Bahan Kontrol Laboratorium



Bahan kontrol Laboratorium

Bahan kontrol adalah bahan yang digunakan untuk memantau ketepatan suatu pemeriksaan di laboratorium , atau untuk mengawasi kualitas hasil pemeriksaan sehari hari. 

Bahan kontrol dapat dibedakan berdasarkan : 

  1. Sumber bahan kontrol : Ditinjau dari sumbernya, bahan kontrol dapat berasal dari manusia, binatang atau merupakan bahan kimia murni (tertelusur ke SRM).
  2. Bentuk bahan kontrol : Menurut bentuk bahan kontrol ada bermacam - macam,  yaitu bentuk cair, bentuk padat, bubuk (liofilisat) dan bentuk strip. Bahan kontrol bentuk padat bubuk atau bentuk strip harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
  3. Cara Pembuatan : Bahan kontrol dapat dibuat sendiri atau dapat dibeli dalam bentuk sudah jadi. Ada beberapa macam bahan kontrol yang dibuat sendiri , yaitu :

  • Bahan kontrol yang dibuat dari serum disebut juga serum kumpulan (pooled sera). Pooled sera merupakan campuran dari bahan sisa serum pasien yang sehari hari dikirim ke laboratorium. Keuntungan dari serum kumpulan ini antara lain : mudah didapat, murah, bahan berasal dari manusia, tidak perlu dilarutkan (rekonstusi) dan laboratorium mengetahui asal bahan kontrol. Kekurangannya memerlukan tambahan waktu dan tenaga untuk membuatnya, harus membuat kumpulan khusus untuk enzim , dll. Cara penyimpanan mungkin sukar bila kondisi suhu -70°C (deep freezer) tidak ada atau terlalu kecil  dan analisis stastitik harus dikerjakan tiap 3-4 bulan. Serum yang dipakai harus memenuhi syarat yaitu tidak boleh ikterik atau hemolitik. Pembuatan dan pemeriksaan bahan kontrol ini harus dilakukan hati - hati sesuai dengan pedoman keamanan laboratorium, karena bahan ini belum tentu bebas dari HIV, HBV, HCV dan lain - lain.
  • Bahan kontrol yang dibuat dari bahan kimia murni sering disebut sebagai larutan spikes.
  • Bahan kontrol yang dibuat dari lisat, disebut juga hemolisat.
  • Kuman kontrol yang dibuat dari strain murni kuman.

Adapun macam bahan kontrol yang dibeli dalam bentuk sudah jadi (komersial) adalah :

1. Bahan kontrol Unassayed 

Bahan kontrol unassayed merupakan bahan kontrol yang tidak mempunyai nilai rujukan sebagai tolok ukur. Nilai rujukan dapat diperoleh setelah dilakukan period pendahuluan. Biasanya dibuat kadar normal atau abnormal (abnormal tinggi atau abnormal rendah). 

Kebaikan bahan kontrol jenis ini ialah lebih tahan lama, bisa digunakan untuk semua tes, tidak perlu membuat sendiri. Kekurangannya adalah kadang - kadang ada variasi dari botol ke botol ditambah kesalahan pada rekonstitusi, sering serum diambil dari hewan yang mungkin tidak sama dengan serum manusia. Karena tidak mempunyai nilai rujukan yang baku maka tidak dapat dipakai untuk kontrol akurasi. Pemanfaatan bahan kontrol jenis ini untuk memantau ketelitian pemerksaan atau untuk melihat adanya perubahan akurasi. Uji ketelitian dilakukan setiap hari pemeriksaan.

2. Bahan kontrol Assayed 

Bahan kontrol assayed merupakan bahan kontrol yang diketahui nilai rujukannya serta batas toleransi menurut metode pemeriksaannya. Harga bahan kontrol ini lebih mahal dibandingkan jenis unassayed. Bahan kontrol ini digunakan untuk kontrol akurasi dan juga presisi.

Selain itu, bahan kontrol assayed digunakan untuk menilai alat dan cara baru. Untuk dapat digunakan sebagai bahan kontrol suatu pemeriksaan, bahan tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Memiliki komposisi sama atau mirip dengan spesimen. Misalnya untuk pemeriksaan urin digunakan bahan kontrol urin atau zat yang menyerupai urin.
  • Komponen yang terkandung di dalam bahan kontrol harus stabil, artinya selama masa penyimpanan bahan ini tidak boleh mengalami perubahan.
  • Hendaknya disertai dengan sertifikat analisis yang dikeluarkan oleh pabrik yang bersangkutan pada bahan kontrol jadi (Komersial). 


Sumber : Pedoman Praktik Laboratorium Yang Benar (Good Laboratory Practice) 

Post a Comment

0 Comments