Pulasan Gram; Larutan dan Caranya (R. Gandasoebrata)

Table of Contents

 

Pulasan Gram; Larutan dan Caranya (R. Gandasoebrata)

INFOLABMED.COM - Pewarnaan Gram adalah salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dalam mikrobiologi. Nama pewarnaan ini berasal dari bakteriologis Denmark, Hans Christian Gram, yang pertama kali memperkenalkannya pada tahun 1882, terutama untuk mengidentifikasi organisme penyebab pneumonia.

Pulasan Gram merupakan periksaan mikroskopis awal yang handal di laboratorium mikrobiologi untuk setiap bahan pemeriksaan yang dikaji, karena hasil periksaan pulasan Gram dapat menjelaskan (informasi) hal yang penting bagi para peklinik perkara/hal terkait penyebab infeksi. 

Larutan-larutan Pulasan Gram

  1. Carbol-gentianviolet. Gentianviolet 1 g; fenol kristal 2 g; alkohol 95% 10 ml; aqua dest ad 100 ml. Gerus gentianviolet dengan alkohol dalam mortir, tambah fenol dan campur, tambah air sedikit demi sedikit dengan mengaduk terus, biarkan 24 jam, kemudian saringlah. (Gentianviolet boleh diganti dengan crystalviolet atau methylviolet).
  2. Larutan jodium. Jodium 1 g; kaliumjodida 2 g; aqua dest 300 ml. Geruslah jodium bersama kaliumjodida hingga homogen, tambah air sedikit-sedikit, biarkan 24 jam, saring, simpan dalam botol coklat.
  3. Safranin. Safranin 1 g: alkohol 95% 4 ml; aqua dest 360 ml. Geruslah safranin dengan alkohol, tuang ke dalam botol sedangkan mortir berkali-kali dicuci dengan air, biarkan 24 jam, saring.

Cara Pulasan Gram

  1. Rekatlah sediaan dengan api; biarkan dingin lagi.
  2. Pulas dengan carbol-gentianviolet selama 60 detik.
  3. Cuci dengan aqua dest.
  4. Pulas dengan larutan jodium selama 30 detik.
  5. Cuci dengan aqua dest.
  6. Buang warna dengan alkohol 95% sampai tidak ada warna violet di lepaskan lagi oleh sediaan.
  7. Cuci benar-benar dengan aqua dest.
  8. Pulas dengan safranin selama 10 detik.
  9. Cuci dengan aqua dest.
  10. Biarkan kering dan periksalah.

Catatan

Pulasan menurut Gram mempunyai banyak modifikasi; pakailah hanya salah satu saja diantara yang banyak, supaya mahir benar mempergunakan cara itu.

Kesalahan biasa ialah overstaining  atau overdecolorizing. Kuman gram positif menjadi violet sedangkan yang gram negatif menjadi merah. Teknik memulas hendaknya dikontrol dengan memulas jasad renik yang diketahui sifat pulasan gramnya. 

Sumber rujukan :

  1. Gandasoebrata, R. (2004). Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat:Jakarta.
  2. Sugianli A.K, Parwati I. 2010. Pengangkaan (Kuantifikasi) periksaan Pulasan Gram di berbagai Jenis Bahan Pemeriksaan. Indonesian Journal of Clinical pathology and Medical laboratory; Surabaya
  3. Tripathi N, Sapra A. 2023. Pewarnaan Gram. NIH; StatPearls Publishing LLC.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment