Pentingnya Pemeriksaan TSH Neonatus Pada Bayi Baru Lahir

Table of Contents
Pentingnya Pemeriksaan TSH Neonatus Pada Bayi Baru Lahir


INFOLABMED.COM - TSH (Thyroid Stimulating Hormone) adalah hormon yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). 

TSH Neonatus merupakan pemeriksaan untuk skrining fungsi tiroid neonatus (hipotiroid kongenital) pada bayi baru lahir. 

Bila diagnosis hipotiroid tidak ditegakkan sedini mungkin, maka akan terjadi keterlambatan perkembangan dan pertumbuhan terlihat pada usia 36 bulan. 

Retardasi mental yang terjadi akibat hipotiroid kongenital yang terlambat diobati sering disertai oleh ganguan neurologis seperti ganguan koordinasi, ataksia, spastis, hipotonia, dan strabismus.

Mengingat gejala klinis hipotiroid tidak jelas dan akibat yang ditimbulkan sangat mempengaruhi masa anak, maka mutlak diperlukan skrining untuk menemukan kasus hipotiroid secara dini. 

Dari 127 juta kelahiran dalam populasi diseluruh dunia, diperkirakan baru sekitar 25% yang sudah melakukan skrining untuk menemukan kasus hipotiroid kongenital. 

Penelitian Sutan Assin melaporkan anak yang didiagnosis hipotiroid kongenital sebelum usia 3 bulan hanya 3,1%, pada usia 3-12 bulan sebanyak 17,5%, usia 1-5 tahun sebanyak 36,1% dan pada usia > 5tahun sebanyak 43,3%.

Sampel 

Bayi berumur 48-72 jam atau maksimal 28 hari.

Nilai Normal 

TSH >20 mU/L 

Metode Pemeriksaan 

Metode pemeriksaan tahap analitik yang digunakan untuk skrining neonatus adalah radioimmunoassay (RIA), immunoradiometricassay (IRMA), enzyme immunoassay (EIA), chemiluminescence immunoassay (CIA) dan fluoro enzyme immunoassay (FEIA).

Pemeriksaan skrining neonatus seperti pemeriksaan immunoassay yang lain mungkin memberikan hasil yang berbeda. 

Kemungkinan adanya hasil negatif palsu atau positif palsu tidak mudah diketahui, oleh karena itu perlu dipikirkan hal-hal yang dapat menyebabkan kesalahan hasil dan pada kasus yang meragukan perlu dilakukan follow up.

Prinsip Pemeriksaan 

Prinsip pemeriksaan skrining TSH dengan immunoassay adalah menggunakan antibodi spesifik yang dilekatkan pada fase padat, kemudian akan bereaksi dengan TSH dalam sampel yang dielusi dari kertas saring terlebih dahulu. 

Pengukuran dilakukan dengan penambahan antibodi kedua yang telah diberi label atau pelacak sehingga terbentuklah kompleks sandwich. 

Dengan adanya label / pelacak, maka kadar TSH dapat diukur. Pada RIA sebagai label dipakai zat radioaktif, pada EIA sebagai label dipakai enzim, pada CIA sebagai label diapaki kompleks ruthenium, pada FEIA sebagai label dipakai horseradish peroxidise (HRP).


Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium yang teliti, tepat dan dapat dipercaya ; ada 3 (tiga) tahap yang harus diperhatikan yaitu tahap pra-analitik, analitik dan pasca analitik.

Pra-Analitik

Pada tahap pra-analitik waktu pengambilan sampel darah yang ideal untuk skrining pada bayi baru lahir yang sehat dan lahir cukup bulan adalah pada hari ke 3 – 4.

Kecenderungan saat ini bayi dipulangkan lebih cepat sehingga kesulitan skrining ini. Oleh karena itu untuk ketepatan diagnosa hipotiroid kongenital, waktu pengambilan sampel yang direkomendasikan adalah sampel harus diambil antara hari ke 2 – 6; bayi yang dipulangkan sebelum 48 jam, skrining harus dilakukan sebelum bayi dipulangkan ; bila sampel diambil dalam 24 jam, sampel kedua harus diambil sebelum usia 2 minggu.

Hal ini disebabkan saat kelahiran terdapat hormon tiroid dari ibu pada sirkulasi neonatus yang dapat menutupi keadaan bayi dengan kadar tiroid rendah. 

Pemulangan bayi segera setelah kelahiran menyebabkan kesulitan tidak adanya cukup waktu menunggu hormon tiroid ibu menghilang dari sirkulasi dan dapat berakibat hasil positif palsu pada hipotiroidisme.

Program skrining neonatus tentang tempat pengambilan darah sesuai dengan dokumen Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) yang dianjurkan adalah bagian medial dan lateral tumit.

Analitik

Ketepatan hasil skrining juga tergantung kualitas tetesan darah yang diambil. Sampel darah dikumpulkan pada formulir kertas filter dengan desain khusus yang memiliki lingkaran tertentu. 

Sampel darah harus larut seluruhnya pada kertas sampel dan diteteskan hanya pada satu sisi. Tetesan hanya sekali mensaturasi kertas filter. 

Bila terjadi 'bercak ganda' akan diperoleh hasil yang tidak valid, dan bayi harus dites ulang, dikeringkan pada suhu ruang, dan tidak terpapar panas berlebihan. 

Tetesan darah tidak boleh terpegang, diletakkan di tempat basah, atau terkontaminasi kopi, susu, atau hal lain. Sampel yang secara fisik tidak memenuhi syarat atau mengandung jumlah sampel yang tidak mencukupi sebaiknya tidak diperiksa.

Pasca Analitik

Pelaporan Hasil sesuai dengan SOP.





Daftar Pustaka

  • Oesman F & Ina S Timan (2012) Pendidikan Berkesinambungan Patologi Klinik 2012, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta





Post a Comment