Pembuatan Apusan Darah

Table of Contents
Cara Pembuatan dan Pewarnaan Apusan Darah

 
 

INFOLABMED.COM - Sediaan apus darah adalah salah satu teknis pemeriksaan sel-sel darah menggunakan mikroskop. 

Pemeriksaan sediaan darah umumnya digunakan untuk membantu pemeriksaan kelainan darah dan juga infeksi parasite Apusan Darah Tepi (ADT) dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Blood Smear.

 Selama hapusan darah tepi, teknisi laboratorium akan memeriksa tiga komponen utama darah: Trombosit, Sel darah putih, Sel darah merah.

Spesimen yang digunakan adalah darah vena dengan antikoagualn EDTA atau darah kapiler. Bila menggunakan darah vena, pembuatan Apus Darah Tepi harus dilakukan sebelum 1 jam sejak sample berhasil ditampung dan penyimpanannya pada suhu 18-25C

Alat yang digunakan adalah Spreader, bila tidak ada spreader siap pakai dapat juga dibuat dari kaca dayng dipotong salah satu sudutnya dengan pemotong kaca, sehingga tersisa sepanjang 1,5 cm. 

kaca penutup juga dapat dipakai. Kaca objek yang dioakai untuk pemeriksaan harus bersih, kering, jernih, bagian tepi rata dan tidak ada sisa noda lemak atau detergen agar apusan tidak berlubang.

Cara pembuatan Apusan Darah Tepi ;

  1.   Bersihkan dan keringkan kaca objek 
  2. Teteskan sample pada kira kira 2 cm dari salahsatu pinggirnya atau kira kita ½ cm dari tempat menuliskan label identitas
  3.  Perhatikan besar tetesan yang ideal untuk apusan darah adalah sepanjang +- 3cm
  4. Bersihkan dan keringkan kaca preparat . terapkan spreader di depan tetesan, dengan membentuk sudut 30-40 derajat dengan kaca objek. Kemudian geser spreader ke belakang hingga menyentuh tetesan
  5. Tetesan akan melebar di sepanjang pinggir spreader. Segera dorong spreader kedepan dengan cepat dan tekanan yang cukup

Untuk melakukan pemeriksaan sel darah pada apusan darah tepi, maka perlu dilakukan pewarnaan. Langkah langka pewarnaan Apusan Darah Tepi dengan metode Wright-Giemsa :

  1. Fiksasi preparat dengan alcohol, dengan mencelupkan atau menggenangi preparat selama 5 menit
  2. Keringkan preparat pada suhu kamar
  3. Siapkan preparat pada bak pewarnaan
  4. Genangi demham pewarna Wright. Ratakan pewarna hingga seluruh permukaan preparat tergenangi. Inkubasi selama 2 menit.
  5. Tetesi dengan aquades, inkubasi selama 2 menit
  6. Bilas dengan air yang mengalir
  7. Lanjukan pembilasan sampai apusan tampak berwarna merah keunguan.
  8. Tempatkan kembali preparat pada bak pewarnaan
  9. Genangi dengan pewara Giemsa. Inkubasi selama 1 menit
  10.  Bilas dengan air mengalir sedang
  11. Celupkan ke dalam larutan asam asetat 0,5%
  12. Keringkan preparat, kemudian preparat siap untuk diperiksa.   

Zat pewarna Wright terdapat dalam bentuk serbuk atau cairan siap pakai. Untuk membuat laruan koloid siap pakai, serbuk dilarutkan kedalam metil alcohol. 0,1g serbuk digerus dalam mortat dengan ditambahkan sedikit demi sedikit metil alcohol sampai terpakai 60mL. 

Simpan larutan dalam botol berwarna, kocok isinya setiap hari. Larutan yang lewat 10 hari cukup matang untuk dipakai. 

Botol larutan Wight harus dijauhkan dari uap asam atau basa dan selalu tertutup rapat agar udara lembab tidak masuk.

Untuk membuat pewarna giemsa, 1g bubuk pewarna dimasukkan kedalam btol 200-250 mL, kemudian ditambahkan methanol 100mL dan dihangatkan pada suhu 50C. 

Diamkan pada suhu tersebut selama 15 menit, lalu kocok. Setelah itu larutan siap digunakan setelah disaring dan biarkan beberapa jam.

 Zat pulas Giemsa biasanya tersedia sebagai larutan dalam. Jika membuat sendiri, susunan larutannya terdiri dari Azur-II eosin 3.0g ; Azur II 0,8g Gliserin 250 mL; Metil akohol 250mL. 

Sebelum dipakai, larutan pokok harus diencerkan 20x dengan buffer pH 6,4 atau dengan aquades pH 6,4 : 1 tetes giemsa Pokok untuk setiap 1 mL buffer. 

Zat pulas giemsa yang telah diencerkan tidak tahan lebih lama dari 1 hari,maka hanya dibuat seperlunya. 

Instagram.com/analis_kesehatan

 

Hasil pewarnaan Apusan Darah Tepi menurut Pewarnaan Romanowsky:

Letak

Komponen Sel

warna

Inti Sel

Kromatin

Ungu

 

Anak Inti

Biru Muda

Sitoplasma

Eritroblast

Biru Tua

 

Eritrosit

Ungu Tua

 

Retikulosit

Biru Keabu-abuan

 

Limfosit

Biru

 

metamiefosit

Merah Muda

 

Monosit

Biru Keabu-abuan

 

Mielosit

Merah Muda

 

Neutrofil

Merah Muda-Oranye

 

Promielosit

Biru

 

Basofil

Biru

Granula

Promielosit

Merah/ungu

 

Basofil

Ungu Kehitaman

 

Eosinofil

Merah-Oranye

 

Neutrofil

Ungu

 

Granulasi Toksik

Biru Tua

 

Trombosit

Ungu

Benda Lain

Auer Body

Ungu

 

Cabot ring

Ungu

 

Howell-Jolly Body

ungu

 

Dohe body

Biru Muda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber :

  • Kiswari,R.2014.Hematologi dan Transfusi.Jakarta:Penerbit Erlangga.


Post a Comment