NRBC dan Pengaruhnya Terhadap Hitung Jumlah Leukosit

NRBC (Nucleated Red Blood Cell) atau Normoblas, pada umumnya hanya dapat ditemukan di sumsum tulang. Namun pada keadaan stress eritropoietik besar, normoblas masuk ke dalam sirkulasi. Keberadaannya di darah tepi disebut dengan Normoblastemia, biasanya normoblas masih bisa ditemukan pada darah tepi bayi yang sehat sampai usia lima hari.

Ditemukannya normoblas pada darah tepi mengisyaratkan peningkatan laju eritropoiesis di sumsum tulang, kerusakan sumsum tulang akibat penyakit infiltrasi, atau adanya eritropoiesis di limpa dan jaringan non sumsum tulang lain dengan pembebasan eritrosit ke dalam aliran darah kurang terkendali (hematopoiesis ekstramedular). Normoblas ini dapat dijumpai pada anemia berat, misalnya thalasemia, anemia sel dabit, leukimia, infeksi bakterial yang berat dan kanker.

Normoblas memiliki kemiripan morfologis dengan leukosit yaitu dengan adanya inti sel, sehingga oleh sebagian besar alat hematologi otomatis sering dikenali sebagai leukosit. Hal ini menyebabkan leukosit tinggi palsu dengan ditandai flag yang muncul pada alat hematologi otomatis (contoh: WBC*, NRBC?). Selain itu sel normoblas tidak lisis pada waktu sampel darah diencerkan dengan larutan Turk, sehingga dengan cara manual Improved Neubauer pun dapat dikelirukan oleh adanya normoblas atau NRBC .

Jika ini terjadi, maka harus dilakukan koreksi hitung jumlah leukosit. Koreksi dilakukan dengan terlebih dahulu membuat sediaan apus darah tepi kemudian dihitung normoblas dalam 100 leukosit secara mikroskopik.

Koreksi jumlah leukosit dihitung dengan rumus berikut:

Jumlah Leukosit Terkoreksi = 100 x  Hitung Leukosit    
                                                  100 + Jumlah Normoblas


Sumber : Riswanto, 2013. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi. Alfamedia. Yogyakarta.

Post a Comment

0 Comments