Jenis dan Fungsi Komponen Darah

Table of Contents

(Image : https://stock.com)

A. PENDAHULUAN 

Terapi transfusi ditujukan untuk mengganti komponen - komponen darah yang berkurang pada pasien simptomatik. Setiap produk selalu memiliki resiko terkait dan perbandingan resiko dengan keuntungan harus selalu dipertimbangkan. Manfaat darah diolah menjadi komponen darah diantaranya : 

  • Pasien memperoleh hanya komponen darah yang diperlukan
  • Mengurangi reaksi transfusi
  • Mengurangi volume transfusi
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan darah
  • Mengurangi masalah logistik darah
  • Memungkinkan penyimpanan komponen darah pada temperatur yang optimal. 

Komponen darah adalah bagian - bagian darah yang dipisahkan dengan cara fisik atau mekanik tanpa menambahkan bahan kimia kedalamnya yaitu dengan cara pengendapan atau pemutaran. Derivat darah (plasma) adalah bagian - bagian darah yang dipisahkan dengan cara kimiawi (dengan menambahkan bahan kimia pada proses pembuatannya). Pengolahan komponen darah adalah tindakan memisahkan komponen darah donor dengan prosedur tertentu menjadi komponen darah yang siap pakai. Dalam proses tersebut aspek kualitas dan keamanan harus terjamin untuk mendapatkan produk akhir yang diharapkan. Satu unit darah terdiri dari elemen - elemen selular dan non selular yang mempunyai fungsi beragam. Pemisahan komponen darah harus dilakukan dengan cara aseptik, menggunakan kantong darah ganda, kantong darah tunggal dengan (transfer bag).

B. WHOLE BLOOD (DARAH LENGKAP) 

(Gambar 1 : Whole Blood)
https://stock.com


Darah lengkap (whole Blood) adalah cairan yang mengandung berbagai macam sel darah yang bergabung dengan cairan kekuningan yang disebat plasma. Sel darah ini terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan trombosit. Satu unit darah lengkap mengandung sekitar 450 mL darah dan 63 mL antikoagulan. Penyimpanan darah lengkap lebih darah 24 jam, menyebabkan penurunan platelet atau granulosit.

C. KOMPONEN SEL DARAH 

1. Sel Darah Merah Pekat (Packed Red Cell)

(Gambar 2 : Sel darah merah pekat) 
https://saskblood.com

Isi utama dalam sel darah merah pekat adalah eritrosit. Darah merah pekat mengandung nilai hematokrit 70%. Temperatur simpan 4 + 2°C. pelayanan darah merah pekat dilakukan melalui uji cocok silang serasi antara darah donor dan pasien. Apabila dibuat dengan sistem terbuka, maka lama simpan selama 24 jam, sedangkan apabila darah merah pekat dibuat dengan sistem tertutup, maka masa simpan darah lengkap asalnya. 

2. Darah Merah Pekat Miskin Leukosit (Leukodepleted PRC)

Isi utama darah merah pekat miskin leukosit adalah eritrosit. Temperature simpan 4 + 2°C. Lama simpan selama 24 jam dengan sistem terbuka, sedangkan dengan metode tertutup lama simpannya sama dengan darah lengkap asal. Berguna dengan meningkatkan jumlah eritrosit pasien yang sering memerlukan transfusi darah. bermanfaat untuk mengurangi reaksi panas dan alergi. Satu unit sel darah merah biasanya mengandung 10% leukosit. Leukodepleted adalah komponen darah dengan jumlah leukosit yang sudah dikurangi menurut standar PMK 91 tahun 2015 menjadi kurang dari 1x105 per unit. 

3. Sel darah merah Cuci (Washed Red Cell) 

Washed red cell diperoleh dengan mencuci packed red cell 2-3 kali dengan saline (Nacl 0,9%), dan kemudian sisa plasma terbuang habis. Karena proses pencucian berlangsung dengan sistem terbuka, produk harus digunakan dalam waktu 24 jam. Mencuci sel darah merah menghilangkan protein plasma, beberapa leukosit, dan sisa trombosit. Produk ini ditunjukkan untuk pasien yang telah mengalami alergi berat akibat transfusi berulang dan reaksi yang tidak bisa dicegah oleh antihistamin. Berguna untuk penderita yang tidak bisa diberi komponen plasma, diantaranya dipakai dalam pengobatan aquired hemolytic anemia dan exchange transfusion. Kelemahan washed red cell yaitu bahaya infeksi sekunder yang terjadi selama proses serta masa simpan yang pendek (4-6 jam).

4. Leukosit Pekat (Buffy Coat)

Isi utama leukosit pekat (Buffy Coat) adalah granulosit. Leukosit pekat disiapkan dalam bentuk buffy coatdengan volume berkisar antara 50-80 mL. Temperature simpan berkisar antara 20 + 2°C, sedangkan lama simpan harus segera ditransfusikan dalam 24 jam. Leukosit pekat berguna untuk meningkatkan jumlah granulosit. Pelayanan pre transfusi adalah melalui uji cocok serasi darah donor dan pasien. Efek samping yang ditimbulkan urtikaria, mengigil, dan demam.

(Gambar 3 : Leukosit pekat) 
https://docplayer.info


Saat ini leukosit pekat (buffy coat) jarang digunakan, data yang menunjukkan pemakaian transfusi leukosit pekat pada pasien dewasa septic granulositopenik kurang memuaskan, tetapi granulosit buffy coat yang dikumpulkan dari satu atau dua unit darah segar mungkin bermanfaat dalam penatalaksanaan sepsis pada bayi baru lahir. Cairan granulosit buffy coatini adalah suspensi granulosit dalam plasma yang dibuat dengan sitaferesis, yang lebih tepat disebut granulosit feresis (granulositoferesis). 

5. Konsentrat Trombosit (Thrombocyte Concentrate) 

Isi utama trombosit pekat adalah trombosit dengan volume sekitar 50 mL, temperatur simpan berkisar antara 20 + 2°C dan lama simpan 3 hari tanpa goyangan dan 5 hari dengan goyangan. Trombosit pekat berguna untuk meningkatkan jumlah trombosit pasien. Peningkatan post transfusi pada dewasa, rata - rata 5000-10000 /uL. Efek samping yang mungkin timbul setelah transfusi trombosit pekat : urtikaria, menggigil, demam,  aloimunisasi antigen trombosit donor.

6. Liquid Plasma ( LP ) 

Isi utama liquid plasma adalah plasma yang mengandung faktor pembekuan stabil dan protein plasma, volume pada kantong darah 150-220 ml. Suhu simpan pada 4° ± 2°C sampai dengan 5 hari setelah tanggal kadaluarsa darah lengkap asal. Penggunaan liquid plasma bertujuan untuk :

  • Meningkatkan volume plasma, tetapi pemakaian cairan pengganti lebih dianjurkan.
  • Meningkatkan faktor pembekuan stabil [ Faktor II, VII, IX, X, XI ] 

Pelayanan liquid plasma dengan cara mencocokan ABO dan Rhesus donor dengan eritrosit pasien. Efek samping yang ditimbulkan, antara lain : urtikaria, menggigil, demam, hipervolemia. Waktu pemisahan dari darah lengkap kapan saja sampai 5 hari setelah tanggal kadaluarsa darah lengkap asal. Metoda pemisahan bisa dialkukan dengan metode plasmaferesis dan juga pemutaran darah lengkap / whole blood.

7. Plasma Segar Beku (Fresh Frozen Plasma) 

Isi utama FFP adalah plasma dan faktor pembekuan labil. Volume FFP berkisar antara 150 sampai 220 mL. Temperatur simpan FFP adalah -18°C atau lebih rendah. Lama simpan satu tahun. FFP berguna untuk meningkatkan faktor pembekuan labil apabila faktor pembekuan pekat / kriopresipitat tidak ada. Pelayanan untuk FFP adalah cocok untuk golongan darah BO dengan erirosit pasien. Ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan. Ffp berguna untuk meningkatkan faktor pembekuan. Efek samping pemberian FFP adalah urtikaria, mengigil, demam, hipervolemia. FFP merupakan bagian cair dari unit darah lengkap yang diambil dan dibekukan dalam 6 sampai 8 jam dan disimpan pada temperature -18°C. Karena diproses sedemikian cepat, plasma beku segar juga mengandung faktor koagulasi labil Indikasi utama pemakaian plasma beku segar adalah pada defisiensi faktor pembekuan dengan gangguan hemostatik di mana masih belum diketahui faktor pembekuan apa yang menjadi penyebab atau terjadi defisiensi multiple. Plasma beku segar sey anya jarang, kalaupun pernah, diberikan untuk ekspansi volume. Namun, larutan ini dapat secara memuaskan digunakan untuk rekonstruksi sel darah merah untuk transfusi tukar pada bayi baru lahir.

8. Kriopresipitat (Cryoprecipitate) 

Isi utama kripresipitat adalah faktor pembekuan VIII, faktor pembekuan XIII, faktor von willebrand dan fibrinogen. Temperature simpan -18°C atau lebih rendah dan lama simpan selama 1 tahun. Kriopresipitat berguna untuk meningkatkan faktor pembekuan VIII, faktor pembekuan XIII, faktor von Willebrand (vWF) dan fibrinogen. Pelayanan kriopresipitat dengan mencocokkan golongan ABO dengan eritrosit pasien dan harus ditansfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan. Efek samping setelah pemberian kriopresipitat adalah demam dan alergi. Kriopresipitat merupakan bagian plasma yang dingin dan tidak larut yang diproses dari FFP. Kriopresipitat adalah residu gelatinosa yang diperoleh dengan membekukan dan mencairkan secara lambat plasma yang baru diambil. Kriopresipitat mengandung 80 sampai 100 IU faktor VII, VWF dan sekitar 250 mg fibrinogen (minimum 150 mg) dalam volume 10-15 ml /unit.

