Segala yang Perlu Anda Ketahui tentang Jumlah Retikulosit

 

Segala yang Perlu Anda Ketahui tentang Jumlah Retikulosit
Retikulosit. (Foto : onioktavia.wordpress.com)

INFOLABMED.COM - Retikulosit merupakan sel darah merah yang masih dalam proses berkembang. Retikulosit juga dikenal sebagai sel darah merah yang belum matang. 

Retikulosit dibuat di sumsum tulang kemduian akan dikirim ke aliran darah. Sekitar dua hari setelah terbentuk, mereka berkembang menjadi sel darah merah yang matang.

Seperti yang kita ketahui, fungsi dari sel darah merah salah satunya adalah untuk memindahkan oksigen dari paru-paru ke setiap sel di tubuh Anda.

Hitung retikulosit (hitungan retik) yaitu mengukur jumlah retikulosit dalam darah. Jika hitungannya terlalu tinggi atau terlalu rendah, hal ini dapat berarti masalah kesehatan yang serius, seperti anemia dan gangguan pada sumsum tulang , hati , dan ginjal .

Untuk apa Pemeriksaan Hitung Retikulosit digunakan?

Seperti yang sudah di sebutkan diatas, hitung retikulosit paling sering digunakan untuk:

  • Mendiagnosis jenis anemia tertentu. Anemia adalah suatu kondisi di mana darah Anda memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari normal. Ada beberapa bentuk dan penyebab anemia yang berbeda.
  • Melihat apakah pengobatan untuk anemia berhasil
  • Melihat apakah sumsum tulang menghasilkan jumlah sel darah yang tepat
  • Memeriksa fungsi sumsum tulang setelah kemoterapi atau transplantasi sumsum tulang


Mengapa Perlu Dilakukan Pemeriksaan Jumlah Retikulosit?

Anda mungkin memerlukan pemeriksaan jumlah retikulosit, jika:

  • Pemeriksaan darah lainnya menunjukkan jumlah sel darah merah Anda tidak normal. Beberapa pemeriksaan sel darah merah ini diantaranya seperti pemeriksaan hitung darah lengkap , pemeriksaan hemoglobin , dan/atau pemeriksaan hematokrit .
  • Anda sedang dirawat dengan radiasi atau kemoterapi
  • Anda baru saja menerima transplantasi sumsum tulang

Anda mungkin juga memerlukan tes jumlah retikulosit ini jika Anda memiliki gejala anemia, seperti :

  • Kelelahan
  • Kelemahan
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Tangan dan/atau kaki dingin

Kadang-kadang bayi baru lahir juga dilakukan tes jumlah retikulosit untuk mengetahui kondisi yang disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

Kondisi ini biasa terjadi ketika darah ibu tidak cocok dengan bayi yang dikandungnya. Hal ini dikenal sebagai ketidakcocokan Rh (rhesus).

 Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu menyerang sel darah merah bayi. Kebanyakan wanita hamil dites untuk mengetahui ketidakcocokan Rh sebagai bagian dari pemeriksaan prenatal rutin .

Apa yang terjadi selama proses pengamilan sampel dan pemeriksaan hitung retikulosit?

Seorang petugas fpebbotomi akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan Anda, menggunakan jarum kecil. 

Setelah jarum dimasukkan, sejumlah kecil darah akan dikumpulkan ke dalam tabung reaksi atau vial.

Anda mungkin merasa sedikit perih saat jarum masuk atau keluar. Proses flebotomi ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit.

Untuk pengambilan darah pada bayi baru lahir, pertama-tama seorang flebotomis akan membersihkan tumit bayi Anda dengan alkohol dan menusuk tumitnya dengan jarum kecil. 

Dari luka jarum tersbeut akan dikumpulkan beberapa tetes darah kedalam tabung micro tube, setelah itu luka tersebut akan di tutup menggunakan kapas steril.

Apakah saya memerlukan persiapan untuk pemeriksaan hitung retikulosit?

Anda tidak memerlukan persiapan khusus untuk tes jumlah retikulosit.


Apakah ada risiko dalam pemeriksaan hitung retikulosit?

Setelah dilakukan flebotomi (pengambilan darah), Anda mungkin akan merasakan sedikit nyeri atau memar di tempat jarum dimasukkan, namun sebagian besar gejala hilang dengan cepat.

Risiko terhadap bayi Anda dengan tes tusuk jarum sangat kecil. Bayi Anda mungkin merasa sedikit terjepit ketika tumitnya ditusuk, dan memar kecil bisa terbentuk di tempat tersebut. Ini akan hilang dengan cepat.

Jumlah retikulosit dihitung pada mikroskop cahaya dengan perbesaran 100 x 10, dihitung minimal per 1000 eritrosit dalam lapang pandang lebih dari 10. Jumlah retikulosit yang ditemukan dalam lapang pandang tersebut dicatat (Riadi Wirawan, 2011).

