UJI KUALITAS ANTIGEN

Table of Contents

(Image : https://ssidiagnostica.com)

Uji kualitas Antigen - Antisera di Laboratorium 

Hal - hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan antigen dan antisera :

  1. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk pabrik.
  2. Setiap akan digunakan, antigen atau antibodi dalam botol harus dikocok dahulu dan sesuaikan suhunya dengan suhu kamar.
  3. Simpan pada suhu yang dianjurkan
  4. Ada beberapa reagen serologik yang tidak boleh dibekukan.
  5. Hindari pembekuan dan pencairan yang berulang - ulang.
  6. Periksa masa kadaluarsanya, jangan memakai antigen - antisera bila masa kadaluarsanya terlampaui.
  7. Untuk menguji aglutinasi antisera, gunakan kultur kuman segar dan murni yang diketahui reaktifitasnya.
  8. Pemeriksaan selalu dilakukan dengan mengikutsertakan beberapa serum kontrol yang sudah diketahui reaktifitasnya.
  9. Jika memungkinkan, nyatakan kekuatan serum kontrol dalam IU per ml (RA factor, Brucella agglutination test, toxoplasma serology, Streptococcus antibody test )
  10. Setiap batch pemeriksaan serologis harus diikuti : Serum kontrol negatif (kontrol spesifisitas), Serum reaktif yang lemah (kontrol sensitivitas), Serum reaktif yang kuat (kontrol titrasi).
  11. Titer seluruh serum kontrol harus selalu dicatat.

A. Bermacam - macam uji kualitas antigen

  1. Uji biokimia yaitu antigen diuji dari kuman hidup (mikrobiologi) dengan tabel yang sesuai.
  2. Uji fisik - kimia yaitu antigen diuji dengan hapusan untuk mendapatkan kuman yang spesifik.
  3. Uji aglutinasi yaitu antigen diuji dengan antisera polivalen, kemudian antisera univalen untuk mendapatkan antigen yang sesuai.
  4. Uji titrasi yaitu antigen diuji dengan antibodi yang sudah standar dan nilai cut - off nya sudah diketahui pada suhu, pH dan waktu yang tertentu. Bila ada titer aglutinasi positif (+) yang berada di bawah nilai cut - off, maka berarti ada kontaminasi dan antigen harus dibuang.
  5. Uji kemurnian yaitu antigen diuji secara aglutinasi dengan berbagai antibodi untuk melihat adanya reaksi silang. Bila ada lebih dari satu reaksi yang positif, berarti ada reaksi silang.
  6. Uji binatang percobaan Biasanya digunakan untuk penelitian. 

B. Bermacam - macam uji antibodi

  1. Uji aglutinasi yaitu antibodi diuji dengan antigen yang standar pada suhu, pH dan waktu tertentu. Bila reaksi aglutinasi positif, berarti antibodi tersebut spesifik.
  2. Uji titrasi yaitu pengujian antibodi dengan menggunakan antigen standar yang nilai cut - off nya sudah diketahui. Pengujian ini digunakan untuk memastikan tidak adanya antibodi yang non spesifik. Bila ada titer aglutinasi positif (+) yang berada di bawah nilai cut off, maka berarti ada kontaminasi.
  3. Uji dengan berbagai antigen atau larutan NaCl 0,9% Pengujian ini untuk meyakinkan bahwa antibodi spesifik terhadap satu macam antigen.


Sumber : Pedoman Praktik Laboratorium Yang Benar 

Sendi Peronika
Sendi Peronika Sendi Peronika, A.Md.AK, S.KM berprofesi Analis Kesehatan Laboratorium, dan sekaligus Content Writer di blog kesehatan Infolabmed. Dengan lingkup kehidupan sebagai Analis Kesehatan berpeluang untuk berbagi informasi seputar Laboratorium Medik. Semoga tulisan dan informasi di infolabmed bisa mambantu dan bermanfaat bagi profesi Analis Kesehatan Laboratorium dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Post a Comment