Uji Imunosensi Fluoresensi (FIA)

Table of Contents

 

Uji Imunosensi Fluoresensi (FIA)
Skema TRFIA. (Foto : creative-biolabs.com)

INFOLABMED.COM - Fluorescence immunoassay (FIA) adalah teknik sederhana, cepat, dan sensitif yang digunakan untuk mengukur banyak senyawa termasuk obat, hormon, dan protein. 

Metode Fluorescence immunoassay (FIA) telah banyak diterapkan dalam industri diagnostik in vitro (IVD). 


Pengenalan Fluorescence immunoassay (FIA)

Immunoassay adalah metode bioanalitik yang sangat selektif yang mengukur keberadaan atau konsentrasi analit termasuk makromolekul dan molekul kecil dalam larutan melalui penggunaan antibodi atau antigen sebagai agen biorekognisi. 

Metode ini didasarkan pada kekhususan antibodi terhadap antigennya. Probe fluoresen, sebagai sinyal yang dapat dideteksi, telah banyak digunakan dalam immunoassay. 

Probe fluoresen memiliki banyak keunggulan sebagai sinyal yang dapat dideteksi termasuk sensitivitas tinggi dan beragam sifat terukur seperti intensitas emisi, orientasi, bentuk gelombang, dan masa pakai. 

Dalam Fluorescence immunoassay (FIA)  klasik, pewarna fluoresen yang menyinari sinar UV digunakan untuk mendeteksi pengikatan spesifik antigen dan antibodi. 

Pewarna fluoresen, fluorescein isothiocyanate dan lissamine rhodamine memancarkan fluoresensi biru-hijau dan oranye-merah, masing-masing di bawah sinar UV pada mikroskop fluoresensi. 

Keuntungan metode FIA ​​mencakup deteksi sensitivitas analit yang lebih tinggi, reagen yang disederhanakan, dan desain pengujian yang lebih sederhana.

Dengan berkembangnya teknologi pelabelan fluoresen dan teknologi instrumental, berbagai teknologi terkait FIA telah dikembangkan, antara lain:

1) Fluorescent excitation transfer immunoassay

2) Fluorescence polarization immunoassay (FPIA)

3) Time-Resolved Fluorescence Immunoassays (TRFIA)

4) Fluorescence Energy Transfer Immunoassays

5) Phase-Modulation Fluorescence Spectroscopy

6) Phase-Resolved Fluoroimmunoassays

7) Phase Fluorescence and Fluorescence Lifetime Immunoassays

8) Liposome Fluoroimmunoassays


Diagnosis Karsinoma Hepatoseluler berbasis TRFIA

Karsinoma hepatoseluler adalah neoplasma ganas keenam yang paling umum dan menyerang 626.000 orang setiap tahunnya. 

Perlu dikembangkan metode sensitif untuk mendiagnosis penyakit ini sedini mungkin. Chen dkk. (2016) merancang dan mengembangkan kit TRFIA-GPC3 yang efektif, sensitif, dan andal untuk mendiagnosis karsinoma hepatoseluler. 

Dalam studi tersebut, sandwich TRFIA digunakan untuk mendeteksi serum GPC3 yang merupakan penanda baru potensial untuk karsinoma hepatoseluler, dengan konsentrasi terendah yang dapat dideteksi yaitu 38,74 pg/mL.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment