PERSIAPAN PENGAMBILAN SPESIMEN DI LABORATORIUM

(Img : https://arkanmedical.com)

PERSIAPAN (Pra Analitik) 

1. Persiapan Pasien Secara Umum 

Persiapan pasien untuk pengambilan spesimen pada keadaan basal : Untuk pemeriksaan tertentu pasien harus puasa selama 8-12 jam sebelum diambil darah. Pengambilan spesimen sebaiknya pagi hari antara pukul 07.00-09.00

Menghindari obat - obatan sebelum spesimen diambil. 

  • Untuk pemeriksaan dengan spesimen darah, tidak minum obat 24 jam sebelum pengambilan spesimen
  • Untuk pemeriksaan dengan spesimen urin , tidak minum obat 72 jam sebelum pengambilan spesimea
  • Apabila pemberian pengobatan tidak memungkinkan untuk dihentikan, harus diinformasikan kepada petugas laboratorium Contoh : Sebelum pemeriksaan gula 2 jam pp pasien minum obat antidiabetes.
  • Menghindari aktifitas fisik / olahraga sebelum spesimen diambil 
  • Memperhatikan posisi tubuh Untuk menormalkan keseimbangan cairan tubuh dari perubahan posisi , dianjurkan pasien duduk tenang sekurang - kurangnya 15 menit sebelum diambil darah
  • Memperhatikan variasi diurnal ( perubahan kadar analit sepanjang hari ) Pemeriksaan yang dipengaruhi variasi diurnal perlu diperhatikan waktu pengambilan darahnya, antara lain pemeriksaan ACTH, Renin, dan Aldosteron.

2. Faktor pada pasien yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan

  • Diet : Makanan - minuman dapat mempengaruhi hasil beberapa jenis pemeriksaan, baik langsung maupun tidak langsung , misalnya Pemeriksaan gula darah dan trigliserida Pemeriksaan ini dipengaruhi secara langsung oleh makanan dan minuman kecuali air putih tawar ). Karena pengaruhnya yang sangat besar, maka pada pemeriksaan gula darah puasa, pasien perlu dipuasakan 10-12 jam sebelum darah diambil dan pada pemeriksaan trigliserida perlu dipuasakan sekurang - kurangnya 12 jam. Pemeriksaan laju endap darah, aktivitas enzim, besi dan trace element Pemeriksaan ini dipengaruhi secara tidak langsung oleh makanan dan minuman karena makanan dan minuman akan mempengaruhi reaksi dalam proses pemeriksaan sehingga hasilnya menjadi tidak benar
  • Obat - obatan : yang diberikan baik secara oral maupun cara lainnya akan menyebabkan terjadinya respon tubuh terhadap obat tersebut. Disamping itu pemberian obat secara intramuskular akan menimbulkan jejas pada otot sehingga mengakibatkan enzim yang dikandung oleh sel otot masuk ke dalam darah, yang selanjutnya akan mempengaruhi hasil pemeriksaan antara lain pemeriksaan Creatin kinase ( CK ) dan Lactic dehydrogenase ( LDH ). Obat - obat yang sering digunakan dan dapat mempengaruhi pemeriksaan. 

