Pemeriksaan Golongan Darah Rhesus Metode Weak D

Table of Contents


A. PRINSIP PEMERIKSAAN

ANTIGEN + ANTIBODI → AGLUTINASI / HOMOGEN / SENSITASI 

B. TEKNIK REVERSE & FORWARD GROUPING 

1. Cell grouping / typing = > memeriksa antigen sel darah merah dengan cara menambahkan anti - A, anti - Bdan anti - D 

2. Serum grouping / typing = > memeriksa antibodi dalam serum / plasma dengan cara mereaksikannya dengan sel golongan A, B, dan O. 

3. Auto Kontrol = > memeriksa antibodi dalam serum dengan cara mereaksikannya dengan sel darah merahnya sendiri

C. METODE PEMERIKSAAN 

Metode pemeriksaan Weak D

D. PROSEDUR 

Pemeriksaan golongan darah rhesus WEAK D

1. Dasar Teori :

Rhesus adalah suatu faktor yang terdapat pada sel darah merah, ditemukan pertama kali oleh Landsteiner dan Wiener pada tahun 1940 melalui injeksi darah merah kera Macaccus rhesus ke tubuh kelinci. Landsteiner dan Wiener menerangkan bahwa bila sel darah merah (eritrosit) seseorang mempunyai Rhesus antigen (antigen D atau Rh), maka orang tersebut dinyatakan sebagai Rhesus - positive. Bila ia tidak mempunyai Rhesus antigen (antigen D atau RhO) dinyatakan Rhesus - negative.

2. Prinsip : 

Antigen + Antibodi → Aglutinasi / sensitasi / hemolisis

3. Tujuan : 

Untuk menemukan adanya antigen (antigen D atau Rh) di dalam sel darah merah (eritrosit)

4. Alat dan Bahan : 

  • Sampel suspensi 5% 
  • Larutan NaCl 0,85% 
  • Bovine Albumin 6 % 
  • Anti - Rh serum (Anti D Monoclonal / Duoclonal, IgM / IgG) 
  • Sentrifuge 
  • Pipet Tetes 
  • Tabung Reaksi 
  • Rak Tabung 
  • Mikroskop
  • Waterbath

5. Cara Kerja : 

  • Biarkan reagensia pada suhu kamar sebelum digunakan dan simpan kembali pada suhu 2-8 °C setelah digunakan
  • Siapkan contoh darah dengan antikoagulan yang akan diperiksa
  • Lakukan perawatan contoh darah yang akan diperiksa mulai dari pemisahan plasma dari sdm (sel darah merah), pencucian hingga pembuatan suspensi sel 5%
  • Siapkan 2 tabung beri label : Tab 1 , Tab II
  • Masing - masing tabung teteskan 1 tetes supensi 5% ery X
  • Tab I tambahkan 2 tetes anti D IgG 
  • Tab II tambahkan 2 tetes Bovine Albumin 6% 
  • Kocok perlahan kedua tabung hingga tercampur rata
  • Putar 3000 rpm selama 15 detik
  • Baca reaksi → makrokopis, bila hasil negative
  • Cuci kedua tabung 3 kali dengan saline
  • Buang supernatant terakhir sampai bersih
  • Tambahkan masing - masing 2 tetes coomb's serum
  • Kocok perlahan kedua tabung hingga tercampur rata
  • Putar 3000 rpm selama 15 detik
  • Baca reaksi makroskopis dan mikrokopis → catat hasil

6. Pembacaan hasil :

  • Tidak ada aglutinasi : tidak ada antigen D pada sel darah merah
  • Ada aglutinasi : ada antigen D pada sel darah merah

Kesimpulan apabila D negatif maka golongan darah Rhesus negatif, apabila D positif pada pasien disimpulkan golongan darah Rh negatif dan D positif pada darah donor disimpulkan golongan darah Rh positif.

Hasil tes D negatif, harus di validasi dengan di teteskan 1 tetes sel uji coombs (Coombs Control Cells = CCC) ke tabung 1 dan tabung 2. Kemudian putar 3000 rpm 15 detik atau 1000 rpm 1 menit. Hasil pengamatan menunjukkan : Hasil positif menunjukan bahwa pemeriksaan benar dan berlaku. Hasil negatif menunjukan bahwa pemeriksaan tidak benar, tidak berlaku dan harus di ulang.


Sumber : Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung : Analis Kesehatan.

Sendi Peronika
Sendi Peronika Sendi Peronika, A.Md.AK, S.KM berprofesi Analis Kesehatan Laboratorium, dan sekaligus Content Writer di blog kesehatan Infolabmed. Dengan lingkup kehidupan sebagai Analis Kesehatan berpeluang untuk berbagi informasi seputar Laboratorium Medik. Semoga tulisan dan informasi di infolabmed bisa mambantu dan bermanfaat bagi profesi Analis Kesehatan Laboratorium dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Post a Comment