Kriopresipitat bermanfaat untuk mengobati pendarahan ringan sampai sedang pada pasien dengan penyakit von wiillebrand. Apabila diperlukan konsentrasi vWF yang sangat tinggi, seperti pada perdarahan yang mengancam nyawa atau untuk prosedur bedah, lebih baik digunakan beberapa konsentrat komersial yang mengandung vWF. Plasma beku segar dan kriopresipitat juga merupakan sumber terbaik untuk vWF, yang tinggi terdapat di banyak konsentrat faktor VIII komersial. Kriopresipitat juga bermanfaat dalam manajemen keadaan hipofibrinogemia dan pada koagulasi intravascular diseminat dengan konsumsi fibrinogen. Kriopresipitat juga dapat dikenai prosedur - prosedur inaktivasi virus seperti pemanasan dan pemberian pelarut deterjen.

9. Konsentrat faktor VIII 

Komponen ini adalah suatu konsentrat liofilisasi plasma yang berasal dari 30000 donor, yang terutama mengandung faktor VIII, tetapi juga sejumlah kecil fibrinogen dan protein lain. Tersedia preparat dengan kemurnian sedang, kemurnian tinggi dan kemurnian sangat tinggi yang sesuai dengan metode pemurniannya. Sebagian besar prosedur pemurnian antibody monoclonal (afinitas) menghasilkan konsentrasi yang kemurniannya sangat tinggi dengan hanya sedikit protein pencemar. Kandungan faktor VIII spesifik unit aktifitas faktor VIII per mg protein berbeda - beda dan hal ini dicantumkan di setiap vialnya. Rentang aktifitas faktor VIII total biasanya adalah 800 sampai 1600 IU /mg. Molekul faktor VIII telah berhasil diklon dan juga tersedia sebagai protein rekombinan. Preparat ini lebih mahal daripada konsentrat yang berasal dari plasma, tetapi memiliki keunggulan karena tidak menularkan penyakit infeksi terkait plasma. Namun peparat ini masih mungkin bersifat imunogenik dan memicu respon imun, termasuk aloimunisasi (inhibitor faktor VIII) . 

10. Konsentrat Faktor IX 

Komponen ini mengandung konsentrat faktor - faktor dependen vitamin K, yaitu faktor II, VII, IX dan X yang berasal dari kumpulan ribuan donor. Dengan demikian, komponen ini memiliki faktor resiko serupa dengan konsentrat faktor VIII, namun konsentrat ini dibuat dengan fraksionisasi plasma bukan kriopresipitasi. Produk - produk ini merupakan terapi pilihan untuk perdarahan atau profilaxispada pasien penyakit Critsmas (defisiensi faktor IX). Indikasi lain adalah defisiensi congenital faktor protrombin, VII dan X. Pengolahan komponen ini juga dilakukan dengan pemanasan dan atau pelarut detergen, seperti faktor VIII. Beberapa konsentrat faktor IX juga mengandung sejumlah kecil faktor koagulasi aktif sehingga dapat berguna dalam penanganan pasien hemophilia dengan inhibitor terhadap faktor VIII. Sekarang juga tersedia konsentrat faktor IX rekombinan.

11. Preparat Globulin serum dan Inhibitor Protease

Plasma Fraksionase plasma komersial juga dapat memekatkan gamaglobulin untuk diberikan kepada pasien dengan defisiensi antibody humoral yang parah. Kumpulan plasma yang mengandung gamaglobulin spesifik dengan titer tinggi dapat digunakan sebagai preparat serum gamaglobulin hiperimun untuk penanganan pasien yang pernah terpajan ke globulin imun - varisela - zoster (VZIG) atau serum imun hepatitis B. Plasma normal juga mengandung inhibitor - inhibitor alamiah terhadap protein yang diaktifkan selama proses fisiologik, sepertithrombin pada koagulasi, tripsin pada pencernaan protein, atau C1 esterase pada pengaktifan komplemen. Beberapa inhibitor alamiah ini juga dipekatkan selama fraksionasi plasma untuk digunakan dalam terapi keadaan - keadaan defisiensi congenital dan didapat (misalnya, trombofolia defisien - antitrombin, defisiensi alfa 1 - antitripsin (enfisema) dan defisiensi C1 esterase (edema angio - neurotik).


Sumber : Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung : Analis Kesehatan.



Sendi Peronika
Sendi Peronika Sendi Peronika, A.Md.AK, S.KM berprofesi Analis Kesehatan Laboratorium, dan sekaligus Content Writer di blog kesehatan Infolabmed. Dengan lingkup kehidupan sebagai Analis Kesehatan berpeluang untuk berbagi informasi seputar Laboratorium Medik. Semoga tulisan dan informasi di infolabmed bisa mambantu dan bermanfaat bagi profesi Analis Kesehatan Laboratorium dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Post a Comment