Uji Bilirubin Darah: Deteksi Dini Gangguan Fungsi Hati

Table of Contents

 

Uji Bilirubin Darah Deteksi Dini Gangguan Fungsi Hati
Ilustrasi. (Foto : Bing AI)

INFOLABMED.COM - Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbentuk selama proses normal pemecahan sel darah merah tua dalam tubuh. 

Pigmen ini diolah oleh hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika hati Anda sehat, hanya sedikit bilirubin yang ditemukan dalam darah, tetapi jika hati tidak berfungsi dengan baik, tingkat bilirubin bisa meningkat.

 Hal ini dapat menyebabkan penyakit kuning, suatu kondisi di mana kulit dan mata Anda menjadi kuning. 

Pengukuran kadar bilirubin dalam darah digunakan untuk mendiagnosis dan memantau gangguan hati dan merupakan bagian dari panel Uji Fungsi Hati, serangkaian uji yang mengukur berbagai zat dalam hati. Uji bilirubin juga dilakukan pada bayi baru lahir untuk memantau penyakit kuning.

Mengapa Harus Dilakukan Pemeriksaan Bilirubin?

Jika Anda mengalami gejala seperti penyakit kuning dan dokter Anda mencurigai gangguan hati, mereka akan memesan uji bilirubin sebagai bagian dari panel Uji Fungsi Hati. 

Uji bilirubin dapat membantu menentukan apakah penyakit kuning Anda disebabkan oleh masalah hati atau kondisi di mana terlalu banyak sel darah merah dihancurkan.

Ini dapat dilakukan dengan mengukur dua bentuk kimia bilirubin yang berbeda, yaitu bilirubin terkonjugasi (langsung) dan bilirubin tidak terkonjugasi (tidak langsung).

Penyebab Kadar Bilirubin Darah Tinggi 

  1. Bilirubin Terkonjugasi Tinggi:

    • Kemungkinan penyebab termasuk sumbatan hati atau saluran empedu, mungkin disebabkan oleh batu empedu, hepatitis, trauma, reaksi obat, atau penggunaan alkohol jangka panjang.
  2. Bilirubin Tidak Terkonjugasi Tinggi:

    • Hemolisis (pemecahan sel darah merah).
    • Anemia hemolitik, dapat disebabkan oleh kondisi turunan (anemia sel sabit dan thalassemia) atau diperoleh melalui sejumlah kondisi seperti infeksi, kanker darah, gangguan autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau kolitis ulserativa, dan sebagai reaksi terhadap beberapa obat.

Jaundice (kuning) pada Bayi dan Anak Baru Lahir

Beberapa bayi lahir dengan penyakit kuning karena hati mereka belum berkembang cukup untuk menghilangkan bilirubin. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik dalam beberapa hari. 

Namun, jika kadar bilirubin terlalu tinggi, perawatan seperti fototerapi, transfusi darah, dan obat-obatan dapat diperlukan.

Pemahaman Hasil Uji

  • Sample: Darah
  • Persiapan: Tidak ada
  • Membaca Laporan Uji Anda:
    • Hasil bilirubin tinggi menunjukkan penyakit kuning, dan pengobatan akan bergantung pada penyebabnya.

Pertanyaan untuk Dokter

  • Mengapa uji ini perlu dilakukan?
  • Apakah saya perlu menyiapkan diri (puasa atau hindari obat) untuk pengumpulan sampel?
  • Apakah hasil yang abnormal berarti saya perlu uji lanjutan?
  • Bagaimana ini bisa mengubah jalannya perawatan saya?
  • Apa yang akan terjadi selanjutnya setelah uji ini?

Pengetahuan Tambahan

Kenaikan bilirubin dapat disebabkan oleh masalah metabolisme, sumbatan saluran empedu, infeksi, kerusakan fisik atau kimia pada hati, atau kelainan turunan seperti sindrom Gilbert, Rotor, Dubin-Johnson, atau Crigler-Najjar.

Mengerti kadar bilirubin dalam tubuh adalah langkah penting dalam mendiagnosis dan merawat gangguan hati. 

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil uji Anda.***


#Bilirubin #UjiPatologi #KesehatanHati #PenyakitKuning #GangguanHati #Fototerapi #AnemiaHemolitik #BayiBaruLahir #KesehatanAnak #SakitHati

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment