PENGAMBILAN SPESIMEN LABORATORIUM

Table of Contents

(Img : https://thinkstockphotos.com)

PENGAMBILAN SPESIMEN

1. Peralatan 

Secara umum peralatan yang digunakan harus memenuhi syarat - syarat : 

  • Bersih
  • Kering
  • Tidak mengandung bahan kimia atau deterjen
  • Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat - zat yang ada pada spesimen
  • Mudah dicuci dari bekas spesimen sebelumnya
  • Pengambilan spesimen untuk pemeriksaan biakan harus menggunakan peralatan yang steril.
  • Pengambilan spesimen yang bersifat invasif harus menggunakan peralatan yang steril dan sekali pakai buang.

2. Wadah 

Wadah spesimen harus memenuhi syarat :

  • Terbuat dari gelas atau plastik
  • Tidak bocor atau tidak merembes
  • Harus dapat ditutup rapat dengan tutup berulir 
  • Besar wadah disesuaikan dengan volume spesimen
  • Bersih
  • Kering
  • Tidak mempengaruhi sifat zat - zat dalam spesimen
  • Tidak mengandung bahan kimia atau deterjen
  • Untuk pemeriksaan zat dalam spesimen yang mudah rusak atau terurai karena pengaruh sinar matahari, maka perlu digunakan botol berwarna coklat ( inaktinis )
  • Untuk pemeriksaan biakan dan uji kepekaan kuman, wadah harus steril. 
  • Untuk wadah spesimen urin, dahak, tinja sebaiknya menggunakan wadah yang bermulut lebar

3. Antikoagulan dan Pengawet 

Antikoagulan adalah zat kimia yang digunakan untuk mencegah sampel darah membeku Pengawet adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam sampel agar analit yang akan diperiksa dapat dipertahankan kondisi dan jumlahnya untuk kurun waktu tertentu. Beberapa spesimen memerlukan bahan tambahan berupa bahan pengawet atau antikoagulan. Beberapa contoh penggunaan antikoagulan / pengawet yang digunakan untuk spesimen dapat dilihat pada Gambar Kesalahan dalam pemberian bahan tambahan tersebut dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Bahan tambahan yang dipakai harus memenuhi persyaratan yaitu tidak mengganggu atau mengubah kadar zat yang akan diperiksa.

4. Waktu 

Pada umumnya pengambilan spesimen dilakukan pada pagi hari, terutama untuk pemeriksaan kimia klinik, hematologi, dan imunologi karena umumnya nilai normal ditetapkan pada keadaan basal. Namun ada beberapa pemeriksaan yang waktu pengambilan spesimennya harus disesuaikan dengan perjalanan penyakit dan fluktuasi harian, misalnya :

  • Untuk pemeriksaan Widal dilakukan pada fase akut dan penyembuhan
  • Pemeriksaan biakan dan uji kepekaan kuman Spesimen harus diambil sebelum pemberian antibiotika 
  • Pemeriksaan Gonorrhoe Untuk menemukan kuman gonorrhoe , pengambilan sekret uretra sebaiknya dilakukan 2 jam setelah buang air kecil yang terakhir
  • Demam tifoid Untuk pemeriksaan biakan darah, paling baik dilakukan pada minggu I atau II sakit, sedangkan biakan urin atau tinja dilakukan pada minggu II atau III
  • Pemeriksaan mikrofilaria Untuk menemukan parasit mikrofilaria dalam darah, pengambilan darah sebaiknya dilakukan pada waktu malam (antara jam 20-23). 
  • Pemeriksaan tuberkulosis Dahak diambil pada pagi hari segera setelah pasien bangun tidur memungkinkan ditemukan kuman M.tuberkolosis lebih besar dibandingkan dengan dahak sewaktu
  • Pemeriksaan narkoba Pemeriksaan darah dan urin untuk deteksi morfin, ganja dan lain - lain dipengaruhi oleh waktu / lama sejak mengkonsumsi

5. Lokasi 

Sebelum mengambil spesimen , harus ditetapkan terlebih dahulu lokasi pengambilan yang tepat sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta , misalnya :

  • Spesimen untuk pemeriksaan yang menggunakan darah vena umumnya diambil dari CV. cubiti daerah siku. Spesimen darah arteri umumnya diambil dari A radialis di pergelangan tangan atau A. femoralis di daerah lipat paha. Spesimen darah kapiler diambil dari ujungjari tengah tangan atau jari manis tangan bagian tepi atau pada daerah tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki atau cuping telinga pada bayi. Tempat yang dipilih tidak boleh memperlihatkan gangguan peredaran darah seperti "cyanosis" atau pucat dan pengambilan tidak boleh di lengan yang sedang terpasang infus
  • Spesimen untuk pemeriksaan biakan, harus diambil di tempat yang sedang mengalami infeksi, kecuali darah dan cairan otak. 
  • Lokasi pengambilan darah untuk pemeriksaan : Mikrofilaria sampel diambil dari darah kapiler ( jari tangan ). atau darah vena dengan antikoagulan. Gas darah sampel berupa darah heparin yang diambil dari pembuluh arteri 

6. Volume 

Volume spesimen yang diambil harus mencukupi kebutuhan pemeriksaan laboratorium yang diminta atau dapat mewakili objek yang diperiksa. Volume spesimen yang dibutuhkan untuk beberapa pemeriksaan spesimen dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 




Keterangan :

P : Plastik (polietilen atau sederajat) 

G : Gelas 

T : Tabung reaksi 

Volume : untuk jenis pemeriksaan lebih dari satu volume spesimen disesuaikan dengan kebutuhan.


Sumber : Good Laboratory Practice


Sendi Peronika
Sendi Peronika Sendi Peronika, A.Md.AK, S.KM berprofesi Analis Kesehatan Laboratorium, dan sekaligus Content Writer di blog kesehatan Infolabmed. Dengan lingkup kehidupan sebagai Analis Kesehatan berpeluang untuk berbagi informasi seputar Laboratorium Medik. Semoga tulisan dan informasi di infolabmed bisa mambantu dan bermanfaat bagi profesi Analis Kesehatan Laboratorium dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Post a Comment