Identifikasi Protozoa, Sel Darah, dan Telur Cacing pada Pemeriksaan Tinja

 

Identifikasi Protozoa, Sel Darah, dan Telur Cacing pada Pemeriksaan Tinja

INFOLABMED.COM - Pada pemeriksaan mikroskopi usaha mencari protozoa dan telur cacing merupakan maksud terpenting. 

Untuk mencari protozoa sering dipakai larutan eosin 1-2% sebagai bahan pengencer tinja atau juga larutan lugol 1-2%.

Selain itu laurtan asam acetat 10% dipakai untuk melihat leukosit lebih jelas, sedangkan untuk melihat unsur-unsur lain larutan garam 0,9% yang sebaiknya dipakai untuk pemeriksaan rutin.

Sediaan hendaknya tipis, agar unsur-unsur jelas terlihat dan dapat dikenal; meskipun begitu, selalu akan dijumpai unsur-unsur yang telah rusak sehingga identifikasi tidak mungkin lagi. 

Sel epitel

Beberapa sel epitel, yaitu yang berasal dari dinding usus bagian distal dapat ditemukan dalam keadaan normal.

Kalau sel epitel berasal dari bagian yang lebih proximal, sel-sel itu sebagian atau seluruhnya rusak.

Jumlah sel epitel bertambah banyak kalau ada perangsangan atau peradangan dinding usus itu.

Makrofag

Sel-sel besar berinti satu memiliki daya fagositosis; dalam plasmanya sering dilihat sel-sel lain (lukosit, eritrosit) atau benda-benda lain.

Dalam preparat natif sel-sel itu menyerupai ameba; perbedaannya adalah sel ini tidak dapat bergerak.

Leukosit

Lebih jelas terlihat kalau tinja dicampur dengan beberapa tetes larutan asam acetat 10%. Kalau hanya dilihat beberapa dalam seluruh sediaan, tidak ada artinya.

Pada dysenteri basiler, colitis ulceros dan peradangan lain-lain, jumlahnya menjadi besar. 

Eritrosit

Hanya dilihat kalau lesi mempunyai lokalisasi dalam colon, rectum atau anus. Pendapat ini selalu abnormal.

Kristal-kristal

Pada umumnya tidak banyak artinya. Pun dalam tinja normal mungkin terlihat kristal-kristal tripelfosfat, calciumoxalat dan asam lemak.

Sebagai kelainan mungkin dijumpai kristal Charcot-Leyden dan kristal hematoidin.

Sisa Makanan

Hampir selalu dapat ditemukan juga; bukanlah adanya, melainkan jumlahnya yang dalam keadaan tertentu dipertalikan dengan sesuatu hal yang abnormal.

Sisa makanan itu sebagian berasal dari makanan daun-daunan dan sebagian lagi makanan berasal dari hewan, seperti serat otot, serat elastik, dll.

Untuk identifikasi lebih lanjut emulsi tinja dicampur dengan larutan Lugol: pati (amylum) yag tidak sempurna dicerna nampak seperti butir-butir biru atau merah.

Larutan jenuh Sudan III atau Sudan IV dalam alkohol 70% juga dipakai: lemak netral menjadi tetes-tetes merah atau jingga. 

Sel Ragi

Khusus Blastocytosis hominis tidak jarang didapat. Pentingnya mengenal strukturnya ialah supaya jangan dianggap kista ameba. 

Telur dan jentik cacing

Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Enterobius vermicularis, Trichuris trichiura, Strongyloides stercoralis, dsb nya; juga yang termasuk genus cestoda dan trematodas mungkin didapat.


Sumber rujukan :

  1. Gandasoebrata, R. (2004). Penuntun Laboratorium Klinik. hal 182-183. Dian Rakyat:Jakarta.-

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments