PEMERIKSAAN SGPT METODE KINETIK

Table of Contents
Pemeriksaan ALT / SGPT Metode IFCC (Kinetik Enzimatik) pada Serum
https://hdmall.id/

Pemeriksaan ALT / SGPT Metode IFCC (Kinetik Enzimatik) pada Serum

1. Definisi 

Alanin Aminotransferase (ALT) dahulu lebih sering disebut dengan Glutamik Piruvik Transaminase (GPT), merupakan enzim tubuh intraseluler yang sangat penting, mengkatalis perubahan asam alfa keto menjadi asam amino dengan cara transfer gugus amino. ALT banyak terdapat dalam sel hati, dan ditemukan juga dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dalam sel parenkim ginjal, otot jantung dan otot rangka, pankreas, limpa dan paru. 

Pemeriksaan secara bersama ALT dan AST dipakai untuk membedakan kerusakan hati dari otot jantung dan otot rangka. Umumnya secara khas ALT lebih tinggi daripada AAT pada hepatitis virus atau toksik akut, sedangkan pada hepatitis kronik AST lebih tinggi daripada ALT. Rasio AST / ALT <1 indikasi kerusakan hati ringan dan rasio AST / ALT >1 berkaitan dengan penyakit hati yang kronis dan berat.

2 . Metode dan Prinsip 

Standar WHO / IFCC 

  • Metode : Tes UV optimasi 
  • Prinsip : ALT mengkatalis transfer gugus amino dari L-Alanine ke 2-Oxoglutarate menjadi L-Glutamate dan Pyruvat. Pyruvat selanjutnya mengalami reduksi dan terjadi oksidasi NADH menjadi NAD+ dengan bantuan enzim Lactate Dehidrogenase. Hasil penurunan serapan (absorbans) pada λ 340 nm sesuai dengan aktivitas alat.

3. Spesimen 

a. Jenis spesimen

  • Spesimen pilihan serum dari darah yang tidak hemolisis
  • Dapat juga menggunakan plasma heparin atau EDTA.

b. Cara pengambilan

  • Darah kapiler
  • Darah vena 

c. Cara penyimpanan (stabilitas)

  • Pada suhu 4°C - 8°C stabil selama 7 hari
  • Pada suhu 20°C -25°C stabil selama 7 hari
  • Pada suhu -20°C stabil selama 7 hari

4. Linearitas 

Linearitas 4-600 U/L

5 . Limitasi 

  • Temperatur pemeriksaan pilihan adalah 37°C. Pemilihan pada suhu lebih rendah akan memberikan hasil yang lebih rendah. Pada temperatur 30°C faktor konversi 0,69 dan temperatur 25°C faktomya 0,51.
  • Pemeriksaan tidak terganggu oleh bilirubin (<40 mg/dL), hemoglobin (<400 mg/dL) dan trigliserida (<2000 mg/dL).

5. Nilai Rujukan


Sumber : Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik



Sendi Peronika
Sendi Peronika Sendi Peronika, A.Md.AK, S.KM berprofesi Analis Kesehatan Laboratorium, dan sekaligus Content Writer di blog kesehatan Infolabmed. Dengan lingkup kehidupan sebagai Analis Kesehatan berpeluang untuk berbagi informasi seputar Laboratorium Medik. Semoga tulisan dan informasi di infolabmed bisa mambantu dan bermanfaat bagi profesi Analis Kesehatan Laboratorium dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Post a Comment