Pemeriksaan Uji Silang Crossmatch

Pemeriksaan Uji Silang Crossmatch
(Image : https://antarafoto.com)

A. PENDAHULUAN 

Pemeriksaan reaksi silang (Cross Match) diperlukan sebelum melakukan transfusi darah untuk melihat apakah darah pasien / resipien sesuai dengan darah donor. Pemeriksaan Cross Match ini sangat perlu untuk mencegah reaksi transfuse dengan memastikan penderita tidak mengandung antibody yang reaktif terhadap antigen pada sel darah merah donor dan bermanfaat bagi pasien. Pada reaksi silang mayor (Mayor Cross Match) adalah memeriksa ketidakcocokan oleh karena adanya antibody dalam serum pasien terhadap antigen sel darah merah donor. Pada uji silang serasi minor (Minor Cross Match) adalah untuk memastikan ketidakcocokan oleh karena adanya antibody dalam serum donor terhadap antigen sel darah merah pasien.

B.  PRINSIP

Antigen + Antibodi > Aglutinasi / Hemolisis

C. TUJUAN

Untuk mengetahui apakah sel darah merah donor bisa hidup didalam tubuh pasien dan untuk mengetahui ada tidaknya antibody komplet (tipe IgM) maupun antibody inkomplet (tipe IgG) dalam serum pasien (mayor) maupun dalam serum donor yang melawan sel pasien (minor).

D. ALAT DAN BAHAN

  • Tabung Serologi
  • Pipet Tetes
  • Waterbath (suhu 37°C)
  • Sentrifuge
  • Kaca Objek
  • Mikroskop
  • Salin (NaCl 0,9%)
  • Bovine Albumin 22%
  • Serum Coombs (Anti Human Globulin)
  • Sel Uji Coombs (Control Cell Coombs)
  • Contoh Darah Pasien dan Contoh Darah Donor 

E. PERSIAPAN KERJA

  • Nyalakan dan atur suhu incubator / waterbath pada 37°C
  • Biarkan reagensia pada suhu kamar sebelum digunakan dan disimpen kembali pada suhu 2-8°C setelah digunakan
  • Siapkan contoh darah dengan antikoagulan yang akan diperiksa
  • Lakukan perawatan contoh darah yang akan diperiksa mulai dari pemisahan plasma dari sdm, pencucian hingga pembuatan suspensi sel
  • Siapkan ceklist dan lembar kerja pemeriksaan uji silang serasi
  • Catat tanggal penerimaan sampel, indentitas sampel, tanggal pemeriksaan.

F. PROSEDUR KERJA

  • Ambil 3 buah tabung reaksi 12x75mm beri indentitas tabung tersebut : mayor, minor dan AK (auto control ). 
  • Masukan kedalam masing - masing tabung
  • Mayor : 2 tetes plasma pasien + 1 tetes sdm donor susp 5%. 
  • Minor : 2 tetes plasma donor + 1 tetes sdm pasien susp 5%. 
  • Auto control : 2 tetes plasma pasien + 1 tetes sdm pasien susp 5%
  • Kocok perlahan semua tabung hingga homogen, sentrifugasi 3000rpm selama 15 detik
  • Baca reaksinya terhadap hemolysis dan atau aglutinasi secara makroskopis.

Hasil Fase I :

Hemolysis : Negatif → lanjutkan fase II 

Aglutinasi : Negatif → lanjutkan fase II 

Hemolysis : positif → tidak cocok (Inkompatibel) 

Aglutinasi : positif → tidak cocok (Inkompatibel)

  • Tambahkan ke dalam masing - masing tabung 2 tetes bovine albumin 22%
  • Kocok perlahan hingga homogen
  • Inkubasi pada suhu 37°C selama 15 menit
  • Sentrifugasi tabung dengan kecepatan 3000rpm selama 15 detik
  • Baca reaksi terhadap hemolysis dana atau aglutinasi secara makroskopis

Hasil fase II : 

Hemolysis : Negatif → lanjutkan fase III

Aglutinasi : Negatif → lanjutkan fase III

Hemolysis : positif → tidak cocok (Inkompatibel) 

Aglutinasi : positif → tidak cocok (Inkompatibel)

  • Masing - masing tabung Mayor, Minor dan Auto control dicuci dengan saline sebanyak 3x
  • Pada pencucian terakhir, buang supernatant sebersih bersihnya
  • Tambahkan masing - masing tabung dengan anti human globulin (Coombs serum) sebanyak 2 tetes
  • Kocok perlahan isi tabung hingga homogen, sentrifugasi 3000rpm selama 15 detik
  • Baca reaksi terhadap hemolysis dana atau aglutinasi secara makroskopis dan mikroskopis

Hasil fase III :

Hemolisis : Negatif → cocok (kompatibel) 

Aglutinasi : Negatif → cocok (kompatibel) 

Hemolisis : positif → tidak cocok (Inkompatibel) 

Aglutinasi : positif → tidak cocok (Inkompatibel)

  • Hasil uji silang serasi yang negative harus divalidasi terlebih dahulu dengan CCC. Kepada masing - masing tabung tambahkan 2 tetes CCC, sentrifugasi 3000 rpm selama 15 detik. 
  • Catatan hasil validasi dengan CCC harus memberikan reaksi 2+, jika hasil negatif maka pemeriksaan uji silang serasi harus diulang (tidak valid)

Kesimpulan apabila hasil uji silang serasi kompatibel berarti darah donor bisa ditransfusikan ke pasien dan apabila hasil uji silang serasi inkompatibel darah donor tidak bisa di transfusikan ke pasien.


Sumber : Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung : Analis Kesehatan.

Post a Comment

0 Comments