Pemeriksaan Makroskopis pada Tinja: Warna, Bau, Konsistensi, Lendir, Darah, dan Parasit

Table of Contents

 

Pemeriksaan Makroskopis pada Tinja Warna, Bau, Konsistensi, Lendir, Darah, dan Parasit

INFOLABMED.COM - Pemeriksaan makroskopis pada tinja merupakan langkah penting dalam mendiagnosa berbagai kondisi kesehatan melalui analisis laboratorium klinik. 

Salah satu aspek yang diperhatikan dalam pemeriksaan ini adalah karakteristik fisik tinja, termasuk warna, bau, konsistensi, lendir, keberadaan darah, dan kemungkinan keberadaan parasit.

Warna

Warna tinja dapat memberikan petunjuk berharga tentang kondisi kesehatan. Tinja yang teroksidasi udara cenderung lebih tua karena adanya urobilinogen yang diekskresikan melalui usus. Urobilinogen sendiri tidak berwarna, sedangkan urobilin memberikan warna coklat tua pada tinja.

  • Kuning: Terkait dengan susu, jagung, obat sitonin, atau bilirubin yang belum diubah.
  • Hijau: Umumnya disebabkan oleh makanan berdaun hijau atau biliverdin yang belum berubah.
  • Abu-abu: Dapat disebabkan oleh kekurangan urobilin, terjadi pada ikterus obstruktif atau konsumsi lemak yang tidak dicerna.
  • Merah Muda: Indikasi adanya perdarahan segar di bagian distal atau konsumsi makanan seperti bit.
  • Coklat: Biasanya terkait dengan perdarahan di bagian proximal atau konsumsi makanan seperti coklat atau kopi.
  • Hitam: Dapat disebabkan oleh karbo medicinalis, obat yang mengandung besi, atau melena.

Bau

Bau normal tinja disebabkan oleh indol, skatol, dan asam butirat. Perubahan bau bisa menjadi indikator adanya pembusukan isinya atau fermentasi zat-zat tertentu.

  • Busuk: Terjadi saat terjadi pembusukan protein oleh bakteri dalam usus.
  • Asam: Mungkin disebabkan oleh fermentasi zat gula yang tidak dicerna, seperti pada kondisi diare.
  • Tengik: Dihasilkan oleh perombakan zat lemak dengan pelepasan asam-asam lemak.

Konsistensi

Konsistensi tinja normal adalah agak lunak dengan bentuk yang jelas. Diare membuat tinja menjadi sangat lunak atau cair, sementara konstipasi dapat menghasilkan tinja keras.

  • Diare: Tinja sangat lunak atau cair.
  • Konstipasi: Tinja keras.

Lendir

Keberadaan lendir pada tinja dapat menandakan adanya rangsangan atau radang dinding usus.

  • Lendir di Luar Tinja: Mungkin menunjukkan iritasi pada usus besar.
  • Lendir Bercampur dengan Tinja: Mungkin terjadi pada usus kecil.
  • Dysenteri, Intususepsi, dan Ileocolitis: Lendir mungkin ditemukan tanpa adanya tinja, dan jika lendir berisi banyak leukosit, bisa menandakan adanya nanah.

Darah

Penting untuk memperhatikan warna dan lokasi darah pada tinja.

  • Segar (Merah Muda): Mungkin menandakan perdarahan di bagian distal.
  • Coklat atau Hitam: Warna darah yang lebih tua mungkin menunjukkan perdarahan di bagian yang lebih proximal.
  • Bercampur dengan Tinja atau di Luar Tinja Saja: Memberikan petunjuk tentang lokasi dan sumber perdarahan.

Parasit

Pemeriksaan tinja juga dapat mengungkap keberadaan parasit, seperti cacing ascaris, ancylostoma, dan lainnya.

Melalui pemeriksaan makroskopis ini, laboratorium klinik dapat memberikan informasi yang berharga untuk membantu diagnosis penyakit dan perawatan yang tepat.***

Sumber rujukan :

  1. Gandasoebrata, R. (2004). Penuntun Laboratorium Klinik. hal 182-183. Dian Rakyat:Jakarta

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment