Protozoa Usus (Cara Pemeriksaan) (Laporan Praktium)

Table of Contents

Judul 
Pemeriksaan Protozoa Usus dari Tinja 

Tujuan 
  • Melakukan pemeriksaan terhadap Tinja + protozoa usus
  • Terampil melakukan fiksasi tinja dengan menggunakan larutan iodium dan Eosin
  • Terampil dalam menegakkan diagnosis laboratorium berdasarkan jenis protozoa yang ditemukan

Materi Pengantar 
Dalam menegakkan diagnosis penyakit yang disebabkan oleh parasit, seringkali diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk dapat menemukan parasit tersebut, sehingga diperlukan pengetahuan tentang morfologi parasit yang dimaksud. Untuk memperoleh hasil yang baik serta mendapatkan kepastian diagnosa suatu penyakit parasit dari suatu bahan pemeriksaan, diperlukan pengetahuan tentang teknik - teknik pemeriksaan parasit, karena hanya dengan teknik pemeriksaan tersebut, parasit akan lebih mudah ditemukan serta diidentifikasi. Ada beberapa cara pemeriksaan protozao usus, yaitu :
  1. Pemeriksaan secara natif, larutan yang digunakan bisa NaCl, larutan Eosin 2 % atau Iodium (pilih salah satu saja). Kegunaan pemeriksaan natif dapat dilakukan dengan cepat, larutan eosin 2% digunakan untuk melihat bentuk tropozoit usus. Larutan lugol digunakan untuk melihat inti dan bentuk kista.
  2. Modifikasi metode Mertiolat-Iod-Formalin (MIF).  Metode ini baik digunakan untuk mendiagnosia secara laboratorium adanya kista dan tropozoit protozoa usus dan adanya telur cacing.
Ciri khas tinja yang mengandung amoeba :
1. Makroskopis :
  • Bersifat asam
  • Bau busuk dan anyir/amis
  • Berlendir tapi tidak begitu lengket
  • Darah/tidak berdarah (darah mungkin didapat bersamaan dengan tinja padat)

2. Mikroskopis :
  • Terdapat bakteri yang cukup banyak
  • Terdapat Entamoeba histolytica yang mengandung eritrosit
  • Kadang - kadang ditemukan juga bentuk kista
  • Leukosit jarang
  • Eritrosit berkelompok tidak bercampur dengan tinja terdapat kristal charcot-leyden
  • Tidak tampak sel makrofag/sedikit sekali

Cara Pemeriksaan :
1. Cara pemeriksaan natif dengan larutan NaCl fisiologis 
    Bahan dan Alat :
  • Objek glass
  • Deck glass
  • Lidi
  • Larutan NaCl Fisiologis
  • Mikroskop
  • Minyak imersi

    Cara kerja :
  1. Larutan NaCl Fis diteteskan pada objek glass yang sudah dibersihkan.
  2. Dengan menggunakan sebatang lidi, sedikit tinja di emulsikan dalam setetes larutan NaCl fisiologis tadi, jika ada bagian yang kasar dikeluarkan.
  3. Kemudian ditutup dengan deck glass, jangan ada gelembung udara.
  4. Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran lemah (10x10), jika lapang pandang sudah ditemukan, periksa dengan pembesaran kuat (10x100).

2. Cara pemeriksaan natif dengan larutan Eosin  2% (warna merah)
    Bahan dan Alat : 
  • Objek glass
  • Deck glass
  • Lidi
  • Larutan Eosin 2%
  • Mikroskop
  • Minyak imersi
    Cara Kerja :
  1. Larutan Eosin 2% diteteskan pada objek glass yang sudah dibersihkan.
  2. Dengan menggunakan sebatang lidi, sedikit tinja di emulsikan dalam setetes larutan Eosin 2% tadi, jika ada bagian yang kasar dikeluarkan.
  3. Kemudian ditutup dengan deck glass, jangan ada gelembung udara. Sediaan harus tipis, sehingga jika warnanya tampak merah jambu tua atau jingga berarti sediaan terlalu tebal.
  4. Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran lemah (10x10), jika lapang pandang sudah ditemukan, periksa dengan pembesaran kuat (10x100).
3. Cara pemeriksaan natif dengan larutan Lugol 
    Bahan dan Alat : 
  • Objek glass
  • Deck glass
  • Lidi
  • Larutan Lugol
  • Mikroskop
  • Minyak imersi
    Cara Kerja :
  1. Larutan Lugol diteteskan pada objek glass yang sudah dibersihkan.
  2. Dengan menggunakan sebatang lidi, sedikit tinja di emulsikan dalam setetes larutan  Lugol tadi, jika ada bagian yang kasar dikeluarkan.
  3. Kemudian ditutup dengan deck glass, jangan ada gelembung udara. Sediaan dibuat tidak usah terlalu tipis. 
  4. Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran lemah (10x10), jika lapang pandang sudah ditemukan, periksa dengan pembesaran kuat (10x100).
Hasil Pengamatan :

Kista E coli dengan pewarnaan iodin
Kista E Coli, larutan NaCl Fisiologis
Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.
Sumber :
  1. Supriatin, Y. (2006). Diktat dan Petunjuk Praktikum Protozoologi Medik. Hal ; 56 - 57. Bandung : Akademi Analis Kesehatan Bakti Asih.
  2. Ahli Teknologi Lab Medik. (2017). Protozoa Usus - Entamoeba coli. [Online]. Tersedia ; http://laboratoryinfo.blogspot.co.id/2015/08/protozoa-usus-entamoeba-coli.html. (30 Maret 2017)

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment