Pemeriksaan Golongan Darah ABO & Rh Metode Tube Test

Pemeriksaan Golongan Darah ABO & Rh Metode Tube Test
(Image : https://honestdocs.com)

A. PRINSIP PEMERIKSAAN

ANTIGEN + ANTIBODI → AGLUTINASI / HOMOGEN / SENSITASI 

B. TEKNIK REVERSE & FORWARD GROUPING 

  • Cell grouping / typing = > memeriksa antigen sel darah merah dengan cara menambahkan anti - A, anti - Bdan anti - D.
  • Serum grouping / typing = > memeriksa antibodi dalam serum / plasma dengan cara mereaksikannya dengan sel golongan A, B, dan O. 
  • Auto Kontrol = > memeriksa antibodi dalam serum dengan cara mereaksikannya dengan sel darah merahnya sendiri.

C. METODE PEMERIKSAAN 

Metode pemeriksaan Tube Test. 

D. PROSEDUR 

Pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus metode Tube Test. 

1. Tujuan : 

Untuk menetapkan ada / tidaknya antigen pada sel darah merah (cell grouping) dan untuk menetapkan ada / tidaknya antibodi dalm serum / plasma (serum grouping). 

2. Alat dan Bahan : 

  • Sampel suspensi 5%
  • Test sel 5% A, B, O
  • Antisera A, Antisera B
  • Larutan NaCl 0,85%
  • Tabung Serologi
  • Mikroskop
  • Tabung Sentrifuge
  • Pipet Tetes
  • Rak Tabung
  • Sentrifuge 

3. Cara Kerja :

  • Biarkan reagensia pada suhu kamar sebelum digunakan dan simpan kembali pada suhu 2-8°C setelah digunakan.
  • Siapkan contoh darah dengan antikoagulan yang akan diperiksa
  • Lakukan perawatan contoh darah yang akan diperiksa mulai dari pemisahan plasma dari sdm (sel darah merah) pencucian hingga pembuatan suspensi sel 5%
  • Siapkan lembar kerja pemeriksaan golongan darah ABO
  • Siapkan 6 (enam) buah tabung serologi untuk masing - masing mahasiswa / kelompok yang sudah ditandai.
  • Isi masing - masing tabung dengan :
  • Tabung 1 : 2 tetes anti - A + 1 tetes sel 5% 
  • Tabung 2 : 2 tetes anti - B + 1 tetes sel 5% 
  • Tabung 3 : 1 tetes sel A 5% + 2 tetes serum / plasma 
  • Tabung 4 : 1 tetes sel B 5% + 2 tetes serum / plasma 
  • Tabung 5 : 1 tetes sel O 5% + 2 tetes serum / plasma 
  • Tabung 6 : 1 tetes sel 5% + 2 tetes serum / plasma 
  • Tabung 7 : 1 tetes sel 5% + 2 tetes anti -D 
  • Tabung 8 : 1 tetes sel 5% + 2 tetes BA 6%
  • Kocok perlahan agar homogen
  • Sentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 detik
  • Goyangkan tabung dengan perlahan dan perhatikan adanya aglutinasi secara makroskopis bila diperlukan dengan menggunakan mikroskop (perbesaran objektif 10 x)

4. Pembacaan hasil

  • Perhatikan supernatan semua tabung, apakah ada hemolise atau tidak. 
  • Bacalah satu persatu hasil reaksinya dengan mengoyang perlahan tabung dan memutarnya kita perhatikan sedimennya : Ciri - ciri positif Sedimen bersatu dan tepinya tidak merata. Ciri - ciri Negatif : Sedimen selnya padat dan tepinya bulat + rata. 
  • Dinyatakan negatif bila sedimen tersuspensi kembali dengan mudah (homogen).
  • Dinyatakan positif bila sedimen tidak mudah tersuspensi kembali (bergumpal - gumpal).
  • Tentukan derajat aglutinasi sesuai dengan hasil reaksi yang terjadi.
  • 4+ : Semua sedimen bersatu , cairan jernih
  • 3+ : Sedimen terpecah → 3-4 segmen, cairan jernih
  • 2+ : Gumpalan lebih banyak dan kasar, cairan agak keruh
  • 1+ Gumpalan sangat banyak dan halus, cairan keruh tampak berwarna kemerah - merahan
  • + : Sepintas masih terlihat seperti gumpalan halus dengan cairan keruh. Aglutinasi jelas → mikroskopis
  • - : tidak ada aglutinasi / homogen

6. Interpretasi Hasil :

Catatan : Apabila pada metode tabung hasil pengamatan menunjukkan Rh negatif, maka harus dilanjutkan ke pemeriksaan Weak D.

Keuntungan Metode Tabung (Tube) → Rekomendasi pemeriksaan golongan darah di Laboratorium karena Aglutinasi lemah dapat dibaca (karena lebih sensitif).


Sumber : Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung : Analis Kesehatan.

Post a Comment

0 Comments