  • Merokok : Merokok menyebabkan terjadinya perubahan cepat dan lambat pada kadar zat tertentu yang diperiksa. Perubahan cepat terjadi dalam 1 jam hanya dengan merokok 1-5 batang dan terlihat akibatnya berupa peningkatan kadar asam lemak, epinefrin, gliserol bebas, aldosteron dan kortisol. Ditemukan peningkatan kadar Hb pada perokok kronik. Perubahan lambat terjadi pada hitung leukosit, lipoprotein, aktivitas beberapa enzim, hormon, vitamin, petanda tumor dan logam berat.
  • Alkohol : Konsumsi alkohol juga menyebabkan perubahan cepat dan lambat beberapa kadar analit. Perubahan cepat terjadi Dalam waktu 2-4 jam setelah konsumsi alkohol dan terlihat akibatnya berupa peningkatan pada kadar glukosa, laktat, asam urat, dan terjadi asidosis metabolik. Perubahan lambat berupa peningkatan aktifitas trigliserida, kortisol dan MCV ( mean corpuscular volume ) sel darah merah.
  • Aktivitas fisik : Aktivitas fisik dapat menyebabkan terjadinya pemindahan cairan tubuh antara kompartemen di dalam pembuluh darah dan interstitial, kehilangan cairan karena berkeringat dan perubahan kadar hormon. Akibatnya akan terdapat perbedaan yang besar antara kadar gula darah di arteri dan di vena serta terjadi perubahan konsentrasi gas darah, kadar asam urat, kreatinin, aktivitas CK, AST, LDH, LED, Hb, hitung sel darah dan produksi urin.
  • Ketinggian / altitude : Beberapa parameter pemeriksaan menunjukkan perubahan yang nyata sesuai dengan tinggi rendahnya daratan terhadap permukaan laut. Parameter tersebut adalah CRP, B₂ - globulin, hematokrit, hemoglobin dan asam urat. Adaptasi terhadap perubahan ketinggian daratan memerlukan waktu harian hingga berminggu - minggu.
  • Demam : Pada waktu demam akan terjadi, Peningkatan gula darah pada tahap permulaan, dengan akibat terjadi peningkatan kadar insulin yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar gula darah pada tahap lebih lanjut. Terjadi penurunan kadar kolesterol dan trigliserida pada awal demam karena terjadi peningkatan metabolisme lemak, dan terjadi peningkatan asam lemak bebas dan benda - benda keton karena penggunaan lemak yang meningkat pada demam yang sudah lama. Lebih mudah menemukan parasit malaria dalam darah. Lebih mudah mendapatkan biakan positif. Reaksi anamnestik yang akan menyebabkan kenaikan titer Widal.
  • Trauma : Trauma dengan luka perdarahan akan menyebabkan antara lain terjadinya penurunan kadar substrat maupun aktivitas enzim yang akan diukur, termasuk kadar Hb,  hematokrit dan produksi urin. Hal ini disebabkan karena terjadi pemindahan cairan tubuh ke dalam pembuluh darah sehingga mengakibatkan terjadinya pengenceran darah. Pada tingkat lanjut akan terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin serta enzim - enzim yang berasal dari otot. 
  • Variasi circadian rythme : Pada tubuh manusia terjadi perbedaan kadar zat - zat tertentu dalam tubuh dari waktu ke waktu yang disebut dengan variasi circadian rhytme. Perubahan kadar zat yang dipengaruhi oleh waktu dapat bersifat linear ( garis lurus ) seperti umur , dan dapat bersifat siklus seperti siklus harian ( variasi diurnal ) , siklus bulanan ( menstruasi ) dan musiman.
  • Umur : Umur berpengaruh terhadap kadar dan aktivitas zat dalam darah. Hitung eritrosit dan kadar Hb jauh lebih tinggi pada neonatus daripada dewasa. Fosfatase alkali, kolesterol total dan kolesterol - LDL akan berubah dengan pola tertentu sesuai dengan pertambahan umur.
  • Ras : Jumlah leukosit orang kulit hitam Amerika lebih rendah daripada orang kulit putihnya. Demikian juga dengan aktivtas CK. Keadaan serupa dijumpai pada ras bangsa lain seperti perbedaan aktivitas amilase, kadar vitamin B12 dan lipoprotein. 
  • Jenis Kelamin ( gender )  : Berbagai kadar dan aktivitas zat dipengaruhi oleh jenis kelamin. Kadar besi serum dan kadar Hb berbeda pada wanita dan pria dewasa. Perbedaan ini akan menjadi tidak bermakna lagi setelah umur lebih dari 65 tahun. Perbedaan akibat gender lainnya adalah aktivitas CK dan kreatinin. Perbedaan ini lebih disebabkan karena massa otot pria relatif lebih besar daripada wanita. Sebaliknya kadar hormon seks wanita, prolaktin dan kolesterol - HDL akan dijumpai lebih tinggi pada wanita daripada pria.
  • Kehamilan : Bila pemeriksaan dilakukan pada pasien hamil, sewaktu interpretasi hasil perlu mempertimbangkan masa kehamilan wanita tersebut. Pada Kehamilan akan terjadi hemodilusi ( pengenceran darah ) yang dimulai pada minggu ke - 10 kehamilan dan terus meningkat sampai minggu ke - 35 kehamilan. Volume urin akan meningkat 25 % pada trimester ke - 3. Selama kehamilan akan terjadi perubahan kadar hormon kelenjar tiroid, elektrolit, besi, dan ferritin, protein total dan albumin, lemak, aktivitas fosfatase alkali dan faktor koagulasi serta laju endap darah. Penyebab perubahan tersebut dapat disebabkan karena induksi oleh kehamilan, peningkatan protein transport, hemodilusi, volume tubuh yang meningkat, defisiensi relatif karena peningkatan kebutuhan atau peningkatan protein fase akut.

3. Pemberian penjelasan 

Pada pasien sebelum pengambilan spesimen, mengenai prosedur yang akan dilakukan, dan meminta persetujuan pasien. Untuk pemeriksaan tertentu harus tertulis dalam bentuk inform concern.


Sumber : Good Laboratory Practice

Post a Comment

0 Comments