Pemeriksaan Bilirubin dalam Darah: Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Nilai Normal dan Kritis Bilirubin

 

Pemeriksaan Bilirubin dalam Darah Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Nilai Normal dan Kritis Bilirubin
Foto : Jarun001 by Canva

INFOLABMED.COM - Bilirubin adalah indikator kunci dalam evaluasi fungsi hati dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci nilai normal bilirubin, nilai kritis, indikasi pengujian, dan penjelasan uji bilirubin. 

Pemahaman mendalam tentang metabolisme bilirubin sangat penting untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang efektif.

Bilirubin diproduksi dalam hati dan memiliki peran penting dalam sistem pencernaan. Metabolisme bilirubin dimulai dengan pemecahan sel darah merah (RBCs) di sistem retikuloendotelial, terutama di limpa. 

Hemoglobin dilepaskan dari RBCs dan diuraikan menjadi molekul heme dan globin. Heme kemudian diuraikan menjadi biliverdin, yang kemudian diubah menjadi bilirubin tidak langsung (indirect).

Di hati, bilirubin tidak langsung diubah menjadi bilirubin langsung (direct) dengan molekul glukuronida. 

Bilirubin langsung kemudian diekskresikan dari sel-sel hati dan masuk ke dalam kanalikuli intrahepatik, yang akhirnya menuju ke saluran hati, saluran empedu umum, dan usus.

 Kuning (jaundice) terjadi ketika kadar bilirubin serum total melebihi 2.5 mg/dL, menandakan adanya gangguan dalam metabolisme atau ekskresi bilirubin.

Jaundice pada Bayi Baru Lahir

Jaundice fisiologis pada bayi baru lahir dapat terjadi jika hati bayi belum matang dan tidak memiliki cukup enzim pengonjugasi. 

Hal ini menyebabkan peningkatan kadar bilirubin tidak langsung dalam darah, yang dapat melewati barier darah-otak dan menyebabkan ensefalopati (kernikterus). 

Pada bayi, pengobatan segera diperlukan jika kadar bilirubin >15 mg/dL untuk mencegah keterlambatan mental. Terapi yang mungkin diperlukan termasuk transfusi pertukaran dan terapi cahaya.

Penyebab Jaundice

Jaundice akibat disfungsi hepatoseluler (seperti hepatitis) cenderung meningkatkan kadar bilirubin tidak langsung, yang biasanya tidak dapat diperbaiki secara bedah. 

Di sisi lain, jaundice akibat disfungsi ekstrahepatik (seperti batu empedu, tumor yang menyumbat saluran empedu) cenderung meningkatkan kadar bilirubin langsung; jenis jaundice ini biasanya dapat diatasi dengan bedah terbuka atau bedah endoskopis.

Hyperbilirubinemia Langsung dan Tidak Langsung

Jika terjadi cacat dalam metabolisme bilirubin setelah penambahan glukuronida, hyperbilirubinemia langsung (conjugated) dapat terjadi. 

Salah satu contoh klasiknya adalah sumbatan saluran empedu oleh batu empedu yang menyebabkan hyperbilirubinemia langsung. 

Pengenalan jaundice, baik secara klinis maupun kimia, penting untuk menentukan apakah disebabkan oleh bilirubin tidak langsung (tidak terkonjugasi) atau langsung (terkonjugasi). Hal ini membantu dalam diagnosis etiologi cacat tersebut.

Total Serum Bilirubin

Level total serum bilirubin adalah jumlah dari bilirubin langsung dan tidak langsung. Ini dibedakan ketika "fraksinasi atau diferensiasi" dari total bilirubin menjadi bagian langsung dan tidak langsung diminta dari laboratorium. 

Normalnya, bilirubin tidak langsung membentuk 70% hingga 85% dari total bilirubin. Pada pasien dengan jaundice, jika lebih dari 50% bilirubin adalah langsung (terkonjugasi), ini dianggap sebagai hyperbilirubinemia langsung akibat batu empedu, tumor, inflamasi, bekas luka, atau obstruksi saluran ekstrahepatik. 

Hyperbilirubinemia tidak langsung didiagnosis ketika kurang dari 15% hingga 20% total bilirubin adalah bilirubin langsung. Penyakit yang umumnya menyebabkan jenis jaundice ini termasuk hemolisis percepatan eritrosit (RBC), hepatitis, atau penggunaan obat tertentu.

Indikasi Pengujian

Uji bilirubin digunakan untuk mengevaluasi fungsi hati dan biasanya dilakukan pada pasien dewasa dengan anemia hemolitik dan bayi baru lahir dengan kuning. Namun, poin penting adalah bahwa nilai bilirubin yang tinggi dapat menjadi tanda masalah dalam metabolisme atau ekskresi bilirubin.

Nilai Normal Bilirubin

Bilirubin terdiri dari tiga bentuk utama: total bilirubin, bilirubin tidak langsung (indirect), dan bilirubin langsung (direct). 

Untuk orang dewasa, nilai normal total bilirubin adalah 0.3-1.0 mg/dL atau 5.1-17 μmol/L (unit SI). Bilirubin tidak langsung berkisar antara 0.2-0.8 mg/dL atau 3.4-12.0 μmol/L (unit SI), sedangkan bilirubin langsung normal adalah 0.1-0.3 mg/dL atau 1.7-5.1 μmol/L (unit SI). 

Nilai normal berbeda untuk bayi baru lahir, di mana total bilirubin dapat mencapai 1.0-12.0 mg/dL atau 17.1-205 μmol/L (unit SI).

Nilai Kritis

Penting untuk memahami nilai kritis bilirubin. Pada orang dewasa, nilai kritis adalah >12 mg/dL, sementara pada bayi baru lahir, perhatian segera diperlukan jika nilai total bilirubin >15 mg/dL untuk menghindari kernikterus.

Memahami nilai normal, nilai kritis, dan indikasi uji bilirubin adalah kunci untuk diagnosis yang akurat. 

Faktor-faktor yang menyebabkan jaundice bisa bervariasi, dan perbedaan antara bilirubin langsung dan tidak langsung membantu dalam menentukan penyebabnya. 

Kehadiran jaundice memerlukan perhatian medis segera, dan penanganan yang tepat sesuai dengan jenis jaundice yang terdeteksi.***



Sumber : Mosby's Pagana. Manual of Diagnostic and Laboratory Test Fifth Edition.

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments