Memahami Phlebotomy: Teknik, Indikasi, dan Komplikasi

 

Memahami Phlebotomy Teknik, Indikasi, dan Komplikasi
Foto : Los Muertos Crew by Canva

INFOLABMED.COM - Phlebotomy atau pungsi vena merupakan suatu tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengambil sampel darah yang akan digunakan dalam berbagai analisis medis seperti hematologi, biokimia, atau mikrobiologi. 

Tindakan ini membutuhkan keahlian dan ketelitian agar dapat menghasilkan sampel darah yang berkualitas tanpa menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien.

Apa Itu Phlebotomy?

Phlebotomy atau pungsi vena adalah tindakan medis yang melibatkan penyisipan jarum ke dalam vena dengan tujuan mengambil sampel darah. 

Teknik ini penting dalam proses diagnosis dan penatalaksanaan berbagai kondisi klinis. Dengan keterampilan yang tepat, phlebotomy dapat dilakukan dengan aman dan efisien.

Indikasi Phlebotomy

Indikasi untuk melakukan phlebotomy meliputi:

  • Pengambilan sampel darah untuk analisis laboratorium.
  • Administrasi obat intravena.
  • Infus jangka pendek.
  • Analisis gas darah vena jika pungsi arteri tidak dapat dilakukan.
  • Tindakan terapeutik seperti pada kasus polisitemia vera.

Kontraindikasi

Meskipun phlebotomy adalah prosedur yang umum dan relatif aman, ada beberapa kondisi di mana tindakan ini sebaiknya dihindari atau dilakukan dengan hati-hati, seperti pada kasus phlebitis, hematoma, atau jika pasien telah memiliki akses intravena yang terpasang.

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel darah dengan phlebotomy harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari kontaminasi dan komplikasi. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Identifikasi lokasi vena yang cocok untuk pungsi (penusukan oleh jarum).
  2. Pemasangan torniket untuk membantu vena terlihat lebih jelas.
  3. Menjaga kebersihan area pungsi dengan tindakan asepsis.
  4. Memasukkan jarum dengan tepat dan mengambil sampel darah.
  5. Melepas torniket sebelum mengeluarkan jarum.
  6. Menekan area pungsi dengan lembut untuk menghentikan perdarahan.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Seperti halnya dengan banyak prosedur medis, phlebotomy juga memiliki risiko komplikasi, meskipun risiko ini biasanya rendah. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul adalah:

  • Hematoma: Pembengkakan dan perdarahan di area pungsi.
  • Ekstravasasi: Keluarnya cairan infus ke dalam jaringan sekitar.
  • Phlebitis: Peradangan pada vena.
  • Sinkop: Pingsan atau penurunan tekanan darah.
  • Edema: Pembengkakan karena penumpukan cairan.
  • Trombus: Pembentukan gumpalan darah di dalam vena.

Edukasi Pasien

Sebagai bagian dari prinsip pelayanan yang baik, penting untuk memberikan edukasi kepada pasien mengenai prosedur phlebotomy, termasuk tujuan dan risiko yang terkait.

 Hal ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan medis.

Pedoman Klinis

Dalam melakukan phlebotomy, penting untuk mengikuti pedoman klinis yang telah ditetapkan, baik itu oleh institusi kesehatan maupun organisasi terkait seperti WHO. 

Pedoman ini memberikan arahan yang jelas mengenai teknik pengambilan sampel, penggunaan alat yang tepat, dan langkah-langkah untuk mengurangi risiko komplikasi.

Phlebotomy merupakan tindakan medis yang penting dalam diagnosis dan penatalaksanaan berbagai kondisi klinis.

 Dengan pemahaman yang baik mengenai teknik, indikasi, dan komplikasi yang mungkin terjadi, dokter dan tenaga medis lainnya dapat melakukan phlebotomy dengan aman dan efektif, sehingga memastikan kualitas sampel darah yang diperoleh dan kenyamanan pasien.***

Referensi

  • Shlamovitz GZ. Phlebotomy. Medscape. 2021.
  • Buowari OY. Complication of venepuncture. Advances in Bioscience and Biotechnology, 2013.
  • World Health Organization. WHO guidelines on drawing blood: best practices in phlebotomy.

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments