Pemecahan Masalah Troubleshooting Alat Laboratorium

(Img : https://shutterstock.com)

PEMECAHAN MASALAH (TROUBLESHOOTING) KERUSAKAN ALAT

Dalam melakukan pemeriksaan seringkali terjadi suatu ketidak cocokan hasil, malfungsi alat ataupun kondisi yang tidak kita inginkan yang mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan pada peralatan. Untuk itu perlu adanya pemecahan masalah (troubleshooting). 

Troubleshooting adalah proses atau kegiatan untuk mencari penyebab terjadinya penampilan alat yang tidak memuaskan, dan memilih cara penanganan yang benar untuk mengatasinya. Makin canggih suatu alat, akan makin kompleks permasalahan yang mungkin terjadi.

Contoh : Troubleshooting pada Fotometer

Hal - hal yang perlu diperhatikan bila terjadi permasalahan pada peralatan :

  1. Tetaplah tenang dan berpikirlah dengan jernih
  2. Pastikan masalahnya, Jangan membuat asumsi tentang kemungkinan permasalahan. 
  3. Jika penanganan sederhana gagal, minta bantuan supervisor / atasan atau hubungi agen untuk menanyakan masalah tersebut.
  4. Tempelkan label bahwa alat rusak.
  5. Catatlah semua tindakan / upaya perbaikan pada catatan khusus seperti contoh formulir di bawah ini.

Contoh : Formulir pencatatan perbaikan alat.


PENANGGUNG JAWAB ALAT

Berbagai jenis alat yang digunakan di laboratorium mempunyai cara operasional dan pemeliharaan yang berbeda satu dengan lainnya, dan biasanya digunakan oleh lebih dari 1 orang. 

Walaupun pihak distributor alat menyediakan teknisi untuk perbaikan apabila terjadi kerusakan, namun untuk pemeliharaan alat harus dilakukan sendiri oleh pihak laboratorium. Oleh karena itu harus ditentukan seorang petugas yang bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan alat dan operasional alat melalui kegiatan pemantauan dan mengusahakan perbaikan apabila terjadi kerusakan.


Sumber : Good Laboratory Practice



Post a Comment

0 Comments