Pemeriksaan Makroskopis, Kimia dan Interpretasi pada Batu Ginjal

Table of Contents

 

Pemeriksaan Makroskopis, Kimia dan Interpreatsi pada Batu Ginjal

INFOLABMED.COM - Yang dinamai batu "ginjal' disini ialah macam benda padat yang dibentuk dalam saluran urin dan dapat ditemukan dalam pelvis renis, ureter dan kandung kencing, sedangkan ia dapat dikeluarkan bersama urin atau diperoleh dengan jalan operasi.

Untuk kepentingan klinis sering dikehendaki analisis batu ginjal. Pemeriksaan yang dikemukakan dibawah ini hanya menyangkut segi-segi kualitatif mengenai beberapa macam zat terpenting dalam batu ginjal. 

Pemeriksaan Makroskopi pada Batu Ginjal

Perhatikan lebih dulu jumlah batu, besarnya, warnanya, kerasnya dan tampang permukaannya; data serupa itu dapat memberi petunjuk ke aras susunan kimia batu yang sedang diperiksa.

  • Batu asam urat biasanya ditemukan multiple, besarnya berbeda-beda dari beberapa milimeter sampai 1/2 cm, bentuk sering membundar dan permukaannya halus.
  • Batu fosfat dan carbonat sering mencapai ukuran besar sampai beberapa cm garis tengahnya, warnanya seperti kapur dan kadang-kadang bentuknya merupakan tuangan dari tempat pembentukannya.
  • Batu oxalat memiliki permukaan sering agak berkilauan halus dan bertonjolan kecil-kecil. 
  • Batu cystine biasanya kecil-kecil dan multiple. 

Pemeriksaan Kimia pada Batu Ginjal

Pemeriksaan kimia menghendaki supaya batu digerus sampai halus sebelum melakukan test kimia. Jika ada batu yang ukurannya cukup besar, ada baiknya terlebih dulu membelah batu itu memakai gergaji halus guna memperhatikan struktur batu; sering dapat dilihat lapisan-lapisan konsentris sebagai tanda bahwa susunannya terdiri dari berbagai macam zat. 

Batu Ginjal ; Asam Urat dan Urat-urat lain

Gerusan batu dalam tabung kecil bergaris tengah kl. 11 mm, diberi 1 tetes larutan Na2CO3 20% dan 2 tetes reagens asam urat. 

Reagens ini berisi fosfowolframat dan susunannya sama dengan reagens asam urat yang dipakai untuk penetapan asam urat dalam serum. Warna biru tegas yang segera terjadi menandakan reaksi positif. 

Batu Ginjal ; Fosfat

Gerusan batu dalam tabung reaksi kecil dicampur 4-5 tetes larutan amoniummolibdat kemudian dipanasi dia tas nyala api. 

Reaksi positif kelihatannya dari terjadinya endapan kuning. Larutan amoniummolibdat: larutakan 3,5 g amoniummolibdat dalam 75 ml aqua dest kemudian ditambah 25 ml HNO3 pekat. 

Batu Ginjal ; Oxalat

Kepada gerusan batu dibubuhi beberapa tetes HCl 10% kemudian sedikit bubuk MnO2. Terlepasnya gas secara bergejolak dari dasar tabung berarti reaksi ini positif. 

Batu Ginjal ; Carbonat

Gerusan batu dicampur dengan HCl 10% dengan jumlah berlebihan. Reaksi positif apabila pembentukan gas CO2 terjadi secara menyeluruh dalam campuran itu.

Batu Ginjal ; Cystine

Gerusan batu diberikan 1 tetes amoniumhidroxida, kemudian 1 tetes NaCN 5% yang dibuat segar, tunggu 5 menit dan sesudah itu tambah beberapa tetes larutan natriumnitroprossida 5% yang segar. Kalau ada cystine timbul warna merah.

Untuk mencari adanya calcium, magnesium dan gugusan amonium diperlukan extrakt dari gerusan batu dalam HCl.

Campurlah agak banyak gerusan batu dengan HCl 10%, saringlah sekedarnya, ump. dengan memakai corong kecil yang disumbat sedikit kapas sebagai filter. Filtrat ini tidak perlu jernih. 

Batu Ginjal ; Calcium

Filtrat dicmapur dengan larutan NaOH 20%. Terjadi presipitat putih bila ada calcium. 

Batu Ginjal ; Magnesium

Lebih dulu dibubuhi beberapa tetes larutan NaOH 20% kepada filtrat supaya reaksi menjadi alkalis. Kemudian ditambah reagens magnesium (1 mg p-nitrobenzena-azorescorcinol) dalam 100 ml larutan NaOH 1n). 

Adanya magnesium ditandai oleh perubahan warna reagens yang semula merah menjadi biru. 

Batu Ginjal ; Amonium

Alkaliskan terlebih dulu filtrat dengan beberapa tetes larutan NaOH 20% kemudian tambah beberapa tetes reagens Nessler. Warna atau presipitat kuning-coklat timbul bila terdapat gugusan amonium.

Catatan 

Dalam perdagangan ada kit  untuk melakukan analisis semikuantitif terhadap komponent-komponent batu ginjal.

Untuk laboratoria sederhana analisis kualitatif seperti tertulis di atas sering sudah merupakan bantuan bernilai bagi klinik. 

Sumber rujukan :

  1. Gandasoebrata, R. (2004). Penuntun Laboratorium Klinik. Hal 186-188. Dian Rakyat:Jakarta.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment