8 Tahun Berlalu, Kini Pemerintah Tetapkan KLB Polio di Indonesia

Kementerian Kesehatan mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio setelah ditemukannya penemuan satu kasus polio 2 di Aceh. Polio ditemukan kembali setelah 8 tahun sejak kasus terakhir ada di Indonesia

Seorang Anak berusia 7 tahun di Pidie, Aceh mengalami gejala kelumpuhan pada kaki kiri dnegan riwayat belum pernah divaksinasi.

Dilakukan pemeriksaan sampel pasien di Jakarta menggunakan RT-PCR, hasil pemeriksaan menunjukkan pasien terinfeksi virus polio tipe 2 dan tipe 3 sabin. Hasil RT-PCR dilanjutkan pemeriksaan di laboratorium Biofarma sebagai laboratorium rujukan Nas Polio untuk dilakukan sequencing, hasil sequencing pasien positif polio tipe 2. (Sumber: Detik.com)

(Sumber: Lifepack.id)

Poliomyelitis adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Polio. Virus Polio termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Terdapat 3 strain Virus Polio, yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), strain-3 (Leon), Virus Polio termasuk kedalam family Piconarviridae. 

Penyakit ini dapat menyebabkan pasiennya mengalami kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu arterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. Virus Polio dapat ditemukan berupa Virus Polio Vaksin/Sabin, Virus Polio Liar/WPV (Wild PolioVirus) dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan jenis virus polio yang mengalami mutase dan dapt menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya.

Polio dapat menyerang manusia pada usia berapa pun, tetapi biasanya polio menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Pada awal abad ke-20, polio menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di negara-negara industri, karena dapat melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun. Pada tahun 1950-1960 an Polio telah terkendali sebagai masalah kesehatan masyarakat di negara-negara industri setelah pengenalan vaksin yang efektif.


Gejala, Tanda dan Masa Inkubasi

Virus Polio memerlukan masa inkubasi selama 3-6 hari, dan kelumpuhan biasanya terjadi dalam waktu 7-21 hari. Sekitar 90% pasien yang terinfeksi tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Pada kondisi lain, gejala awal dari penyakit ini yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkal.


Cara Transmisi (Penularan)

Polio dapat menular melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi Virus Polio, Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. Virus kemudian dibuang ke lingkungan melalui feses yang data menyebar dengan cepat melalui komunitas, terutama pada kondisi kebersihan dan sanitasi yang buruk. Virus tidak akan tahan untuk menginfeksi dan mati bila seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap terhadap polio. Polio juga dapat menyebar ketika makanan dan minuman terkontaminasi oleh feses yang dibawa secara pasif oleh lalat. (Sumber: Kemenkes RI)


Laboratorium

Hapusan tenggorok pasien pada minggu pertama dapat menjadi sampel untuk isolasi Virus Polio. Sampel tingga dapat digunakan hingga beberapa minggu. Virus Polio berbeda dengan enterovirus lainnya, virus ini jarang jarang dapat diisolasi dari cairan serebrospinasil. Terdapat pemeriksaan lain jika pemeriksaan isolasi virus tidak mungkin untuk dilakukan, yaitu dengan menggunakan pemeriksaan serologi berupa tes netralisasi dengan memakai serum pada fase akut dan konvalesen. Pasien dikatakan positif Polio jika ada kenaikan titer 4 kali atau lebih. Tes ini sangat sesifik dan bermanfaat untuk menegakkan diagnosis penyakit Polio. Adapun pemeriksaan lain yaitu pemeriksaan CF (Complement Fixation), tetapi ditemuka reaksi silang diantara tiga tipe virus polio. 

Pemeriksaan LCS (Liquor Cerebrospinalis) akan menunjukkan adanya pleiositosis yang biasanya kurang dari 500/mm3, pada awal gejala akan ditemukan lebih banyak polimorfonukleus dari limfosit, tetapi akan segara berubah menjadi limfosit yang lebih dominan. Sesudah 10-14 hari, sel-sel akan normal kembali. Pada stadium penyakit awal kadar protein normal, kemudian menurun (dissociation cytoalbuminique) dan akan kembali mencapai normal dalam 4-6 minggu. Glukosa normal. Pada pemeriksaan darah tepi normal dan pada urin terlihat bentuk yang bervarisai dan bisa diteukan albuminuria ringan. (Sumber: USU Repository)





Post a Comment

0 Comments