CONTOH SOAL SKB ATLM 2022 | Soal 41 - 60

(Img : https://usfhealthonline.com)

Kumpulan Contoh Soal dan Pembahasan SKB Analis Kesehatan Laboratorium sesuai dengan Kisi-kisi Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Pertama ( PERMENPANRB No. PER / 08 / M.PAN / 3 / 2006).

Berikut ini contoh soal-soal SKB analis Kesehatan dari No 41 - 60 dan pembahasannya:

41.Kesalahan sistemik saat melakukan quality kontrol biasanya berhubungan dengan….
A. gelembung pada Reagen
B. Keausan 
C. Tip pipet kurang rapat 
D. kesalahan nilai kalibrator
Kunci jawaban : D
Pembahasan : Kesalahan sistemik saat melakukan quality kontrol biasanya berhubungan dengan kesealahan nilai kalibrator.

42. Seorang ATLM melakukan kontrol alat kimia, pada salah satu indikator didapatkan satu parameter di luar batas normal dengan range  -2SD, tindakan apa yang harus dilakukan….
A. melakukan kontrol ulang
B. Range dapat diterima dan lanjutkan pemeriksaan 
C. tidak dapat dilakukan pemeriksaan 
D. Rujuk sample ke tempat lain
Kunci jawaban : B
Pembahasan : Seorang ATLM melakukan kontrol alat kimia, pada salah satu indikator didapatkan satu parameter di luar batas normal dengan range  -2SD, tindakan yang harus dilakukan adalah range dapat di terima dan lanjutkan pemeriksaan.

43. Kesalahan yang disebabkan karena Inkonsisten dalam proses analisa ….
A.kesalahan random
B.kesalahan sistemik 
C.kesalahan parsial 
D. kesalahan total
Kunci jawaban : A
Pembahasan : Kesalahan yang disebabkan karena Inkonsisten dalam proses analisa adalah kesalahan random.

44. Media transport yang di gunakan untuk pemeriksaan PCR sars-cov2 adalah ….
A. Carry dan Blair
B. Stuart
C. VTM
D. APW
Kunci jawaban : C
Pembahasan : Media transport yang di gunakan untuk pemeriksaan PCR sars-cov2 adalah VTM

45. Pada saat melakukan quality kontrol di dapati hasil kontrol satu parameter di luar batas dengan range -3SD bagaimana analisa yang harus dilakukan terhadap hasil kontrol ….
A. pemeriksaan dapat dilakukan 
B. melakukan kontrol ulang hanya pada parameter yang out of range 
C.semua pemeriksaan tidak dapat dilakukan reject semua 
D. pemeriksaan tidak dapat dilakukan hanya pada parameter yang out of range 
Kunci jawaban : C
Pembahasan : pada saat melakukan quality kontrol di dapati hasil kontrol satu parameter di luar batas dengan range -3SD bagaimana analisa yang harus dilakukan terhadap hasil kontrol maka semua pemeriksaan tidak dapat di lakukan.

46. Nilai normal parsial karbon diolsida adalah….
A. 80-100 mmHg
B. 100-200 mmHg
C. 95-100 mmHg
D. 35-45 mmHg
Kunci jawaban : D
Pembahasan : Nilai normal parsial karbon diolsida adalah 35-45 mmHg

47. Kondisi dimana turunnya kandungan oksigen dalam arteri adalah….
A. Hipoksia
B. Hipoksemia
C. Polisitemia
D. Hipertensi
Kunci jawaban : B
Pembahasan : Kondisi dimana turunnya kandungan oksigen dalam arteri adalah Hipoksemia

48. Jika pada saat mengambil sampel darah arteri terdapat gelembung kadar apa yang dapat berpengaruh ….
A. PH dan oksigen menurun 
B. Pco2 meningkat
C. BE meningkat
D. PH dan oksigen meningkat
Kunci jawaban : D
Pembahasan : jika pada saat mengambil sampel darah arteri terdapat gelembung kadar yang dapat berpengaruh adalah PH dan Oksigen.

49.langkah pertama yang dilakukan saat melakukan Kalibrasi pipet volume adalah …..
A. lihat penyimpangan pada pipet 
B. analisa faktor koreksi 
C. Timbang beaker glass catat massa sebagai beaker glass kosong 
D. isi pipet volume dengan aquadest
Kunci jawaban : C
Pembahasan : angkah pertama yang dilakukan saat melakukan Kalibrasi pipet volume adalah timbang beaker glass catat massa sebagai beaker glass kosong.

50.Seorang ATLM yang akan melakukan pemeriksaan kultur pada Urin seorang pasien Urin yang baik untuk pemeriksaan kulture adalah ….
A. Urin malam
B. Urinpagi
C. Urin midstream
D. Urin kateter
Kunci jawaban : C
Pembahasan : Seorang ATLM yang akan melakukan pemeriksaan kultur pada Urin seorang pasien Urin yang baik untuk pemeriksaan kulture adalah Urin Midstream.

51. Seorang ATLM akan membuka dan mengambil sampel khusus virus hepatitis B dan HIV. Apa yang harus dilakukan ? 
A. gunakan APD 
B. buka tabung spesimen dalam BSC 
C. buka tabung dengan lilit kasa 
D. pasien yang membuka sendiri
E. A,  B,  dan C Benar
Kunci jawaban : E
Pembahasan : Seorang ATLM akan membuka dan mengambil sampel khusus virus hepatitis B dan HIV dengan menggunakan APD,  bula tabung Spesimen dalam BSC dan buka tabung dengan lilit kasa. 

52. Nama toksin yang dihasilkan oleh clostridium tetani adalah ...
A. tetanus 
B. tenospamin 
C. Ig A1 protease 
D. Lipo oligosakarida ( LOS )
Kunci jawaban : B
Pembahasan : Nama toksin yang dihasilkan oleh clostridium tetani adalah tenospamin. 

53. Seorang remaja diduga mengalami keracunan makanan setelah memakan makanan kaleng, gejala yang dialami berupa mual muntah. Kram perut, kesulitan menelan, dan kesulitan bernapas ... 
A. clostridium botulinum 
B. clostridium tetani 
C. nesseria gonore 
D. Corynebacterium diptheriae 
E. Bacillus anthracis
Kunci jawaban : A
Pembahasan : Seorang remaja diduga mengalami keracunan makanan setelah memakan makanan kaleng, gejala yang dialami berupa mual muntah, Kram perut, kesulitan menelan, dan kesulitan bernapas disebabkan clostridium botolinum. 

54. Seorang ATLM akan melakukan pengambilan sampel sekret uretra pada pasien yang diduga mengalami Gonore, pengambilan sempel sebaiknya ? 
A. diambil segera setelah buang air kecil ( kencing ) 
B. diambil setelah buang air besar ( BAB ) 
C. diambil sendiri oleh pasien 
D. diambil 2 jam setelah buang air kecil yang terakhir 
E. diambil setelah melakukan sex
Kunci jawaban : D
Pembahasan : Seorang ATLM akan melakukan pengambilan sampel sekret uretra pada pasien yang diduga mengalami Gonore, pengambilan sempel sebaiknya dia ambil 2 jam setelah buang air kecil terakhir.

55. Sampel yang digunakan seorang ATLM untuk melakukan pemeriksaan Gall kultur pada pasien diduga tipes adalah darah sebnyak 5-10 ml dimasukkan dalam botol biakkan yang berisi ..... 
A. 50-100 ml kaldu empedu ( 1 : 9 ) 
B. 50-80 ml lactosa broth ( 1 : 9 ) 
C. 10-50 ml kaldu empedu ( 1 : 9 ) 
D. 50-100 ml alkali pepton ( 1 : 9 ) 
E. 10-50 ml alkali pepton ( 1 : 9 )
Kunci jawaban : A
Pembahasan : Sampel yang digunakan seorang ATLM untuk melakukan pemeriksaan Gall kultur pada pasien diduga tipes adalah darah sebnyak 5-10 ml dimasukkan dalam botol biakkan yang berisi 50 - 100 ml kaldu empedu (1:9).

56. Apa fungsi penambahan NaOH 10 % pada sputum .... 
A. Sebagai decontaminan dan bersifat mukolitik 
B. Sebagai dilusi dan nutrisi bakteri 
C. Sebagai zat pewarna bakteri 
D. Sebagai penyubur M. tuberculosis
Kunci jawaban : A
Pembahasan : fungsi penambahan NaOH 10 % pada sputum sebagai decontaminan dan bersifat mukolitik.

57. Seorang ATLM melakukan pemeriksaan rujukan , Syarat pengiriman spesimen yang baik adalah .... 
A. Tidak terpapar sinar matahari 
B. Pemberian label infeksius 
C. Waktu pengiriman jangan melewati waktu stabilitas spesimen 
D. Suhu yang sesuai stabilitas spesimen 
E. Benar semua
Kunci jawaban : E
Pembahasan : Seorang ATLM melakukan pemeriksaan rujukan , Syarat pengiriman spesimen yang baik adalah Tidak terpapar sinar matahari, Pemberian label infeksius, Waktu pengiriman jangan melewati waktu stabilitas spesimen dan Suhu yang sesuai stabilitas spesimen.

58. Faktor - faktor yang mempengaruhi ketidak stabilan spesimen adalah sebagai berikut , KECUALI .... 
A. Terjadi kontaminasi kuman dan bahan kimia 
B. Terpapar sinar matahari 
C. Pengaruh suhu 
D. Pengambilan yang benar 
E. Terjadi metabolisme oleh sel sel hidup
Kunci jawaban : D
Pembahasan : Faktor - faktor yang mempengaruhi ketidak stabilan spesimen adalah sebagai berikut , KECUALI pengambilan yang benar. 

59. Seorang ATLM melakukan pengambilan sekret uretra untuk pemeriksaan gonore , pewarnaan yang diunakan untuk pemeriksaan mikroskopis tersebut adalah....
A. Pewarnaan neisser 
B. Pewarnaa negatif 
C. Pewarnaan albert 
D. Pewarnaan gram 
E. Pewarnaan ZN
Kunci jawaban : D
Pembahasan : Seorang ATLM melakukan pengambilan sekret uretra untuk pemeriksaan gonore , pewarnaan yang diunakan untuk pemeriksaan mikroskopis tersebut adalah dengan pewarnaan Gram. 

60. Seorang ATLM melakukan penerimaan sampel sputum , Syarat volume sputum dalam wadah yang diterima adalah ... 
A. Ditampun pada wadah bermulut lebar 
B. Wadah sampel bertutup ulir 
C. Wadah harus steril 
D. Jumlah sputum 3-5 ml 
E. Benar semua
Kunci jawaban : E
Pembahasan : Seorang ATLM melakukan penerimaan sampel sputum , Syarat volume sputum dalam wadah yang diterima adalah Ditampung pada wadah bermulut lebar, Wadah sampel bertutup ulir, Wadah harus steril dan Jumlah sputum 3-5 ml. 

Sumber : Kisi-kisi Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Pertama ( PERMENPANRB No. PER / 08 / M.PAN / 3 / 2006 ) & Good Laboratory Practice

Baca juga : 


Post a Comment

0 Comments