Dasar Pemilihan Bahan Laboratorium

(Img : https://thinkstockphotos.com)

DASAR PEMILIHAN 

Pada umumnya untuk memilih bahan laboratorium yang akan dipergunakan harus mempertimbangkan hal - hal sebagai berikut :

Kebutuhan

  • Produksi pabrik yang telah dikenal dan mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
  • Deskripsi lengkap dari bahan atau produk
  • Mempunyai masa kadaluarsa yang panjang
  • Volume atau isi kemasan
  • Digunakan untuk pemakaian ulang atau sekali pakai
  • Mudah diperoleh di pasaran
  • Besarnya biaya tiap satuan (nilai ekonomis)
  • Pemasok / vendor
  • Kelancaran dan kesinambungan pengadaan
  • Pelayanan purna jual
  • Terdaftar sebagai bahan laboratorium dan alat kesehatan di Ditjen Yanfar dan Alkes Depkes.

Selain hal - hal tersebut di atas untuk masing - masing bahan laboratorium perlu memperhatikan hal - hal sebagai berikut :

1. Reagen

Untuk analisis di laboratorium harus dipilih reagen tingkat analitis. Beberapa zat organik dengan tingkat chemically pure harus diuji untuk setiap lot sebelum dipakai dalam penggunaan rutin, sedangkan zat kimia practical grade, commercial grade atau technical grade tidak boleh digunakan di laboratorium.

Reagen yang sudah jadi ( komersial ) direkomendasikan sebagai pilihan utama. Reagen buatan sendiri dipilih bila tidak tersedia reagen jadi / komersial. 

Keuntungan reagen buatan sendiri :

  • Dapat dibuat segar sehingga penundaan dan kerusakan baik dalam transportasi maupun dalam penyimpanan dapat dihindari
  • Penggunaan zat pengawet dapat dihindari
  • Bila timbul masalah mengenai reagen dan standar, pemecahannya lebih mudah sebab proses pembuatannya diketahui
  • Bila reagen terkontaminasi atau rusak tidak perlu menunggu pengiriman reagen berikutnya
  • Merupakan penghematan

Kerugian reagen buatan sendiri :

  • Sulit distandardisasi
  • Biasanya tidak melalui uji Quality Control ( QC )
  • Tidak dapat ditentukan stabilitasnya

2. Standar 

Standar primer merupakan standar yang direkomendasi. Digunakan dalam bentuk larutan untuk analisis.

3. Bahan kontrol 

Pemilihan bahan kontrol didasarkan pada hal - hal sebagai berikut :

  • Spesimen yang akan diperiksa. Apabila spesimen yang diperiksa berasal dari manusia maka lebih baik menggunakan bahan kontrol yang berasal dari manusia, karena beberapa zat dalam bahan kontrol yang berasal dari binatang berbeda dengan bahan kontrol berasal dari manusia. Sedangkan spesimen selain dari manusia, misalnya air dan lain - lain hendaknya menggunakan bahan kontrol yang berasal dari bahan kimia murni
  • Penggunaan Bahan kontrol yang dibuat dari bahan kimia murni banyak dipakai pada pemeriksaan kimia lingkungan selain itu digunakan pula pada bidang kimia klinik dan urinalisis. Pooled sera dan liofilisat banyak digunakan di bidang kimia klinik dan imunoserologi. Bahan kontrol assayed digunakan untuk uji ketepatan dan ketelitian pemeriksaan, uji kualitas reagen, uji kualitas alat dan uji kualitas metode pemeriksaan. Bahan kontrol unassayed digunakan untuk uji ketelitian suatu pemeriksaan. Kuman kontrol digunakan untuk menguji mutu reagen / media pada bidang mikrobiologi.
  • Stabilitas bahan kontrol Umumnya bentuk padat bubuk ( liofilisat ) lebih stabil dan tahan lama dari pada bentuk cair. Untuk memudahkan transportasi, umumnya bentuk padat bubuk dibuat dalam bentuk strip. Stabilitas bahan kontrol yang dibuat sendiri kurang terjamin, selain itu juga mempunyai bahaya infeksi yang tinggi. 

 4. Air

Pemilihan jenis air didasarkan pada penggunaannya, yaitu : 

  • Air Jenis I / Air Suling / Aquades digunakan untuk : Metode kultur jaringan atau sel, analisis kimia ultra - mikro, analisis kimia yang khusus dan kritis dengan satuan pada tingkat nanogram atau sub - nanogram bila diperlukan penyiapan larutan standar, uji enzim, uji ligand, uji mineral dan logam berat, reagen tanpa pengawet dan uji kuantitatif metode imunofluoresen.
  • Air Jenis II / Air Demineralisasi / Aquades digunakan untuk : Sebagian besar metode pemeriksaan laboratorium kesehatan rutin, penyiapan media mikrobiologi, pengecatan dan pewarnaan histologi, pembuatan reagen yang akan disterilkan dan reagen dengan zat pengawet. 
  • Air Jenis III / Air Bersih digunakan untuk : Sebagian besar pemeriksaan kualitatif , pencucian alat gelas,  pemeriksaan laboratorium umum yang tidak memerlukan air jenis I atau II.

(Penggunaan dan Pembuatan Air di Laboratorium) 

5. Media 

Untuk pemilihan media yang akan dipergunakan harus mempertimbangkan tujuan pemeriksaan, stabilitas, transportasi dan nilai ekonomis.


Sumber : Good Laboratory Practice 

Post a Comment

0 Comments