Uji Amylase

 

Uji Amylase
Uji Amylase. (Foto : Md Ariful Islam by Canva)

INFOLABMED.COM - Amylase adalah enzim penting dalam tubuh kita yang membantu mencerna karbohidrat. 

Uji amylase digunakan untuk mengukur kadar amylase dalam darah atau urine, dan hasil yang abnormal dapat menunjukkan gangguan pada pankreas.

Oleh karena itu, Infolabmed akan merangkum artikel lebih lanjut tentang uji amylase, tujuannya, dan apa yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani tes ini.

Apa itu Uji Amylase?

Uji amylase mengukur jumlah amylase dalam darah atau urine. Amylase sendiri adalah enzim atau protein khusus yang membantu mencerna karbohidrat, sebagian besar diproduksi oleh pankreas dan kelenjar ludah kita.

 Kadar amylase yang berlebih atau kurang dari normal dapat menjadi tanda gangguan pada pankreas atau kelenjar ludah, atau kondisi medis lainnya.

Penggunaan Uji Amylase

Uji amylase digunakan terutama untuk mendiagnosis masalah pada pankreas, termasuk pankreatitis (peradangan pankreas) dan memantau pankreatitis kronis. 

Kenaikan dan penurunan kadar amylase dapat terlihat lebih dulu dalam darah daripada urine. Oleh karena itu, uji urine amylase mungkin dilakukan bersamaan atau setelah uji darah amylase.

Selain itu, uji amylase dapat membantu dalam mendiagnosis atau memantau pengobatan untuk gangguan lain yang dapat memengaruhi kadar amylase, seperti gangguan kelenjar ludah dan kondisi pencernaan tertentu.

Mengapa Anda Membutuhkan Uji Amylase?

Penyedia layanan kesehatan dapat memesan uji amylase darah dan/atau urine jika Anda mengalami gejala gangguan pankreas, seperti nyeri di bagian atas perut, hilang selera makan, mual, muntah, demam, detak jantung cepat, kuning pada kulit, atau tinja berbau tidak sedap.

Uji amylase juga dapat diperintahkan untuk memantau kondisi yang sudah ada yang memengaruhi pankreas, seperti pankreatitis kronis, kanker pankreas, gangguan makan, fibrosis kistik, gangguan penggunaan alkohol, atau pemulihan setelah pengangkatan batu empedu setelah serangan kantung empedu.

Bagaimana Proses Uji Amylase?

  • Uji Darah Amylase: Seorang profesional kesehatan akan mengambil sampel darah dari vena di lengan Anda menggunakan jarum kecil.
  • Uji Urine Amylase: Anda perlu memberikan sampel urine untuk uji ini, dan petugas kesehatan mungkin akan memberikan instruksi pengambilan sampel dengan metode "clean catch."

Persiapan dan Risiko Saat Melakukan Uji Amylase

Sebelum uji amylase darah atau urine, hindarilah konsumsi alkohol selama 24 jam. Dalam beberapa kasus, pemberi layanan kesehatan mungkin meminta Anda berpuasa selama dua jam sebelum uji darah.

 Risiko uji darah sangat kecil, dengan kemungkinan sedikit rasa sakit atau memar di tempat jarum dimasukkan.

Apa Arti Hasil Uji Amylase?

Kadar tinggi amylase dalam darah atau urine bisa menjadi tanda pankreatitis akut, penyumbatan saluran di pankreas, kanker pankreas, atau tumor jinak. 

Kadar tinggi amylase dalam cairan peritoneum bisa menjadi tanda pankreatitis akut, usus tersumbat, atau kurangnya aliran darah ke usus.

Kadar rendah amylase jarang terjadi, tetapi bisa menjadi tanda pankreatitis kronis, penyakit ginjal, fibrosis kistik, penyakit hati, atau pre-eklamsia pada kehamilan.

Jangan lupa memberi tahu penyedia layanan kesehatan Anda tentang obat resep atau over-the-counter yang Anda konsumsi, karena hal ini dapat memengaruhi hasil uji. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang hasil uji Anda, diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda.***

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments