Mengenal Lebih Dalam Tentang Lupus: Gangguan Autoimun Inflamasi Kronis

Table of Contents

 

SLE (Systemic Lupus Erythematosus). (Foto : mosselbayadvertiser.com)

INFOLABMED.COM - Lupus, atau yang dikenal sebagai SLE (Systemic Lupus Erythematosus), adalah gangguan autoimun inflamasi kronis yang dapat mempengaruhi berbagai sistem organ, termasuk kulit, sendi, sel darah, dan organ internal seperti ginjal, serta kadang-kadang otak. 

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi gambaran umum tentang lupus, tipe-tipe yang ada, gejala, diagnosis, serta pilihan pengobatan yang tersedia.

Apa itu Lupus?

Lupus adalah kondisi yang kompleks, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ sendiri.

 SLE, bentuk lupus yang paling umum, terutama mempengaruhi wanita lebih sering daripada pria, biasanya muncul di rentang usia 20-40 tahun, meskipun anak-anak, termasuk bayi baru lahir, dan orang dewasa juga bisa terkena.

Tipe-Tipe Lupus

  1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE):

    • Mempengaruhi banyak bagian tubuh (sistemik).
  2. Discoid Lupus:

    • Dikenali dari ruam kulit kronis, seperti di wajah atau kulit kepala; sekitar 15-20% penderita dapat berkembang menjadi SLE.
  3. Subacute Cutaneous Lupus:

    • Terkait dengan lesi kulit pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari.
  4. Drug-Induced Lupus:

    • Dapat disebabkan oleh beberapa obat tertentu, seperti antibiotik isoniazid dan obat tekanan darah tinggi.
  5. Neonatal Lupus:

    • Bentuk langka lupus yang mempengaruhi bayi baru lahir, terkait dengan ruam kulit, masalah hati, dan jumlah darah rendah pada saat lahir.

Gejala Lupus

Gejala lupus bervariasi, mulai dari ruam seperti kupu-kupu di hidung dan pipi, hingga nyeri otot, kelelahan persisten, dan bahkan kerusakan organ seperti ginjal.

 Lupus dapat bersifat fluktuatif dan dipicu oleh stres fisik atau emosional, serta paparan sinar matahari.

Diagnosis dan Pengobatan

  1. Tes Diagnostik:

    • Tes antibodi seperti ANA positif pada sebagian besar penderita SLE.
    • Antibodi anti-double stranded DNA dan anti-Sm seringkali terkait dengan keterlibatan ginjal.
  2. Pengobatan:

    • Saat ini belum ada obat untuk lupus, namun pengelolaan gejala dan pencegahan flare-up dapat dilakukan.
    • Penggunaan NSAIDs, antimalaria, kortikosteroid, dan imunosupresan tergantung pada gejala dan keparahan kondisi.

FAQ: Sering Ditanyakan tentang Lupus

Pertanyaan: Dokter bilang tes ANA saya positif, tapi tidak yakin saya memiliki lupus. Bagaimana ini bisa terjadi? Jawab: Tes ANA yang positif tidak selalu menunjukkan lupus. Diagnosis lupus memerlukan fitur klinis yang mencukupi dan hasil tes laboratorium lainnya.***

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Post a Comment