Pemeriksaan Tes Coombs Tidak Langsung | Indirect Coombs Test

Table of Contents

A. PENDAHULUAN 

Percobaan Coombs mencari adanya antiglobulin. Jika semacam antibodi melekat pada eritrosit yang mengandung antigen, maka antibodi yang spesifik terhadap antigen itu mungkin menyebabkan eritrosit - eritrosit bergumpal (aglutinasi). Globulin merupakan antibodi penghalang (blocking antibodies) atau antibodi tak lengkap (incomplete antibodies). Pada konsentrasi tinggi antibodi ini melapisi eritrosit tetapi tidak dapat mengaglutinasikannya dalam larutan salin. Anti human globulin akan bereaksi dengan setiap globulin manusia. Karena itu penting bahwa semua globulin bebas harus dibuang dari sel darah merah dengan pencucian yang bersih sebelum penambahan anti human globulin. Sisa globulin serum dalam larutan akan bergabung dengan anti human globulin mengakibatkan anti human globulin tidak mampu lagi mengaglutinasi sel yang telah disensitisasi, dan menyebabkan suatu tes Coombs negatif yang salah (false negative).

Tes Coombs di bagi menjadi 2 tes yaitu Tes Coombs langsung (Direct Coombs Test / DCT) digunakan untuk mendeteksi antibodi atau komplemen pada permukaan sel darah merah dimana sensitisasi telah terjadi secara invivo. Reagen anti human globulin ditambahkan pada sel darah merah yang telah dicuci dan aglutinasi menunjukkan tes positif. Tes Coombs tidak langsung (Indirect Coombs Test / ICT) digunakan untuk mencari adanya antibodi irregular (inkomplit) dalam serum. Terlebih dahulu dilakukan pelapisan eritrosit - eritrosit normal bergolongan O (atau eritrosit - eritrosit yang golongannya sesuai dengan serum yang diperiksa) dengan serum yang diketahui atau tersangka mengandung antibodi penghalang. Langkah berikutnya ialah membuktikan adanya antibodi tersebut dengan menggunakan Serum Coombs. Pembahasan materi artikel kali ini yaitu Tes Coombs Tidak Langsung. 

TES COOMBS TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COOMBS TEST)

B. PRINSIP

Antigen + Antibodi Inkomplit (pada serum donor / pasien) + Serum Coombs → Aglutinasi (+)

C. TUJUAN

Untuk mendeteksi antibodi yang coated (melekat / menyelimuti) pada eritrosit dan terjadi secara invitro (di luar tubuh). 

D. ALAT DAN BAHAN

  1. Tabung Serologi
  2. Pipet Tetes
  3. Sentrifuge 
  4. Kaca Objek
  5. Mikroskop 
  6. Larutan Salin (NaCl 0,85% -0,9%) 
  7. Serum Coombs (Anti Human Globulin) 
  8. Contoh Darah

D.  CARA KERJA 

  • Siapkan serum dari contoh darah yang akan di periksa. 
  • Siapkan pula suspensi eritrosit 5% dalam salin dari contoh darah dan suspensi sel darah O. 
  • Siapkan 2 tabung, isi masing masing tabung 2 tetes plasma / serum.
  • Tabung I teteskan 1 tetes susp sel O, tabung Il suspensi sampel.
  • Putar 3000 rpm selama 15 detik baca reaksi. 
  • Apabila negatif lanjutkan, tambahkan bovine albumin 22% sebanyak 2 tetes ke masing - masing tabung. 
  • Inkubasi pada suhu 37°C selama 15 menit. 
  • Putar 3000 rpm selama 15 detik baca reaksi. 
  • Bila negative lakukan pencucian dengan saline 3x. 
  • Tambahkan ke masing - masing tabung 2 tetes AHG.
  • Putar 3000 rpm selama 15 detik baca reaksi secara makroskpis dan mikroskopis. 
  • Bila negatif, validasi dengan CCC. 

E.  INTERPRETASI HASIL

  1. Apabila hasil ICT positif adanya antibody yang coated pada sel darah merah secara invitro.
  2. Apabila hasil ICT negatif tidak adanya antibody yang coated pada sel darah merah secara invitro.


Sumber : Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 2011. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung : Analis Kesehatan.

Sendi Peronika
Sendi Peronika Sendi Peronika, A.Md.AK, S.KM berprofesi Analis Kesehatan Laboratorium, dan sekaligus Content Writer di blog kesehatan Infolabmed. Dengan lingkup kehidupan sebagai Analis Kesehatan berpeluang untuk berbagi informasi seputar Laboratorium Medik. Semoga tulisan dan informasi di infolabmed bisa mambantu dan bermanfaat bagi profesi Analis Kesehatan Laboratorium dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Post a Comment