Pemeriksaan AFP Sebagai Penanda Karsinoma Hepatoseluler: Manfaat dan Signifikansinya

Table of Contents

 

Pemeriksaan AFP Sebagai Penanda Karsinoma Hepatoseluler

INFOLABMED.COM - Pemeriksaan alpha fetoprotein (AFP) telah lama menjadi salah satu metode diagnostik utama untuk mendeteksi karsinoma hepatoseluler (Hepatocellular Carcinoma / HCC). 

Dalam hampir 60 tahun penggunaannya, AFP terbukti menjadi penanda karsinoma hepatoseluler yang paling dapat diandalkan.

Karsinoma Hepatoseluler: Kanker Gastroenterologi yang Menantang

Karsinoma hepatoseluler (HCC) merupakan jenis kanker gastroenterologi yang paling sering dilaporkan di seluruh dunia, namun memiliki terapi yang terbatas dalam menanggulangi dampaknya. 

Dengan insidensi lebih dari 600.000 kasus per tahun, HCC menjadi tantangan serius, terutama di wilayah Asia yang memiliki tingkat infeksi hepatitis B dan C yang tinggi.

Alpha Fetoprotein (AFP): Pengantar dan Kegunaan

Alpha fetoprotein (AFP) adalah protein plasma yang dihasilkan oleh kantung embrionik dan sel hati janin. 

AFP, dengan berat molekul sekitar 70 kD (kiloDalton), menjadi fokus pemeriksaan dalam skrining kelainan kongenital pada kehamilan dan kelainan pada pasien dewasa yang dapat mengarah pada tumor atau keganasan.

Kadar Normal AFP dan Peningkatan Potensial

Pada keadaan normal, AFP tidak terdeteksi pada orang dewasa. Kadar normal AFP bervariasi berdasarkan umur dan ras, dengan rentang umumnya 0−40 ng/ml (nanogram per mililiter). 

Namun, peningkatan kadar AFP dapat menjadi indikator kondisi seperti kanker hati, hepatitis, tumor sel germinal, atau kondisi genetik tertentu.

Pemeriksaan AFP pada Diagnosis Karsinoma Hepatoseluler

Pemeriksaan AFP pada pasien dengan penyakit hati kronik dapat membantu dalam diagnosis HCC. 

Kadar AFP yang konstan meningkat dapat menjadi tanda komplikasi HCC pada pasien sirosis hepatis. 

AFP juga digunakan sebagai prediktor kekambuhan HCC pasca transplantasi hati, dan sekresinya berkaitan dengan tingkat keganasan tumor.

Nilai AFP untuk Dugaan, Prediksi, dan Monitoring

Studi meta-analisis terbaru memberikan informasi mengenai nilai cut-off AFP sebagai indikator tersangka HCC. 

Sebagai contoh, ambang batas AFP 400 ng/mL menunjukkan sensitivitas 32% dan spesifisitas 99%. 

Nilai AFP di atas 1.000 ng/mL juga menjadi prediktor signifikan dalam kekambuhan HCC pasca transplantasi hati.

Selain itu, AFP tidak hanya berguna dalam diagnosis dan prediksi, tetapi juga sebagai alat monitoring terapi dan prognosis HCC. 

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, potensi AFP sebagai antigen onkofetal membuka peluang untuk terapi imun yang lebih efektif di masa depan.

Kesimpulan: Peran Vital AFP dalam Penanganan Karsinoma Hepatoseluler

Dengan tingginya angka kejadian karsinoma hepatoseluler di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, diperlukan penanda spesifik seperti AFP untuk skrining pada kelompok risiko tinggi. 

Melalui berbagai penelitian, AFP terbukti memiliki korelasi erat dengan HCC, membuatnya menjadi salah satu panel laboratorium yang paling berguna dalam mendiagnosis, memprediksi, dan memonitor perkembangan penyakit ini.

Dengan terus berkembangnya penelitian, AFP memiliki potensi untuk memainkan peran yang semakin besar dalam penatalaksanaan karsinoma hepatoseluler di masa depan.***

Sumber :

  1. Supomo, A.P.A. 2023. Pemeriksaan AFP Sebagai Penanda Karsinoma Hepatoseluler. Diakses tanggal 12 November 2023. Link : https://www.alomedika.com/pemeriksaan-afp-sebagai-penanda-karsinoma-hepatoseluler





Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment