Macam-Macam Pengawet Urin untuk Mendapatkan Hasil Pemeriksaan yang Optimal!

 

Macam-Macam Pengawet Urin untuk Mendapatkan Hasil Pemeriksaan yang Optimal!

INFOLABMED.COM - Pemeriksaan urin tidak hanya memberikan informasi tentang kesehatan ginjal dan saluran urin, tetapi juga memberikan gambaran tentang fungsi organ lain dalam tubuh, seperti hati, saluran empedu, pancreas, dan korteks adrenal. 

Namun, dalam beberapa kasus, urin tidak dapat segera diperiksa, dan untuk mencegah perubahan komposisinya, diperlukan pengawetan urin.

Kegunaan Pengawetan Urin

Pengawetan urin memiliki beberapa tujuan utama:

  1. Mencegah Pertumbuhan Bakteri: Pengawetan urin membantu mencegah berkembangnya bakteri yang dapat merubah karakteristik urin.
  2. Mencegah Kerusakan Elemen dalam Urin: Beberapa elemen dalam urin dapat rusak seiring waktu, dan pengawetan membantu mempertahankan keaslian mereka.
  3. Mencegah Kerusakan Bahan dalam Urin: Pengawetan juga diperlukan untuk mencegah kerusakan bahan tertentu yang terkandung dalam urin.

Macam-macam Pengawet Urin

1. Toluena

Toluena berfungsi menghambat perombakan urin oleh kuman, terutama pada kondisi dingin. Biasanya digunakan untuk pengawetan glukosa, aseton, dan asam aseto-asetat. Dosis yang umum digunakan adalah 2-5 ml untuk mengawetkan urin selama 24 jam.

2. Thymol

Thymol adalah pengawet yang memiliki fungsi serupa dengan toluena. Hanya satu butir thymol yang digunakan untuk mengawetkan urin, karena dosis yang berlebih dapat menyebabkan hasil positif palsu pada tes proteinuria.

3. Formaldehid

Formaldehid digunakan khusus untuk mengawetkan sedimen urin, penting untuk pemeriksaan kuantitatif unsur dalam sedimen. Dosis umum adalah 1-2 ml formaldehid 40% untuk mengawetkan urin selama 24 jam.

4. Asam Sulfat Pekat

Asam sulfat pekat digunakan untuk menetapkan kuantitas kalsium, nitrogen, dan zat anorganik lainnya dalam urin. Penggunaannya disesuaikan dengan keadaan urin, dengan catatan bahwa pH urin harus tetap di bawah 4,5.

5. Natrium Karbonat

Natrium karbonat digunakan khusus untuk mengawetkan urobilinogen saat memeriksa ekskresi per 24 jam. Penggunaannya melibatkan penambahan 5 gram natrium karbonat ke dalam botol penampung bersama beberapa ml toluena.

6. Natrium Klorida Pekat

Natrium klorida pekat digunakan sebagai bahan pengawet urin yang menghambat pertumbuhan bakteri, kapang, dan khamir yang dapat menyebabkan pembusukan.

7. NaCl dan Asam Benzoat

Asam benzoat dan garamnya efektif dalam mencegah pertumbuhan khamir, kapang, dan bakteri pada tingkat keasaman pH 2,5-4,0.

8. Asam Borak 0,8%

Berfungsi untuk mengawetkan elemen seperti estriol dan estrogen, asam borak 0,8% dapat menjaga keaslian urin selama lebih dari 7 hari. Ini berguna untuk mempertahankan kestabilan kreatinin, asam urat, glukosa, protein, dan pH urin.

Dengan menggunakan pengawet urin yang sesuai, pemeriksaan kesehatan melalui analisis urin dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dapat diandalkan.

Sumber : Adi Vio Cahyo

DONASI VIA DANA ke 085862486502 Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi Anda ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments