UJI KUALITAS REAGEN LABORATORIUM

(Img : https://medicalogy.com)
 

Uji kualitas Reagen

Reagen yang digunakan di laboratorium ada yang dapat dibuat sendiri dan ada yang sudah jadi / komersial. Baik reagen yang dibuat sendiri maupun yang komersial mempunyai persyaratan persyaratan tertentu. 
Reagen buatan sendiri Hal - hal yang perlu diperhatikan adalah : 
  1. Bahan kimia anhidrat (tidak mengandung molekul air) yang digunakan untuk pembuatan larutan standar kalibrasi dan titrasi harus dikeringkan terlebih dahulu dalam oven dengan suhu 105°C -110°C minimal 1-2 jam, sebaiknya satu malam. Kemudian dinginkan sampai suhu kamar dalam desikator, timbang dalam jumlah yang tepat lalu dilarutkan.
  2. Untuk garam hidrat (mengandung molekul air) cukup dikeringkan dalam desikator.
  3. Pada waktu pengenceran harus diperhatikan kualitas akuadest yang dipakai. Air yang mengandung kaporit akan mempengaruhi reagen untuk pemeriksaan kalsium dan klorida, sedangkan air yang mengandung banyak logam akan mempengaruhi pemeriksaan logam dan pewarna.
  4. Larutan kerja sifatnya tidak tahan lama sehingga harus dibuat secukupnya sesuai kebutuhan. Untuk penyimpanan sebaiknya dalam bentuk larutan stok (larutan induk).
  5. Wadah reagen perlu diberi label yang berisi nama reagen ( rumus kimia ), tanggal pembuatan dan paraf pembuat.
  6. Harus diketahui sifat bahan kimia yang dibuat Reagen tertentu tidak boleh disimpan berdekatan atau dicampur karena dapat bereaksi.
  7. Penyimpanan untuk reagen tertentu mempunyai persyaratan khusus, misalnya tidak boleh terkena paparan cahaya, harus pada suhu ruangan, suhu dingin atau beku dan sebagainya
Reagen yang sudah jadi / komersial Hal - hal yang perlu diperhatikan adalah : 
  1. Etiket / label wadah Umumnya pada reagen komersial sudah tercantum nama atau kode bahan, tanggal produksi dan batas kadaluwarsa serta nomor batch reagen tersebut.
  2. Batas kadaluwarsa, Perhatikan batas kadaluwarsanya yang tercantum pada kemasan hanya berlaku untuk reagen yang disimpan pada kondisi baik dan belum pernah dibuka, karena reagen yang wadahnya sudah pernah dibuka mempunyai masa daluwarsa lebih pendek dari reagen yang belum dibuka.
  3. Keadaan fisik kemasan harus dalam keadaan utuh, isi tidak mengeras dan tidak ada perubahan warna. 
Pengujian kualitas dapat dilakukan dengan : 
  • Melakukan pemeriksaan bahan kontrol assayed yang telah diketahui nilainya dengan menggunakan reagen tersebut.
  • Menggunakan strain kuman untuk uji kualitas reagen mikrobiologi.

Gambar : Uji Kualitas Reagen Mikrobiologi 

Sumber : Good Laboratory Practice 


Post a Comment

0 Comments