Jumlah retikulosit dapat dilaporkan dalam persen atau permil terhadap jumlah eritrosit total atau dilaporkan dalam jumlah mutlak (Riadi Wirawan, 2011).

Pemeriksaan jumlah retikulosit

Prinsip pemeriksaan

Retikulosit adalah eritrosit muda yang tidak berinti dan di dalam sitoplasmanya masih terdapat sisa ribosom dan RNA. Sisa ribosom dan RNA dapat dilihat dengan pewarnaan New Methylene Blue (NMB) atau Brilliant Cresyl Blue (BCB). 

Sisa RNA tampak sebagai filamen atau granula berwarna ungu atau biru tergantung zat warna yang dipakai dan hanya terlihat pada sediaan yang tidak difiksasi dan diwarnai dalam keadaan vital (Riadi Wirawan, 2011).

Metode pemeriksaan jumlah retikulosit

Ada 2 metode pemeriksaan, yaitu cara sediaan basah dan sediaan kering.

Sediaan basah

  1. Taruhlah satu tetes larutan BCB dalam metilalkohol (metanol) di tengah-tengah kaca obyek dan biarkan sampai kering atau taruhlah satu tetes larutan zat warna BCB di atas kaca obyek.
  2. Taruhlah setetes kecil darah di atas bercak kering atau ke atas tetes zat warna dan segeralah campur darah dan zat warna itu dengan memakai sudut kaca obyek lain.
  3. Tutuplah tetes darah itu dengan kaca penutup, lapisan darah dalam sediaan basah ini harus tipis benar.
  4. Biarkan beberapa menit atau masukkanlah ke dalam cawan petri yang berisi kertas saring basah jika sekiranya pemeriksaan selanjutnya terpaksa ditunda.
  5. Periksalah memakai lensa minyak imersi dan tentukan berapa banyak retikulosit didapat antara 1000 eritrosit.

Sediaan kering

  1. Masukkanlah 0,5 sampai 1 mL larutan pewarna (dalam garam) ke dalam tabung kecil.
  2. Campurlah 5 tetes darah dengan larutan tadi dan biarkan selama 30 menit.
  3. Mengambil 1 tetes dari campuran itu untuk membuat sediaan apus seperti biasa yang kemudian dipulas Wright atau Giemsa. Campuran di atas boleh juga dipakai untuk membuat sediaan basah: setetes diletakkan ke atas kaca obyek dengan ditutup kemudian oleh kaca penutup.
  4. Periksalah dengan lensa imersi dan hitunglah jumlah retikulosit yang terlihat per 1000 eritrosit (Gandasubrata, 2007).


Apa arti hasil pemeriksaan hitung Retikulosit?

Jika hasil Anda menunjukkan jumlah retikulosit (retikulositosis) yang lebih tinggi dari normal, ini mungkin berarti:

  • Anda menderita anemia hemolitik , sejenis anemia di mana sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk menggantikannya.
  • Bayi Anda menderita penyakit hemolitik pada bayi baru lahir , suatu kondisi yang membatasi kemampuan darah bayi untuk membawa oksigen ke organ dan jaringan.

Jika hasil Anda menunjukkan jumlah retikulosit yang lebih rendah dari normal, itu mungkin berarti Anda memiliki:

  • Anemia defisiensi besi , suatu jenis anemia yang terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup zat besi dalam tubuh Anda.
  • Anemia pernisiosa , yaitu jenis anemia yang disebabkan oleh tidak mendapatkan cukup vitamin B tertentu (B12 dan folat ) dalam makanan Anda, atau ketika tubuh Anda tidak dapat menyerap cukup vitamin B.
  • Anemia aplastik , sejenis anemia yang terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu membuat sel darah dalam jumlah yang cukup.
  • Kegagalan sumsum tulang , yang mungkin disebabkan oleh infeksi atau kanker.
  • Penyakit ginjal
  • Sirosis , jaringan parut pada hati

Hasil tes hitug jumlah retikulosit akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan darah lainnya. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang hasil Anda atau hasil anak Anda, bicarakan dengan dokter spesialis Anda.

Selain itu, Anda juga dapat membaca-baca lebih lanjut tentang tes laboratorium, rentang referensi atau nilai normal, dan pemahaman hasil pemeriksaan jumlah retikulosit.

Apakah ada hal lain yang perlu saya ketahui tentang jumlah retikulosit?

Jika hasil tes jumlah retikulosit Anda tidak normal, bukan berarti Anda menderita anemia atau masalah kesehatan lainnya. Jumlah retikulosit seringkali lebih tinggi selama kehamilan. 

Anda juga mungkin mengalami peningkatan jumlah retikulosit sementara, ketika Anda pindah ke lokasi dengan ketinggian yang tinggi. 

Hitungannya akan kembali normal setelah tubuh Anda menyesuaikan diri dengan tingkat oksigen yang lebih rendah yang terjadi di lingkungan dataran tinggi.***

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments