Tahapan Pemeriksaan Laboratorium | Kimia Klinik 1

(Img : https://usfhealthonline.com)

Kimia Klinik - 1

TAHAPAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

1. TAHAP PRE ANALITIK 

  • Formulir permintaan pemeriksaan
  • Persipan pasien Pengambilan
  • Pemberian identitas dan penerimaan specimen
  • Penanganan specimen
  • Persiapan sampel untuk dianalisa Kesalahan non teknis 
  • Kesalahan Non Teknis : 68 %

2. TAHAP ANALITIK

  • Persiapan reagen / media
  • Pipetasi reagen dan sampel
  • Inkubasi
  • Pemeriksaan
  • Pembacaan hasil
  • Kesalahan Teknis : 13 %

3. TAHAP PASCA ANALITIK

  • Apakah form hasil benar
  • Apakah tulisan sudah jelas
  • Apakah terdapat kecenderungan hasil pemeriksaan atau hasil abnormal.
  • Nilai rujukan harus disesuaikan dengan metode yang digunakan
  • Kesalahan Non Teknis : 19 %

1. Tahap Pre Analitik 

Persiapan Pasien 
  • Persiapan pasien untuk pengambilan spesimen sebaiknya pagi hari antara pukul 07.00-09.00
  • Menghindari obat - obatan sebelum spesimen diambil
  • Menghindari aktifitas fisik / olahraga sebelum spesimen diambil
  • Memperhatikan posisi tubuh
  • Memperhatikan variasi diurnal ( perubahan kadar analit sepanjang hari )
Gambar : Pemeriksaan yang memerlukan puasa.

Faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan :
  • Diet
  • Obat-obatan
  • Merokok 
  • Alkohol
  • Aktivitas fisik
  • Ketinggian
  • Demam 
  • Trauma
  • Variasi circodian rythme
  • Umur dan jenis kelamin 
Gambar : Jenis obat yang mempengaruhi pemeriksaan.

Pengambilan Sampel
1. PERALATAN
  • Bersih dan kering
  • Tidak mengandung bahan kimia atau deterjen dan terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat zat yang ada pada spesimen. 
  • Mudah dicuci dari bekas spesimen sebelumnya.
2. WADAH SPESIMEN
  • Terbuat dari gelas atau plastik.
  • Tidak bocor atau tidak merembes.
  • Harus dapat ditutup rapat dengan tutup berulir 
  • Besar wadah disesuaikan dengan volume spesimen.
  • Bersih dan kering.
  • Tidak mempengaruhi sifat zat - zat dalam spesimen
  • Tidak mengandung bahan kimia atau deterjen
  • Untuk pemeriksaan zat dalam spesimen yang mudah rusak atau terurai karena pengaruh sinar matahari, maka perlu digunakan botol berwarna coklat (inaktinis).
3. ANTIKOAGULAN DAN PENGAWET
Antikoagulan adalah zat kimia yang digunakan untuk mencegah sampel darah membeku. Pengawet adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam sampel agar analit yang akan diperiksa dapat dipertahankan kondisi dan jumlahnya untuk kurun waktu tertentu.

4. VOLUME SAMPEL 
Volume spesimen yang diambil harus mencukupi kebutuhan pemeriksaan laboratorium diminta atau dapat yang mewakili objek yang diperiksa.
 
5. WAKTU PENGAMBILAN 
Pada umumnya pengambilan spesimen dilakukan pada pagi hari, terutama untuk pemeriksaan kimia klinik karena umumnya nilai normal ditetapkan pada keadaan basal. Namun ada beberapa pemeriksaan yang waktu pengambilan spesimennya harus disesuaikan dengan perjalanan penyakit dan fluktuasi harian.

6. LOKASI PENGAMBILAN DARAH
Sebelum mengambil spesimen, harus ditetapkan terlebih dahulu lokasi pengambilan yang tepat sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta, misalnya : Spesimen untuk pemeriksaan yang menggunakan darah vena umumnya diambil dari vena cubiti daerah siku. Spesimen darah arteri umumnya diambil dari arteri radialis di pergelangan tangan atau arteri femoralis di daerah lipat paha. Spesimen darah kapiler diambil dari ujung jari tengah tangan atau jari manis tangan bagian tepi atau pada daerah tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki atau cuping telinga pada bayi. Tempat yang dipilih tidak boleh memperlihatkan gangguan peredaran darah seperti (cyanosis) atau pucat dan pengambilan tidak boleh di lengan yang sedang pasang infus. 

Spesimen untuk pemeriksaan biakan, harus diambil di tempat yang sedang mengalami infeksi, kecuali darah dan cairan otak. Lokasi pengambilan darah untuk pemeriksaan mikrofilaria : sampel diambil dari darah kapiler (jari tangan) atau darah vena dengan anti koagulan. Gas darah : sampel berupa darah heparin yang diambil dari pembuluh arteri.

Lokasi yang tidak boleh di lakukan pengambilan : Lokasi yang tidak boleh diambil Lengan pada sisi mastectomy (bekas luka bedah). Daerah edema (pembengkakan bagian tubuh / cairan). Hematoma (daerah darah keluar berlebih). Daerah dimana darah sering ditransfusikan. Daerah bekas luka dan infus. Daerah dengan cannula, fistula, atau cangkokan vascular (saluran darah yang terlihat pada saat terbuka). Daerah intra - lines. Pengambilan darah didaerah ini menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu (hemokonsentrasi). 

7. PENGOLAHAN SPESIMEN
Penerimaan specimen ( labor memiliki loket khusus, sampel di wadah tertutup rapat, wadah dapat didisinfeksi dan terbuat dari bahan tidak mudah pecah / bocor serta diberi label, dan wadah diletakkan di baki yang terbuat dari logam atau plastik )
Petugas penerima specimen ( petugas memakai jas lab, meja penerimaan specimen harus dibersihkan, dilarang merokok, makan, minum saat bekerja serta petugas harus mencuci tangan )
Petugas pembawa specimen dalam laboratorium ( petugas memakai jas lab dan membawa sampel dengan baki khusus ).
Jenis - Jenis Sampel :
  • Darah ( Whole Blood ) Darah yang diperoleh ditampung dalam tabung yang telah berisikan antikoagulan yang sesuai, kemudian dihomogenisasi dengan cara membolak - balik tabung kira - kira 10–12 kali secara perlahan - lahan dan merata.
  • Serum, dapat dilakukan dengan cara darah ditampung dalam tabung tanpa antikoagulan. Serum biarkan darah membeku terlebih dahulu pada suhu kamar selama 20-30 menit, kemudian disentrifus 3000 rpm selama 5-15 menit. Pemisahan serum dilakukan paling lambat dalam waktu 2 jam setelah pengambilan spesimen. Serum yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh (lipemik).
  • Plasma, dapat dilakukan dengan cara darah ditampung dalam tabung mengandung antikoagulan. Kocok darah EDTA atau sitrat dengan segera secara pelan pelan. Pemisahan plasma dilakukan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan spesimen. Plasma yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh (lipemik).
8. PENYIMPANAN SPESIMEN
Spesimen yang sudah diambil harus segera diperiksa, karena stabilitas spesimen dapat berubah. Faktor - faktor yang mempengaruhi stabilitas spesimen antara lain : Terjadi kontaminasi oleh kuman dan bahan kimia. Terjadi metabolisme oleh sel - sel hidup pada spesimen Terjadi penguapan. Pengaruh suhu dan Terkena paparan sinar matahari.

9. PENGIRIMAN SPESIMEN 
Waktu pengiriman jangan melampaui masa stabilitas spesimen. Tidak terkena sinar matahari langsung. Kemasan harus memenuhi syarat keamanan kerja laboratorium termasuk pemberian label yang bertuliskan (Bahan Pemeriksaan Infeksius) atau (Bahan Pemeriksaan Berbahaya). Suhu pengiriman harus memenuhi syarat.

Sumber : Pedoman Praktik Laboratorium Yang Benar (Good Laboratory Practice) 

Post a Comment

0 Comments