadi prosedur invasif yang paling sering dilakukan berkat teknik laboratorium yang lebih baik dan perangkat lancing otomatis yang mengurangi trauma dan rasa sakit.

Metode Pengambilan Darah Melalui Heel Stick

Prosedur ini dimulai dengan memanaskan tumit bayi menggunakan pemanas tumit yang tersedia secara komersial atau popok yang telah dipanaskan di bawah air hangat. 

Pemanasan ini membantu meningkatkan suplai darah dan mengarterialisasi sampel.

 Area yang akan ditusuk harus dibersihkan dengan alkohol swab, dan orang yang melakukan prosedur harus memakai sarung tangan yang sesuai.

Penusukan dilakukan pada bagian paling medial atau lateral dari permukaan plantar tumit, bukan pada lengkungan posterior untuk menghindari tulang kalkaneus. 

Lancet yang digunakan harus masuk tidak lebih dari 2-3 mm. Setelah penusukan, tetesan darah pertama harus dihapus untuk menghilangkan jus jaringan yang dapat meningkatkan pembekuan di tempat tersebut.

Dengan menggunakan tiga jari pada sisi ulnar untuk memegang area pergelangan kaki, darah bisa dikeluarkan melalui tekanan ringan dan gerakan memerah. 

Untuk menghindari memar, tekanan yang diberikan harus terbatas. Tetesan darah yang besar harus dibiarkan terbentuk sebelum dikumpulkan ke dalam mikrotube tanpa menggores darah ke dalam tabung.

Keunggulan dan Tantangan Heel Stick

Teknik pengambilan darah melalui heel stick memungkinkan pengambilan sampel darah dalam jumlah cukup hampir pada semua neonatus tanpa menyebabkan hemolisis yang signifikan jika dilakukan dengan benar. 

Namun, karena memerlukan keterampilan teknis khusus, idealnya prosedur ini dilakukan oleh staf berpengalaman yang sering melakukannya. 

Program pelatihan yang berkesinambungan sangat penting untuk mempertahankan keterampilan khusus ini.

Meskipun ada bukti bahwa venipuncture yang terampil dapat mengurangi jumlah tusukan dan rasa sakit pada neonatus cukup bulan, hasil ini mungkin tidak berlaku untuk bayi prematur atau bayi yang membutuhkan pengambilan darah berulang kali.

 Perkembangan perangkat lancing yang lebih efektif dan kurang menyakitkan juga dapat meningkatkan manfaat relatif dari teknik heel stick ini.

Penanganan Nyeri pada Prosedur Heel Stick

Anestesi lokal atau sistemik standar tidak diperlukan untuk pengambilan sampel darah melalui heel stick. 

Sucrose oral, pengurangan cahaya dan kebisingan sekitar, serta pembungkusan (swaddling) telah terbukti memiliki efek anestesi yang signifikan pada bayi. 

Menggendong bayi dalam posisi yang sesuai dengan perkembangan juga membantu mengurangi rasa sakit selama prosedur.

Indikasi dan Kontraindikasi Heel Stick

Heel stick diindikasikan saat darah kapiler dapat diterima sebagai sumber sampel, seperti untuk tes kimia umum, hitung darah lengkap (CBC), toksikologi, skrining bayi baru lahir, pemantauan glukosa, dan analisis gas darah. 

Namun, prosedur ini tidak boleh dilakukan jika ada cedera signifikan, infeksi, anomali, atau edema pada area pengambilan sampel.

Risiko dan Komplikasi Heel Stick

Komplikasi dari heel stick termasuk rasa sakit, infeksi, jaringan parut, dan hasil yang tidak akurat akibat hemolisis atau gelembung udara. 

Teknik yang tidak tepat dapat merusak struktur kaki, termasuk tulang kalkaneus dan jaringan lunak. 

Untuk menghindari kerusakan, penting untuk membatasi area tusukan pada aspek medial dan lateral dari setiap bantalan tumit.

Heel stick adalah metode yang aman dan efektif untuk pengambilan darah pada bayi baru lahir jika dilakukan dengan benar oleh staf terlatih. 

Pengembangan perangkat yang lebih baik dan pelatihan yang berkesinambungan akan terus meningkatkan hasil dan kenyamanan bagi pasien kecil ini.

Penyesuaian Teknik untuk Setiap Bayi Berbeda

Meskipun heel stick merupakan pilihan yang tepat untuk sebagian besar bayi, termasuk bayi prematur dan neonatus, penggunaannya harus disesuaikan dengan perkembangan bayi. 

Setelah bayi mulai bisa mengangkat kakinya ke mulut, biasanya sekitar usia 4 hingga 7 bulan, penggunaan heel stick menjadi kurang ideal karena risiko menelan perban atau menimbulkan cedera.

 Pada usia 8 hingga 12 bulan, ketika bayi mulai berdiri dan berjalan, tumit mereka mulai menanggung beban, sehingga pengambilan darah melalui tumit tidak lagi direkomendasikan.

Alternatif Heel Stick

Untuk bayi yang lebih tua atau ketika heel stick tidak memungkinkan, pengambilan sampel darah kapiler dapat dilakukan melalui jari. 

Finger stick pada bayi membutuhkan langkah-langkah keamanan khusus dengan menggunakan lancet yang lebih kecil untuk mengurangi risiko cedera pada tulang dan tulang rawan.

Perawatan dan Pemantauan Pasca Prosedur

Setelah pengambilan sampel darah selesai, area tusukan harus diberi tekanan hingga pendarahan berhenti dan kemudian ditutup dengan kasa atau perban. 

Pemantauan pasca prosedur sangat penting untuk menghindari infeksi atau komplikasi lainnya.

Mengatasi Tantangan dan Komplikasi

Meskipun heel stick adalah prosedur yang relatif aman, ada beberapa komplikasi potensial yang perlu diperhatikan:

  1. Nyeri: Penggunaan teknik pengurangan nyeri seperti oral sucrose dan swaddling dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.
  2. Infeksi: Menjaga kebersihan dan menggunakan antiseptik sebelum prosedur dapat mencegah infeksi.
  3. Hemolisis dan Hasil yang Tidak Akurat: Menghindari tekanan berlebihan pada tumit dan memastikan teknik pengambilan sampel yang benar dapat mencegah hemolisis dan hasil yang tidak akurat.
  4. Cedera pada Tumit: Menghindari tusukan terlalu dalam dan memilih lokasi tusukan yang tepat dapat mencegah cedera pada tulang kalkaneus.

Heel stick merupakan metode yang sangat berguna dan efektif untuk pengambilan darah pada bayi baru lahir dan bayi muda. 

Keuntungan dari prosedur ini meliputi kemampuan untuk mendapatkan sampel darah dengan trauma minimal dan melindungi akses vena untuk penggunaan di masa depan. 

Dengan pelatihan yang tepat dan penggunaan teknik yang benar, risiko komplikasi dapat diminimalkan, menjadikan heel stick sebagai prosedur standar yang andal dalam perawatan neonatal.

Perkembangan perangkat lancing otomatis yang lebih baik serta program pelatihan berkesinambungan untuk staf medis akan terus meningkatkan efektivitas dan keamanan prosedur ini, memastikan bahwa bayi baru lahir mendapatkan perawatan yang terbaik dan paling nyaman selama masa kritis awal kehidupan mereka.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment