Teknik Pewarnaan Khusus Spora Bakteri dalam Mikrobiologi: Pentingnya Identifikasi Struktur Sel Mikroorganisme

Table of Contents

 

Teknik Pewarnaan Khusus Spora Bakteri dalam Mikrobiologi Pentingnya Identifikasi Struktur Sel Mikroorganisme
Foto : IOP SCience / Journal of Physics

INFOLABMED.COM - Pewarnaan spora bakteri, atau endospora, merupakan teknik penting dalam dunia mikrobiologi. 

Endospora merupakan struktur istimewa dalam sel bakteri yang tidak dapat diwaranai dengan pewarnaan biasa. 

Oleh karena itu, diperlukan teknik pewarnaan khusus untuk mengungkapkan keberadaan dan sifat-sifatnya. 

Salah satu teknik pewarnaan yang paling umum digunakan adalah pewarnaan Klein.

Mengapa Pewarnaan Spora Diperlukan?

Endospora sulit diwarnai dengan metode pewarnaan Gram yang biasa digunakan untuk bakteri lainnya. Hal ini disebabkan oleh lapisan keras yang melindungi spora. 

Oleh karena itu, untuk melakukan pewarnaan spora, perlu dilakukan pemanasan agar cat pewarna malachite hijau bisa masuk ke dalam spora.

 Pewarnaan ini mirip dengan pewarnaan Basil Tahan Asam, di mana cat carbol fuchsien harus dipanaskan untuk dapat menembus lapisan lilin asam mycolic pada Mycobacterium.

Tujuan Pewarnaan Spora (Endospora)

Teknik pewarnaan ini bertujuan untuk melihat struktur sel yang khusus, seperti spora, flagela, inti sel, dan granula metakromatik. 

Karena spora memiliki susunan kimia dan fisika yang berbeda dari bagian lain sel bakteri, maka pewarnaan khusus diperlukan untuk mengungkapkan keberadaannya.

Metode Pewarnaan Khusus

Selain pewarnaan spora, ada beberapa metode pewarnaan khusus lainnya dalam mikrobiologi, seperti pewarnaan kapsula, pewarnaan flagelum, dan pewarnaan badan inklusi. 

Namun, pewarnaan spora menjadi salah satu yang paling penting karena endospora ditemukan pada beberapa jenis bakteri tertentu, terutama yang termasuk dalam genus Bacillus dan Clostridium.

Karakteristik Spora Bakteri

Spora bakteri terbentuk di dalam sel bakteri dan disebut endospora. Ketika sel bakteri menjadi tua, sel vegetatif akan pecah, dan endospora akan terlepas menjadi spora bebas. 

Spora ini jauh lebih tahan terhadap lingkungan yang buruk dibandingkan dengan sel vegetatif biasa. 

Mereka mampu bertahan dalam keadaan kering, panas, atau paparan bahan kimia beracun.

Tipe Spora Berdasarkan Letak Endospora

Tipe spora bakteri dapat dibedakan berdasarkan letak endospora dalam sel vegetatif. Ada tiga jenis utama: Spora terminal (jika letak spora di ujung sel vegetatif), Spora lateral (jika letak spora di tepi sel vegetatif), dan Spora sentral (jika letak spora di tengah sel vegetatif).

Prinsip Pewarnaan Spora

Pewarnaan spora bertujuan untuk membedakan spora dari sel vegetatif. Pewarnaan ini menggunakan zat warna malachite green yang akan tetap melekat pada spora setelah pencucian dengan air. 

Sebagai counterstain, digunakan fuchsien. Hasil pewarnaan akan menghasilkan endospora yang berwarna hijau-biru, sedangkan sel vegetatif akan berwarna merah sampai merah muda.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Untuk melakukan pewarnaan spora bakteri, diperlukan beberapa alat dan bahan, antara lain:

  • Mikroskop
  • Jarum ose
  • Cawan petri
  • Bunsen
  • Kapas
  • Pipet tetes
  • Botol
  • Objek glass
  • Korek api
  • Tabung Reaksi
  • Pengukur waktu
  • Fuchsin
  • Safranin
  • Alkohol
  • Aquades steril
  • Malachite green
  • Tisu
  • Alkohol 70%

Langkah-langkah Pewarnaan Spora

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pewarnaan spora bakteri:

  1. Kaca preparat dibersihkan dengan alkohol dan dikeringkan dengan tisu.
  2. Kaca preparat yang telah dibersihkan diberi satu tetes aquades steril.
  3. Kultur bakteri yang akan diwarnai diambil menggunakan jarum ose yang sebelumnya telah dipijarkan dan dioleskan pada kaca preparat.
  4. Preparat diamati dengan mikroskop, lalu digambar dan diberi keterangan.
  5. Olesan pada kaca preparat difiksasi dengan cara melewatkan kaca di atas nyala api hingga kering.
  6. Diberi zat warna malachite green dan dipanaskan selama 5 menit di atas penangas air.
  7. Diwarnai dengan safranin dan didiamkan selama 30 detik.
  8. Kaca preparat dibilas dengan air, kemudian dikeringkan hingga benar-benar kering di depan kipas angin.

Interpretasi Hasil Pewarnaan Spora

Hasil pewarnaan akan menunjukkan bahwa spora bakteri akan berwarna merah, sementara badan bakteri akan berwarna biru. 

Sebagai contoh, bakteri Clostridium sp. memiliki bentuk basil (batang), susunan tunggal, warna bakteri merah, dengan badan bakteri berwarna biru, yang menunjukkan bahwa mereka adalah spora positif.

Dengan menggunakan teknik pewarnaan spora, para peneliti mikrobiologi dapat mengidentifikasi dan memahami sifat-sifat endospora bakteri dengan lebih baik, yang memiliki peran penting dalam penelitian ilmiah dan aplikasi di berbagai bidang.***

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment