Gastritis: Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

 

Gastritis Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Infolabmed.com - Gastritis atau sakit maag adalah peradangan pada lapisan dinding lambung dalam kantung nasi yang ditandai dengan nyeri di bagian ulu hati. 

Jika tidak segera diatasi, gastritis dapat menimbulkan komplikasi serius seperti tukak lambung. Penyebab gastritis bervariasi tergantung pada jenis gastritis yang terjadi.

Salah satu jenis gastritis yang paling umum adalah gastritis akut, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. 

Bakteri ini menyebabkan peradangan pada dinding lambung, yang dapat menyebabkan nyeri dan mual. 

Gastritis akut juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen, yang dapat merusak lapisan pelindung dinding lambung dan menyebabkan peradangan.

Jenis gastritis lainnya adalah gastritis kronis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori yang berlangsung lama atau oleh penggunaan obat-obatan yang terus menerus. 

Konsumsi alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gastritis kronis. Gejala gastritis meliputi nyeri ulu hati, mual, muntah, dan diare. 

Dalam beberapa kasus, gejala tidak selalu terlihat jelas dan dapat timbul secara bertahap.

Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik untuk mengobati infeksi. 

Jika disebabkan oleh obat-obatan, dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang lebih aman bagi lambung atau akan memberikan saran untuk menghentikan penggunaan obat yang merusak dinding lambung.

Untuk mencegah terjadinya gastritis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti menghindari obat-obatan yang merusak dinding lambung, mengurangi konsumsi alkohol, dan menghindari makanan yang asam atau pedas. 

Juga penting untuk menghindari merokok, karena rokok dapat merusak dinding lambung dan menyebabkan peradangan. 

Jika Anda memiliki gejala gastritis yang persisten atau nyeri ulu hati yang terus-menerus, segera konsultasikan kepada dokter untuk penanganan yang tepat.

Post a Comment

0 Comments