Golongan Darah ABO

(Image : https://tirto.id)

A.  Pendahuluan

Gambar 1 : Karl Laindstainer
https://nobelprize.org

Sebelum tahun 1901, diperkirakan semua golongan darah adalah sama. Kondisi tersebut mendorong terjadinya reaksi transfusi yang fatal sampai menyebabkan kematian. Sampai pada tahun 1901, ditemukannya sistem golongan darah ABO oleh Karl Landstainer, seorang ilmuwan berkebangsaan Austria yang menyatakan bahwa setiap individu mempunyai karakteristik golongan darah yang dibedakan menjadi golongan darah grup A, B, dan O. Selanjutnya, pada tahun 1902, Alfred Decastello dan Adriana Sturli menemukan golongan darah AB, yang melengkapi sistem golongan darah ABO. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa transfusi darah tidak boleh dilakukan pada dua orang dengan golongan darah berbeda. Istilah sistem golongan darah mengacu pada jenis antigen (Ag) yang terdapat pada sel darah merah yang spesifisitasnya ditentukan dari gen yang berada pada kromosom. Sedangkan Istilah jenis golongan darah mengacu pada spesifisitas hasil reaksi sel darah merah terhadap jenis antisera tertentu.

B. ANTIGEN ABH PADA SISTEM GOLONGAN DARAH ABO 

Sistem golongan darah ABO ditentukan oleh ada atau tidak adanya Ag A dan atau Ag B yang terekspresikan pada sel darah merah serta ada tidaknya antibodi (Ab) A dan atau B yang terdapat di dalam serum / plasma. Sistem golongan darah ABO terdiri atas 4 golongan darah yaitu golongan darah A, B, AB dan O. Individu dengan golongan darah A, pada sel darah merahnya terdapat Ag A dan di plasmanya terdapat Ab B. Golongan darah B terdapat Ag B dan Ab A. Golongan darah AB, terdapat Ag AB dan tidak terdapat Ab A maupun B. Golongan darah O tidak mempunyai Ag A dan B, melainkan mempunyai Ab A dan B. Secara lengkap, penjabaran jenis golongan darah pada sistem ABO, dapat dilihat pada Tabel berikut :

(Tabel 1 : Sistem Golongan Darah ABO

(Gambar 2 : Ag Membran sel darah merah)
https://bloodgroupandredcel.com 

Antigen (Ag) pada sistem golongan darah ABO merupakan jenis Ag oligosakarida. Jenis Ag ini tidak hanya berada pada sel darah merah saja melainkan juga terdapat pada sel dan jaringan lain, seperti pada sel epitel paru serta cairan tubuh dalam bentuk Ag terlarut. Ag pada sistem ABO merupakan produk dari ekspresi gen H, gen ABO dan gen Se. Ketiga gen tersebut menentukan jenis, sifat dan letak Ag sistem ABO yang terekspresikan.

Gen H berada di lokus H (FUT 1) pada kromosom 19. Gen tersebut mengkode fukosil transferase yang memproduksi Ag H pada sel darah merah. Ag H merupakan prekursor / cikal bakal terbentuknya golongan darah ABO. Individu dengan antigen H mempunyai genotip HH dan Hh. Individu dengan genotip hh tidak mengkode fukosil transferase sehingga tidak memproduksi Ag H dan tidak bisa mengekspresikan Ag A dan B. Individu tersebut akan teridentifikasi sebagai golongan darah O. Banyaknya Ag H pada sel darah merah yang diubah menjadi Ag A dan Ag B, tergantung pada enzim glikosil transferase yang disintesis dari gen ABO.

(Gambar 3 : Ag H)
https://slideshare.com

Gen ABO berada pada lokus di kromosom 9. Pada lokus tersebut terdapat alel A, B dan O. Alel A mengkode enzim N-acetyl-galactosaminyltrans-ferase yang menambahkan gugus gula N-acetyl-D-galactosamine (GalNac) pada Ag H sehingga terbentuk Ag A. Alel B mengkode galactosyl transferase yang menambahkan gugus gula D-galactose (Gal) pada AgH sehingga terbentuk Ag B. Pada individu dengan golongan darah AB, maka enzim transferase yang diekspresikan menambah dua gugus gula yaitu GalNac dan Galaktosa. Alel O tidak mengkode enzim fungsional tersebut, sehingga Ag H tidak berubah bentuk seperti pada individu golongan darah A, B dan AB. Golongan darah O pada individu dengan genotip HH dan Hh mempunyai Ag H dalam jumlah banyak dibandingkan pada individu golongan darah A, B dan AB.

Individu dengan genotip hh tidak memproduksi antigen H, sehingga tidak dapat memproduksi antigen A ataupun B. Individu dengan genotip hh disebut dengan golongan darah 'O Bombay ' Jenis golongan darah ini mempunyai sifat seperti golongan darah O, karena mempunyai anti A dan B, akan tetapi golongan darah ini juga mempunyai anti H, yang tidak dipunya oleh individu dengan golongan darah O biasa. Individu dengan golongan darah O Bombay tidak menunjukkan gejala penyakit, namun ketika harus transfusi darah, maka individu tersebut harus mendapatkan darah dari golongan O Bombay juga. Jika individu tersebut mendapat darah dari golongan darah O biasa, maka akan terjadi reaksi transfusi hemolitik akut. Golongan darah O Bombay, seringkali dianggap sebagai golongan darah O biasa. Golongan darah O Bombay dapat diketahui dengan cara mereaksikan serum / plasma dengan tes sel O.

C. ABH SEKRETOR 

Telah diuraikan sebelumnya, bahwa Ag pada sistem golongan darah ABO tidak hanya terdapat pada sel darah merah, melainkan juga bisa terdapat pada cairan tubuh dalam bentuk Ag terlarut. Gen yang mengkode jenis Ag ini adalah gen Se yang berada pada locus Se (FUT2) di kromosom 19. Gen Se mengkode fukosil transferase yang berperan pada produksi Ag H di cairan tubuh, seperti pada saliva / air liur. Ekspresi Ag A dan B tergantung pada genotip A dan B. Individu dengan genotip Se / Se atau Se / se, disebut dengan sekretor, sedangkan individu dengan genotip se / se disebut dengan non sekretor dan tidak membentuk Ag A, B terlarut.

D. SUB GRUP ABO 

Pada pemeriksaan golongan darah ABO, terkadang dapat ditemui hasil aglutinasi lemah antara sel darah merah yang direaksikan dengan reagen antisera (forward grouping) atau plasma yang direaksikan dengan reagen tes sel (reverse grouping). Hal ini dapat disebabkan karena Ag A dan B pada membran sel darah merah mempunyai jumlah sedikit. Berdasarkan reaksi serologi yang dihasilkan pada pemeriksaan golongan darah ABO, terdapat sub grup A dan sub grup B. Pada umumnya, sub grup diketahui dari adanya ketidaksesuaian hasil pemeriksaan golongan darah antara forward grouping dan reverse grouping.

E. ANTI A, B dan H 

Anti A dan B merupakan jenis antibodi yang terbentuk secara alamiah dan dapat dideteksi di dalam serum setelah bayi berusia sekitar 3-6 bulan. Sistem imun tubuh akan membentuk antibodi terhadap antigen yang berlawanan atau yang tidak dipunyai oleh tubuh dan timbul karena adanya paparan terhadap lingkungan (Ab alamiah). Sebagai contoh : golongan darah A akan membentuk antibodi B, dan seterusnya. Jenis Ab A dan B umumnya adalah Imunoglobulin M (IgM). IgM mempunyai sifat dapat mengaktifkan komplemen dan bereaksi optimum pada suhu 20 - 24°C. Ab jenis ini dapat menyebabkan reaksi transfusi yang berbahaya, jika terjadi inkompatibilitas / ketidakcocokan golongan darah ABO.

F. POLA PEWARISAN 

Seperti diketahui, bahwa golongan darah ABO diturunkan dari orang tua. Jenis golongan darah ditentukan dari gen yang berasal dari kedua orang tua kita. Setiap anak mempunyai kombinasi gen dalam bentuk dua alel, yang berasal dari ayah dan ibu. Terdapat tiga jenis alel golongan darah ABO, yaitu : alel A, B dan O. Kombinasi dari tiga alel tersebut adalah : OO, AO, BO, AB, AA, dan BB. 

(Tabel 2 : Genotip ABO) 
https://redandbloodcell.com

Pada Tabel dapat dilihat bahwa anak golongan darah A, yang mempunyai genotip AA dan AO, mempunyai alel A yang diturunkan dari ayah atau ibu dan alel O yang diturunkan dari ayah atau ibu. Golongan darah B mempunyai genotip BB dan BO, yang mempunyai alel B yang berasal dari ayah / ibu dan alel O yang berasal dari ayah / ibu. Golongan darah AB yang mempunyai genotip AB, mempunyai alel A yang diturunkan dari ayah / ibu dan alel B yang diturunkan dari ayah / ibu. Jenis alel A dan B merupakan tipe kodominan, yaitu alel yang tidak mempengaruhi satu sama lain, sehingga diekspresikan secara bersamaan. Hal tersebut berbeda dengan alel O, jika alel O diekspresikan bersama dengan A atau B (heterozygot), maka alel O tidak terekspresikan, melainkan hanya alel A dan B saja. Alel O akan terekspresikan jika dalam bentuk homozygot, seperti pada golongan darah O, yang mempunyai genotip OO. Sebagai contoh, jika ayah mempunyai golongan darah A (genotip AO) dan ibu mempunyai golongan darah B (genotip BO), maka kemungkinan golongan darah anaknya adalah : A, B, O dan AB.

(Gambar 4 : Pola pewarisan golongan darah ABO) 
https://commons.com


Sumber : Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung : Analis Kesehatan.

DONASI VIA DANA Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi sebesar Rp. 10.000 ini akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Donasi klik Love atau dapat secara langsung via Dana melalui : 085862486502. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments