Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Malaria

Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Malaria


INFOLABMED.COM - Pemeriksaan malaria merupakan langkah penting dalam menangani pasien yang dicurigai menderita penyakit ini.

Oleh karena itu, Infolabmed akan membahas metode pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria, fokus pada aspek-aspek kunci yang perlu dipahami.

Pengenalan Rapid Diagnostic Test (RDT) Malaria

Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria menggunakan metode imunokromatografi untuk mendeteksi antigen Plasmodium dalam darah. 

Jenis-jenis antigen yang digunakan sebagai target meliputi HRP-2, pLDH, dan Pan Aldolase. 

Metode ini membantu mempercepat diagnosis, terutama di daerah dengan fasilitas mikroskopis yang terbatas.

Jenis-Jenis Antigen pada RDT Malaria

  1. HRP-2 (Histidine Rich Protein-2): Khusus dihasilkan oleh P. falciparum.
  2. pLDH (pan Lactate Dehydrogenase): Dihasilkan oleh semua spesies Plasmodium yang menginfeksi manusia.
  3. Pan Aldolase: Dihasilkan oleh keempat spesies Plasmodium yang menginfeksi manusia.

Kebijakan Penggunaan RDT Malaria di Indonesia

Penerapan RDT malaria di Indonesia mengikuti kebijakan tertentu, seperti penggunaannya:

  • Pada puskesmas terpencil di daerah endemis.
  • Di rumah sakit di luar jam kerja rutin.
  • Pada puskesmas di daerah endemis dengan fasilitas rawat inap.
  • Pada daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) malaria.

Performa RDT Malaria

Performa RDT bervariasi tergantung pada merk yang digunakan. Rekomendasi WHO menyebutkan sensitivitas RDT tinggi (>95%) pada jumlah parasit P. falciparum > 100/µℓ darah, tetapi dapat menurun pada jumlah parasit yang lebih rendah. Sensitivitas terhadap non-falciparum dilaporkan lebih rendah dibandingkan dengan P. falciparum.

Kelebihan dan Kekurangan RDT Malaria

Kelebihan:

  • Lebih sederhana dan mudah diinterpretasikan dibandingkan dengan pemeriksaan mikroskopik.
  • Lebih obyektif dan cocok untuk kondisi KLB dan survei prevalensi.

Kekurangan:

  • Tidak dapat menggantikan pemeriksaan mikroskopis.
  • Sensitivitas rendah pada parasit P. falciparum < 100/µℓ darah.
  • Harga RDT lebih mahal daripadapemeriksaan mikroskopik.

Pemeriksaan RDT malaria memiliki peran penting dalam diagnosis cepat dan penanganan penyakit ini, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas mikroskopis.

 Namun, perlu diingat bahwa RDT tidak dapat menggantikan pemeriksaan mikroskopis secara keseluruhan.***

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments